Esai
prestasi 6 Volun hub
Mata
kuliah : Psikologi Inovasi
Dosen Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA
Fitri
Novia Rizka (23310410057)
Fakultas
Psikologi
Universitas
Proklamasi 45 Yogyakarta
Relawan
merupakan salah satu wujud nyata dari kepedulian sosial serta bentuk tanggung
jawab individu terhadap lingkungan di sekitarnya. Melalui aktivitas secara
sukarela, individu tidak hanya memberikan kontribusi secara nyata tetapi juga
untuk kesejahteraan komunitas, dan mengaktualisasikan nilai-nilai solidaritas
serta empati yang menjadi fondasi dalam membangun relasi sosial secara
harmonis. Sebagaimana yang dinyatakan dalam studi oleh Wu (2022), sikap serta
tanggung jawab sosial secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan secara
subjektif bagi para relawan, karena mereka secara tidak langsung merasakan
adanya kepuasan batin dan pengakuan yang berasal dari masyarakat atas peran
mereka dalam pelayanan di komunitas tersebut.
Salah
satu kegiatan yang saya ikuti yaitu sebagai relawan Supervisor atau divisi
Koordinator Team yang dilaksanakan baik secara online maupun offline dari Disapreneur
Learning. Kegiatan ini merupakan program hibah yang didanai langsung oleh
YSEALI (Young Southeast Asian Leaders Initiative) dari Amerika Serikat. Kegiatan
hibah ini merupakan salah satu kegiatan yang memberikan saya pengalaman yang
tidak hanya memperkuat saya secara professional, tetapi juga secara emosional,
maupun sosial. Program tersebut berlangsung secara offline selama tujuh hari
dan secara online selama 3 bulan. Kegiatan ini mendatangkan penyandang
disabilitas atau difabel yang berasal dari Timor Leste ke Indonesia. Menurut UU
Nomor 8 tahun 2016 Pasal 1 ayat 1 mendefinisikan bahwa penyandang disabilitas
yaitu setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan
atau sensorik dalam jangka waktu yang lama yang apabila dalam berinteraksi
dengan lingkungan mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara
penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak
(Widinarsih, 2019).
Sebagai
seorang supervisor, saya bertanggung jawab atas koordinasi tim yang meliputi kegiatan,
pendampingan peserta, serta memastikan kelancaran maupun keamanan peserta dari
seluruh rangkaian acara. Tujuan dari
program ini yaitu untuk memperkuat inklusi secara sosial dan membangun
kolaborasi antar pemuda difabel di Kawasan Asia Tenggara. Dengan adanya
dukungan penuh dari YSEALI, kami mampu menyelenggarakan berbagai kegiatan secara
edukatif dan reflektif yang dirancang untuk memberdayakan para peserta difabel,
meningkatkan peluang, serta memperluas wawasan tentang hak-hak seorang
penyandang disabilitas. Selama tujuh hari, para peserta mengikuti berbagai
kegiatan seperti lokakarya, capacity building, workshop ecoprint, bazar UMKM
difabel, pelatihan keterampilan hidup, hingga sesi diskusi bersama para aktvis,
psikolog, serta tokoh masyarakat. Salah satu momen yang paling berkesan adalah
ketika kami mengadakan sharing session, di mana para peserta difabel dari timor
leste menceritakan tentang perjuangan mereka dalam mengakses Pendidikan dan
pekerjaan di negara asal mereka. Cerita-cerita tersebut membuka banyak pihak,
terutama saya sendiri, merasa terharu karena betapa pentingnya advokasi dan
kebijakan terkait pemenuhan Pendidikan di tingkat regional.
Tantangan
terbesar saya selama menjadi supervisor yaitu memastikan bahwa setiap peserta
memiliki hak yang sama untuk menyuarakan pendapat mereka. Di mana, saya harus
mampu menjadi jembatan komunikasi antara panitia, fasilitator, dan peserta,
untuk mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan. Selama bertugas, saya
belajar banyak terutama empati, kesabaran, hingga proses pendekatan dalam
memimpin mereka. Kegiatan ini juga menjadi salah satu ajang pembelajaran bagi
saya untuk memahami budaya dari negara lain, terutama bahasa.
Diakhir
program, kami mengadakan sesi pameran hasil karya peserta. Mulai dari kerajinan
tangan hingga presentasi antar kelompok untuk memamparkan proyek sosial yang
telah mereka rancang. Momen ini menjadi salah satu bukti nyata bagi saya bahwa
dukungan yang tepat akan menunjukkan potensi yang luar biasa bagi mereka
terutama penyandang disabilitas. Banyak para peserta yang menyatakan bahwa
kegiatan ini memberikan mereka harapan baru serta motivasi baru untuk berjuang di komunitas mereka. Selain
itu, saya secara pribadi merasa sangat beruntung karena memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari
program hibah tersebut. Selama program berlangsung, saya merasakan banyak
manfaat diantaranya yaitu memperkuat komitmen saya terhadap isu sosial dan
pemberdayaan masyarakat, terutama anak berkebutuhan khusus. Saya percaya bahwa
kegiatan seperti ini mampu mendorong minat dan bakat mereka karena dampaknya
tidak hanya dirasakan langsung oleh peserta saja tetapi juga oleh masyarakat
disekitar.
Ilustrasi gambar :
https://www.instagram.com/disapreneur.learninghub?igsh=NXpzeHBhejc3cjRr.
Daftar Pustaka
Dalimunthe,
D. (2020). Comparasi Pengalihan Harta Hibah Menjadi Harta Warisan Perspektif
Kompilasi Hukum Islam Dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Yurisprudentia:
Jurnal Hukum Ekonomi, 6(1), 13-26.
Widinarsih,
D. (2019). Penyandang disabilitas di indonesia: perkembangan istilah dan
definisi. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 20(2), 4.
Wu, C., Cheng, S., Zhang,
Y., Yan, J., He, C., Sa, Z., ... & Lang, H. (2022). Social responsibility
and subjective well-being of volunteers for COVID-19: The mediating role of job
involvement. Frontiers in Psychology, 13, 985728.
0 komentar:
Posting Komentar