11.1.26

Esai Prestasi 6 (Fitri_Reguler A)

 

Esai prestasi 6 Volun hub

Mata kuliah : Psikologi Inovasi

Dosen Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA

Fitri Novia Rizka (23310410057)

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

 

Relawan merupakan salah satu wujud nyata dari kepedulian sosial serta bentuk tanggung jawab individu terhadap lingkungan di sekitarnya. Melalui aktivitas secara sukarela, individu tidak hanya memberikan kontribusi secara nyata tetapi juga untuk kesejahteraan komunitas, dan mengaktualisasikan nilai-nilai solidaritas serta empati yang menjadi fondasi dalam membangun relasi sosial secara harmonis. Sebagaimana yang dinyatakan dalam studi oleh Wu (2022), sikap serta tanggung jawab sosial secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan secara subjektif bagi para relawan, karena mereka secara tidak langsung merasakan adanya kepuasan batin dan pengakuan yang berasal dari masyarakat atas peran mereka dalam pelayanan di komunitas tersebut.

Salah satu kegiatan yang saya ikuti yaitu sebagai relawan Supervisor atau divisi Koordinator Team yang dilaksanakan baik secara online maupun offline dari Disapreneur Learning. Kegiatan ini merupakan program hibah yang didanai langsung oleh YSEALI (Young Southeast Asian Leaders Initiative) dari Amerika Serikat. Kegiatan hibah ini merupakan salah satu kegiatan yang memberikan saya pengalaman yang tidak hanya memperkuat saya secara professional, tetapi juga secara emosional, maupun sosial. Program tersebut berlangsung secara offline selama tujuh hari dan secara online selama 3 bulan. Kegiatan ini mendatangkan penyandang disabilitas atau difabel yang berasal dari Timor Leste ke Indonesia. Menurut UU Nomor 8 tahun 2016 Pasal 1 ayat 1 mendefinisikan bahwa penyandang disabilitas yaitu setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan atau sensorik dalam jangka waktu yang lama yang apabila dalam berinteraksi dengan lingkungan mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak (Widinarsih, 2019).

Sebagai seorang supervisor, saya bertanggung jawab atas koordinasi tim yang meliputi kegiatan, pendampingan peserta, serta memastikan kelancaran maupun keamanan peserta dari seluruh rangkaian acara.  Tujuan dari program ini yaitu untuk memperkuat inklusi secara sosial dan membangun kolaborasi antar pemuda difabel di Kawasan Asia Tenggara. Dengan adanya dukungan penuh dari YSEALI, kami mampu menyelenggarakan berbagai kegiatan secara edukatif dan reflektif yang dirancang untuk memberdayakan para peserta difabel, meningkatkan peluang, serta memperluas wawasan tentang hak-hak seorang penyandang disabilitas. Selama tujuh hari, para peserta mengikuti berbagai kegiatan seperti lokakarya, capacity building, workshop ecoprint, bazar UMKM difabel, pelatihan keterampilan hidup, hingga sesi diskusi bersama para aktvis, psikolog, serta tokoh masyarakat. Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika kami mengadakan sharing session, di mana para peserta difabel dari timor leste menceritakan tentang perjuangan mereka dalam mengakses Pendidikan dan pekerjaan di negara asal mereka. Cerita-cerita tersebut membuka banyak pihak, terutama saya sendiri, merasa terharu karena betapa pentingnya advokasi dan kebijakan terkait pemenuhan Pendidikan di tingkat regional.

Tantangan terbesar saya selama menjadi supervisor yaitu memastikan bahwa setiap peserta memiliki hak yang sama untuk menyuarakan pendapat mereka. Di mana, saya harus mampu menjadi jembatan komunikasi antara panitia, fasilitator, dan peserta, untuk mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan. Selama bertugas, saya belajar banyak terutama empati, kesabaran, hingga proses pendekatan dalam memimpin mereka. Kegiatan ini juga menjadi salah satu ajang pembelajaran bagi saya untuk memahami budaya dari negara lain, terutama bahasa.

Diakhir program, kami mengadakan sesi pameran hasil karya peserta. Mulai dari kerajinan tangan hingga presentasi antar kelompok untuk memamparkan proyek sosial yang telah mereka rancang. Momen ini menjadi salah satu bukti nyata bagi saya bahwa dukungan yang tepat akan menunjukkan potensi yang luar biasa bagi mereka terutama penyandang disabilitas. Banyak para peserta yang menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan mereka harapan baru serta motivasi baru  untuk berjuang di komunitas mereka. Selain itu, saya secara pribadi merasa sangat beruntung karena  memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari program hibah tersebut. Selama program berlangsung, saya merasakan banyak manfaat diantaranya yaitu memperkuat komitmen saya terhadap isu sosial dan pemberdayaan masyarakat, terutama anak berkebutuhan khusus. Saya percaya bahwa kegiatan seperti ini mampu mendorong minat dan bakat mereka karena dampaknya tidak hanya dirasakan langsung oleh peserta saja tetapi juga oleh masyarakat disekitar.

 

Ilustrasi gambar :

 

Link Sosial media :

https://www.instagram.com/disapreneur.learninghub?igsh=NXpzeHBhejc3cjRr.


Daftar Pustaka

Dalimunthe, D. (2020). Comparasi Pengalihan Harta Hibah Menjadi Harta Warisan Perspektif Kompilasi Hukum Islam Dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Yurisprudentia: Jurnal Hukum Ekonomi6(1), 13-26.

Widinarsih, D. (2019). Penyandang disabilitas di indonesia: perkembangan istilah dan definisi. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial20(2), 4.

Wu, C., Cheng, S., Zhang, Y., Yan, J., He, C., Sa, Z., ... & Lang, H. (2022). Social responsibility and subjective well-being of volunteers for COVID-19: The mediating role of job involvement. Frontiers in Psychology13, 985728.

 

 

0 komentar:

Posting Komentar