Esai
prestasi 5 Volun GNG
Mata
kuliah : Psikologi Inovasi
Dosen
Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA
Fitri
Novia Rizka (23310410057)
Fakultas
Psikologi
Universitas
Proklamasi 45 Yogyakarta
Menjadi
seorang relawan, bagi saya bukan hanya sekadar upaya untuk memperoleh pengalaman
atau menambah wawasan baru. Lebih dari itu, kegiatan relawan sebuah
perjalanan yang menghadirkan proses
perubahan, baik dalam menumbuhkan keberanian pada diri sendiri maupun dalam
memberikan dampak positif bagi orang lain. Nilai-nilai tersebut terlihat dari
pengalaman saya sebagai seorang relawan di GNG. GNG merupakan sebuah organisasi
yang bergerak di bidang nirlaba yang berfokus pada pemberdayaan para perempuan
muda agar senantiasa aktif dan percaya diri di bidang STEM (Science, Tecnology,
Engineering, dan Mathematics). Pemberdayaan wanita adalah suatu proses
kesadaran dan pembentukan kapasitas terhadap partisipasi yang lebih besar,
kekuasaan dan pengawasan pembuatan keputusan yang lebih besar, dan tindakan
transformasi agar menghasilkan persamaan derajat yang lebih besar antara wanita
dan pria (Barus, 2015). Oleh karena itu, organisasi wanita harus memperkuat
kapasitas organisasi mereka serta mengkristalkan visi dan perspektif yang mampu
mengubah keberadaan mereka saat iniTujuan dari adanya organisasi ini yaitu sebagai
katalisator perubahan di tengah tantangan kesenjangan peran gender di
indonesia. Di chapter jogja, sebagai salah satu cabang regional kami
mengadaptasi gng sesuai dengan kebutuhan peserta di wilayah jogja. Kegiatan
utama dari GNG chapter jogja meliputi pelatihan bootcamp, workshop, dan sesi
mentoring yang dirancang untuk memberikan seputar ilmu dan keterampilan di
bidang teknologi.
Dalam
kesempatan kali ini, saya dipercaya untuk mengemban tanggung jawab sebagai Head
Event & Community di GNG. Tugas utama saya meliputi penyusunan kegiatan
tahunan, bulanan, hingga minggu termasuk merancang konsep acara serta
pengawasan pelaksanaan agar selaras dengan visi dan misi GNG. Selain itu, saya
juga memastikan untuk membangun relasi dan menjaga hubungan agar tetap terjalin
dengan baik dengan organisasi eksternal untuk memperluas jangkauan GNG. Melalui
kolaborasi tersebut, GNG berhasil memperluas jejaringnya dan menghadirkan
berbagai inisiatif seperti community hangout, museum tour, hingga kegiatan leader
camp yang berfungsi sebagai ruang diskusi informal untuk mendorong pertukaran
ide serta pengalaman antaranggota dalam komunitas.
Selama
menjalankan peran kepemimpinan, tantangan utama yang kerap kali saya hadapi berkaitan
dengan pengelolaan kerja sama tim yang sering kali menimbulkan masalah.
Misalnya, ketidakaktifan peserta, hambatan komunikasi, serta dinamika masalah internal
lainnya. Akan tetapi, melalui proses tersebut saya dapat belajar menjadi
seorang pemimpin tidak hanya dituntut untuk mengarahkan, tetapi juga kemampuan
untuk mampu menunjukkan empati, membangun kolaborasi, serta memiliki kemampuan untuk
mendengarkan setiap aspirasi dan kendala lainnya yang disampaikan oleh anggota
tim. (fakta studi kasus)
Dari
berbagai pengalaman tersebut, terdapat satu momen yang menjadi satu titik
penting dalam perjalanan saya selama menjadi seorang pemimpin. Untuk pertama
kalinya, saya harus merancang sebuah acara berskala besar yang dihadiri oleh kurang
lebih sekitar 300 peserta dalam sebuah acara workshop secara offline di
Sekolah. Acara tersebut mempertemukan saya dengan berbagai para penulis ternama
dengan pihak penerbit, dan sebagai seorang head, saya bertanggung jawab penuh mulai
dari penentuan tema, penyusunan alur acara, hingga memastikan seluruh rangkaian
kegiatan berjalan dengan lancar. Pengalaman ini menyadarkan saya bahwa menjadi
seorang pemimpin dibutuhkan adanya kemampuan pengambilan keoutusan secara
cepat, bertanggung jawab atas setiap rangkaian proses, serta beradaptasi dengan
berbagai dinamika yang akan muncul. Saya juga meyakini bahwa setiap organisasi
seperti GNG memiliki peran penting sebagai wadah bagi anak-anak muda untuk
mengembangkan kapasitas diri mereka dan memperluas pengalaman mereka melalui
praktik langsung di lapangan.
pada
akhirnya, pengalaman saya dalam dunia kerelawanan dan kepemimpinan di GNG telah
memberikan saya beberapa pengalaman mendalam mengenai pentingnya sebuah peran
dalam komunitas untuk membentuk organisasi muda yang berdaya. Melalui berbagai
tantnagan dan pembelajaran, saya menjadi semakin menyadari bahwa kepemimpinan
bukan hanya tentang sebuah jabatan dengan posisi tertinggi, melainkan tentang
keberanian untuk melayani, mendampingi, dan menciptakan ruang untuk terus
bertumbuh bagi orang lain. saya berharap pengalaman ini tidak hanya menjadi
sebuah fondasi yang kuat bagi saya untuk berkontribusi secara nyata tetapi
mampu menciptakan lingkungan yang inklusif, kolaboraitf, dan memberdayakan bagi
seluruh Perempuan di indonesia.
Ilustrasi foto
Daftar Pustaka
Barus,
R. K. (2015). Pemberdayaan Perempuan melalui Media Sosial. JURNAL
SIMBOLIKA Research and Learning in Communication Study, 1(2).

0 komentar:
Posting Komentar