11.1.26

Esai Prestasi 5 (Fitri_Reguler A)

 

Esai prestasi 5 Volun GNG

Mata kuliah : Psikologi Inovasi

Dosen Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA

Fitri Novia Rizka (23310410057)

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

 

Menjadi seorang relawan, bagi saya bukan hanya sekadar upaya untuk memperoleh pengalaman atau menambah wawasan baru. Lebih dari itu, kegiatan relawan sebuah perjalanan  yang menghadirkan proses perubahan, baik dalam menumbuhkan keberanian pada diri sendiri maupun dalam memberikan dampak positif bagi orang lain. Nilai-nilai tersebut terlihat dari pengalaman saya sebagai seorang relawan di GNG. GNG merupakan sebuah organisasi yang bergerak di bidang nirlaba yang berfokus pada pemberdayaan para perempuan muda agar senantiasa aktif dan percaya diri di bidang STEM (Science, Tecnology, Engineering, dan Mathematics). Pemberdayaan wanita adalah suatu proses kesadaran dan pembentukan kapasitas terhadap partisipasi yang lebih besar, kekuasaan dan pengawasan pembuatan keputusan yang lebih besar, dan tindakan transformasi agar menghasilkan persamaan derajat yang lebih besar antara wanita dan pria (Barus, 2015). Oleh karena itu, organisasi wanita harus memperkuat kapasitas organisasi mereka serta mengkristalkan visi dan perspektif yang mampu mengubah keberadaan mereka saat iniTujuan dari adanya organisasi ini yaitu sebagai katalisator perubahan di tengah tantangan kesenjangan peran gender di indonesia. Di chapter jogja, sebagai salah satu cabang regional kami mengadaptasi gng sesuai dengan kebutuhan peserta di wilayah jogja. Kegiatan utama dari GNG chapter jogja meliputi pelatihan bootcamp, workshop, dan sesi mentoring yang dirancang untuk memberikan seputar ilmu dan keterampilan di bidang teknologi.

Dalam kesempatan kali ini, saya dipercaya untuk mengemban tanggung jawab sebagai Head Event & Community di GNG. Tugas utama saya meliputi penyusunan kegiatan tahunan, bulanan, hingga minggu termasuk merancang konsep acara serta pengawasan pelaksanaan agar selaras dengan visi dan misi GNG. Selain itu, saya juga memastikan untuk membangun relasi dan menjaga hubungan agar tetap terjalin dengan baik dengan organisasi eksternal untuk memperluas jangkauan GNG. Melalui kolaborasi tersebut, GNG berhasil memperluas jejaringnya dan menghadirkan berbagai inisiatif seperti community hangout, museum tour, hingga kegiatan leader camp yang berfungsi sebagai ruang diskusi informal untuk mendorong pertukaran ide serta pengalaman antaranggota dalam komunitas.

Selama menjalankan peran kepemimpinan, tantangan utama yang kerap kali saya hadapi berkaitan dengan pengelolaan kerja sama tim yang sering kali menimbulkan masalah. Misalnya, ketidakaktifan peserta, hambatan komunikasi, serta dinamika masalah internal lainnya. Akan tetapi, melalui proses tersebut saya dapat belajar menjadi seorang pemimpin tidak hanya dituntut untuk mengarahkan, tetapi juga kemampuan untuk mampu menunjukkan empati, membangun kolaborasi, serta memiliki kemampuan untuk mendengarkan setiap aspirasi dan kendala lainnya yang disampaikan oleh anggota tim. (fakta studi kasus)

Dari berbagai pengalaman tersebut, terdapat satu momen yang menjadi satu titik penting dalam perjalanan saya selama menjadi seorang pemimpin. Untuk pertama kalinya, saya harus merancang sebuah acara berskala besar yang dihadiri oleh kurang lebih sekitar 300 peserta dalam sebuah acara workshop secara offline di Sekolah. Acara tersebut mempertemukan saya dengan berbagai para penulis ternama dengan pihak penerbit, dan sebagai seorang head, saya bertanggung jawab penuh mulai dari penentuan tema, penyusunan alur acara, hingga memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar. Pengalaman ini menyadarkan saya bahwa menjadi seorang pemimpin dibutuhkan adanya kemampuan pengambilan keoutusan secara cepat, bertanggung jawab atas setiap rangkaian proses, serta beradaptasi dengan berbagai dinamika yang akan muncul. Saya juga meyakini bahwa setiap organisasi seperti GNG memiliki peran penting sebagai wadah bagi anak-anak muda untuk mengembangkan kapasitas diri mereka dan memperluas pengalaman mereka melalui praktik langsung di lapangan.

pada akhirnya, pengalaman saya dalam dunia kerelawanan dan kepemimpinan di GNG telah memberikan saya beberapa pengalaman mendalam mengenai pentingnya sebuah peran dalam komunitas untuk membentuk organisasi muda yang berdaya. Melalui berbagai tantnagan dan pembelajaran, saya menjadi semakin menyadari bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang sebuah jabatan dengan posisi tertinggi, melainkan tentang keberanian untuk melayani, mendampingi, dan menciptakan ruang untuk terus bertumbuh bagi orang lain. saya berharap pengalaman ini tidak hanya menjadi sebuah fondasi yang kuat bagi saya untuk berkontribusi secara nyata tetapi mampu menciptakan lingkungan yang inklusif, kolaboraitf, dan memberdayakan bagi seluruh Perempuan di indonesia.

 

Ilustrasi foto

 


Daftar Pustaka

Barus, R. K. (2015). Pemberdayaan Perempuan melalui Media Sosial. JURNAL SIMBOLIKA Research and Learning in Communication Study1(2).

0 komentar:

Posting Komentar