Esai
prestasi 3 Tembuk Chapter Jogja
Mata
kuliah : Psikologi Inovasi
Dosen
Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA
Fitri
Novia Rizka (23310410057)
Fakultas
Psikologi
Universitas
Proklamasi 45 Yogyakarta
Di
tengah hiruk pikuk kehidupan yang serba cepat, kegiatan membaca buku sudah
mulai ditinggalkan oleh masyarakat terutama bagi anak-anak generasi Z. Mereka mulai
beralih dari buku cetak ke media online seperti ebook. Akan tetapi,
masih sangat minim anak generasi Z memiliki ketertarikan literasi, terkadang
mereka lebih senang bermain game daripada harus membaca buku atau ebook.
Tak jarang minat baca literasi khususnya di negara indonesia tergolong pada
kategori yang rendah. Berdasarkan dari data the world’s most Literature
Nations menunjukkan bahwa negara Indonesia berada di peringkat ke 60 dari
61 negara dalam kemampuan literasi. Selain itu, UNESCO (The United Nations
Educational, Scientific and Cultural Organization) atau organisasi Pendidikan,
keilmuan, dan kebudayaan yang dibentuk oleh perserikatan bangsa-bangsa (PBB)
memberikan posisi pada urutan kedua terendah dalam minat baca negara Indonesia (Manik,
dkk, 2023).
Salah
satu fakta menarik dari membaca buku secara fisik dibandingkan mmebaca lewat
layar digital menunjukkan bahwa otak akan cenderung mendorong neurons untuk
focus pada pemahaman dari setiap tulisan dan membaca buku cetak dapat
meningkatkan retensi memori jangka panjang dibandingkan dengan membaca buku
secara digital. Hal ini dikarenakan adanya interaksi taktil dan memori spasial
dari buku cetak yang membantu memproses kognitif seserang dalam mengingat isi
teks yang mereka baca. Sebaliknya, membaca secara digital cenderung menimbulkan
efek lelah pada mata dan fakta lain juga mendukung bahwa membaca buku secara
digital dapat mengurangi daya ingat seseorang karena adanya pengaruh dari sinar
layar pada monitor (Manik, 2023).
Melihat
berbagai fakta yang ada, bagi saya membaca buku tidak hanya sekedar tempat
pelarian di kala sedang penat dengan rutinitas sehari-hari tetapi juga sebagai
ruang untuk berinteraksi sosial dengan orang lain, sehingga hal itu mampu menghidupkan
kembali semangat literasi, khususnya di kalangan generasi Z. Misalnya yaitu
mengikut kegiatan relawan dari Komunitas Buku Berjalan Chapter DIY. Kegiatan
ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa dengan melalui kegiatan membaca dan
berbagi pemikiran, seseorang akan mendapatkan pandangan baru serta pengetahuan
baru dari orang lain. Kegiatan diskusi buku ini, dilaksanakan di Desa Wonosari,
Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari minggu, 23 Oktober
2025.
Kegiatan
diskusi buku tersebut dilaksanakan setiap 2 bulan sekali pada akhir bulan.
Kegiatan semacam ini bukan hanya sebagai ajang untuk silahturahmi dari berbagai
komunitas dan masyarakat umum, melainkan sebagai ruang untuk berbagi ide dan
pengalaman seputar dunia literasi. Dimulai dengan pembukaan kemudian
dilanjutkan dengan ice breaking menggunakan game sederhana yaitu petak umpet.
Permainan ini sengaja dipilih karena bukan hanya sekedar nostalgia masa kecil,
tetapi juga untuk menjadi jembatan bagi para peserta dalam menjalin kedekatan. Setelah
permainan berakhir, dilanjutkan dengan sesi perkenalan antara peserta.
Masing-masing peserta mulai memperkenalkan diri dengan menyebutkan judul buku
yang mereka bawa serta alasan mengikuti kegiatan tersebut. Sesi ini menjadi
titik awal dimana muncul rasa ingin bagi antar sesama peserta untuk mendapatkan
insight baru dari buku yang telah mereka bawa.
Memasuki
sesi inti, yaitu sesi silent reading, suasana yang awalnya ramai berubah
menjadi hening namun penuh makna. Di bawah rindangnya gazebo, peserta tenggelam
dengan ceritanya masing-masing. Buku yang mereka bawa beragam, ada buku
fantasi, self improvement, buku Pelajaran, dan novel. Silent reading ini
bertujuan untuk memberikan ruang bagi para peserta untuk memahami lebih dalam
isi dari buku yang telah mereka bawa. Setelah selesai, acara dilanjutkan dengan
sharing dan diskusi. Peserta saling aktif bertanya dan menjawab terkait literasi
dan tidak hanya terbatas pada seputaran buku yang telah dibaca oleh peserta.
Dalam
sesi ini, narasumber kami merupakan seorang mahasiswa dan guru besar yang
berasal dari Universitas Toronto. Beliau berbagi cerita terkait seputar dunia
hukum, psikologi, serta pengalaman beliau selama menempuh Pendidikan Doctor of
Philosophy (PhD) dan Postdoctoral selama 2 tahun setelah menempuh Pendidikan
PhD. Selama beliau berbagi cerita pengalamannya di Amerika serta Kanada, Satu
hal yang patut diapresiasi dari beliau adalah keberhasilannya dalam menempuh
program Magister dengan skema double degree yang diselesaikan dalam
kurun waktu kurang dari dua tahun atau fast track. Bahkan beliau juga mengemukakan
beberapa filosofis salah satunya yaitu “Adaptability is not imitation.
It means power of resistance and assimilation” yang diadaptasi dari buku Adaptability not
imitation. Beliau menceritakan terkait bagaimana cara beliau bertahan di
negara orang lain dengan berbagai culture syok sekaligus bagaimana cara bertahan
di bawah tekanan dan kemampuan beradaptasi
yang diperlukan dalam menghadapi berbagai situasi yang tidak menyenangkan. Akan
tetapi, dalam praktiknya beliau berhasil keluar menjadi lulusan terbaik dan
tercepat.
Di
akhir sesi, yaitu sesi penutup di isi dengan foto bersama. Di sana, saya
mendapatkan satu kesempatan untuk bertemu sekaligus bertukar pikiran dengan
para peneliti lain dari berbagai latar belakang yang berbeda. Banyak sekali
arahan serta masukan yang beliau berikan kepada saya. Di mana pertemuan semacam
ini mampu membuka peluang serta kesempatan saya untuk memahami dunia akademik
secara mendalam. Harapan saya, semoga komunitas semacam ini tidak hanya akan
membangun kebiasaan yang telah lama ditinggalkan yaitu membaca buku tetapi juga
membangun dan memberikan pengalaman serta mempertemukan kita dengan orang-orang
professional di lain di bidangnya.
Ilustrasi foto
Daftar Pustaka
Manik,
B., Umam, W. K., Irawan, F., Veronica, M., Misnawati, M., Nurachmana, A., &
Christy, N. A. (2023). Taman Baca dan Belajar “Ransel Buku” sebagai aksi nyata
menumbuhkan kecintaan anak pada buku dan kegiatan literasi. Journal of
Student Research, 1(1), 141-158.
0 komentar:
Posting Komentar