11.1.26

Esai Prestasi 3 (Fitri_Reguler A)

 

Esai prestasi 3 Tembuk Chapter Jogja

Mata kuliah : Psikologi Inovasi

Dosen Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA

Fitri Novia Rizka (23310410057)

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

 

Di tengah hiruk pikuk kehidupan yang serba cepat, kegiatan membaca buku sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat terutama bagi anak-anak generasi Z. Mereka mulai beralih dari buku cetak ke media online seperti ebook. Akan tetapi, masih sangat minim anak generasi Z memiliki ketertarikan literasi, terkadang mereka lebih senang bermain game daripada harus membaca buku atau ebook. Tak jarang minat baca literasi khususnya di negara indonesia tergolong pada kategori yang rendah. Berdasarkan dari data the world’s most Literature Nations menunjukkan bahwa negara Indonesia berada di peringkat ke 60 dari 61 negara dalam kemampuan literasi. Selain itu, UNESCO (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) atau organisasi Pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan yang dibentuk oleh perserikatan bangsa-bangsa (PBB) memberikan posisi pada urutan kedua terendah dalam minat baca negara Indonesia (Manik, dkk, 2023).

Salah satu fakta menarik dari membaca buku secara fisik dibandingkan mmebaca lewat layar digital menunjukkan bahwa otak akan cenderung mendorong neurons untuk focus pada pemahaman dari setiap tulisan dan membaca buku cetak dapat meningkatkan retensi memori jangka panjang dibandingkan dengan membaca buku secara digital. Hal ini dikarenakan adanya interaksi taktil dan memori spasial dari buku cetak yang membantu memproses kognitif seserang dalam mengingat isi teks yang mereka baca. Sebaliknya, membaca secara digital cenderung menimbulkan efek lelah pada mata dan fakta lain juga mendukung bahwa membaca buku secara digital dapat mengurangi daya ingat seseorang karena adanya pengaruh dari sinar layar pada monitor (Manik, 2023).

Melihat berbagai fakta yang ada, bagi saya membaca buku tidak hanya sekedar tempat pelarian di kala sedang penat dengan rutinitas sehari-hari tetapi juga sebagai ruang untuk berinteraksi sosial dengan orang lain, sehingga hal itu mampu menghidupkan kembali semangat literasi, khususnya di kalangan generasi Z. Misalnya yaitu mengikut kegiatan relawan dari Komunitas Buku Berjalan Chapter DIY. Kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa dengan melalui kegiatan membaca dan berbagi pemikiran, seseorang akan mendapatkan pandangan baru serta pengetahuan baru dari orang lain. Kegiatan diskusi buku ini, dilaksanakan di Desa Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari minggu, 23 Oktober 2025.

Kegiatan diskusi buku tersebut dilaksanakan setiap 2 bulan sekali pada akhir bulan. Kegiatan semacam ini bukan hanya sebagai ajang untuk silahturahmi dari berbagai komunitas dan masyarakat umum, melainkan sebagai ruang untuk berbagi ide dan pengalaman seputar dunia literasi. Dimulai dengan pembukaan kemudian dilanjutkan dengan ice breaking menggunakan game sederhana yaitu petak umpet. Permainan ini sengaja dipilih karena bukan hanya sekedar nostalgia masa kecil, tetapi juga untuk menjadi jembatan bagi para peserta dalam menjalin kedekatan. Setelah permainan berakhir, dilanjutkan dengan sesi perkenalan antara peserta. Masing-masing peserta mulai memperkenalkan diri dengan menyebutkan judul buku yang mereka bawa serta alasan mengikuti kegiatan tersebut. Sesi ini menjadi titik awal dimana muncul rasa ingin bagi antar sesama peserta untuk mendapatkan insight baru dari buku yang telah mereka bawa.

Memasuki sesi inti, yaitu sesi silent reading, suasana yang awalnya ramai berubah menjadi hening namun penuh makna. Di bawah rindangnya gazebo, peserta tenggelam dengan ceritanya masing-masing. Buku yang mereka bawa beragam, ada buku fantasi, self improvement, buku Pelajaran, dan novel. Silent reading ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi para peserta untuk memahami lebih dalam isi dari buku yang telah mereka bawa. Setelah selesai, acara dilanjutkan dengan sharing dan diskusi. Peserta saling aktif bertanya dan menjawab terkait literasi dan tidak hanya terbatas pada seputaran buku yang telah dibaca oleh peserta.

Dalam sesi ini, narasumber kami merupakan seorang mahasiswa dan guru besar yang berasal dari Universitas Toronto. Beliau berbagi cerita terkait seputar dunia hukum, psikologi, serta pengalaman beliau selama menempuh Pendidikan Doctor of Philosophy (PhD) dan Postdoctoral selama 2 tahun setelah menempuh Pendidikan PhD. Selama beliau berbagi cerita pengalamannya di Amerika serta Kanada, Satu hal yang patut diapresiasi dari beliau adalah keberhasilannya dalam menempuh program Magister dengan skema double degree yang diselesaikan dalam kurun waktu kurang dari dua tahun atau fast track. Bahkan beliau juga mengemukakan beberapa filosofis salah satunya yaitu “Adaptability is not imitation. It means power of resistance and assimilation” yang diadaptasi dari buku Adaptability not imitation. Beliau menceritakan terkait bagaimana cara beliau bertahan di negara orang lain dengan berbagai culture syok sekaligus bagaimana cara bertahan di  bawah tekanan dan kemampuan beradaptasi yang diperlukan dalam menghadapi berbagai situasi yang tidak menyenangkan. Akan tetapi, dalam praktiknya beliau berhasil keluar menjadi lulusan terbaik dan tercepat.

Di akhir sesi, yaitu sesi penutup di isi dengan foto bersama. Di sana, saya mendapatkan satu kesempatan untuk bertemu sekaligus bertukar pikiran dengan para peneliti lain dari berbagai latar belakang yang berbeda. Banyak sekali arahan serta masukan yang beliau berikan kepada saya. Di mana pertemuan semacam ini mampu membuka peluang serta kesempatan saya untuk memahami dunia akademik secara mendalam. Harapan saya, semoga komunitas semacam ini tidak hanya akan membangun kebiasaan yang telah lama ditinggalkan yaitu membaca buku tetapi juga membangun dan memberikan pengalaman serta mempertemukan kita dengan orang-orang professional di lain di bidangnya.

 

 

Ilustrasi foto






Daftar Pustaka

Manik, B., Umam, W. K., Irawan, F., Veronica, M., Misnawati, M., Nurachmana, A., & Christy, N. A. (2023). Taman Baca dan Belajar “Ransel Buku” sebagai aksi nyata menumbuhkan kecintaan anak pada buku dan kegiatan literasi. Journal of Student Research1(1), 141-158.

 

 

 

0 komentar:

Posting Komentar