11.1.26

ESSAI 9 - UJIAN AKHIR SEMESTER

UJIAN AKHIR SEMESTER

                                                 

                                                 Nama                      : Ranggi Yoga Soraya

                                            Nim                         : 23310410045

                                            Mata Kuliah            : Psikologi Inovasi

                                            Tugas ke 9             : Ujian Akhir Semester

                                            Dosen Pengampu  : Dr., Dra. Arundati Shinta. MA.



Fakultas Psikologi
Program Studi Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta 2025


Semangat Berprestasi, Keberuntungan, dan Pembentukan Karakter Entrepreneur

Sebagai seorang mahasiswa yang sedang belajar memahami dunia kewirausahaan, saya melihat bahwa karakteristik paling menonjol dari seorang entrepreneur memang terletak pada semangat berprestasi atau need for achievement (n Aff). Konsep ini terasa sangat relevan dengan realitas yang saya amati, baik di lingkungan akademik maupun dalam kehidupan sehari-hari. Seorang entrepreneur tidak sekadar ingin berhasil, tetapi memiliki dorongan internal yang kuat untuk melakukan sesuatu dengan sebaik mungkin dan melampaui standar rata-rata.

Pemikiran Gregor McDouglas tentang n Aff menurut saya sangat masuk akal. Dorongan berprestasi muncul ketika seseorang menetapkan tujuan yang seimbang dengan kemampuannya, tidak terlalu mudah, tetapi juga tidak terlalu sulit. Dalam pengalaman pribadi sebagai mahasiswa, ketika tugas atau target terasa terlalu ringan, motivasi cenderung menurun karena tidak ada tantangan. Sebaliknya, jika target terasa jauh di luar kemampuan, rasa takut gagal justru muncul sebelum usaha dimulai. Oleh karena itu, penetapan tujuan yang menantang namun realistis menjadi kunci dalam membangun kepercayaan diri dan ketekunan, nilai yang sangat penting bagi seorang entrepreneur.

Hal yang menarik bagi saya adalah gagasan bahwa n Aff sebenarnya bisa dilatih. McDouglas menekankan pentingnya membiasakan diri menulis hal-hal positif dan kompetitif. Jika dipikirkan lebih jauh, kegiatan akademik seperti mengikuti lomba menulis, kompetisi esai, atau diskusi ilmiah sebenarnya sudah menjadi sarana pelatihan mental berprestasi. Saya sendiri merasakan bahwa keterlibatan dalam kompetisi membuat saya lebih disiplin, reflektif, dan berani mengukur kemampuan diri. Ini menunjukkan bahwa jiwa entrepreneur tidak selalu lahir secara alami, tetapi dapat dibentuk melalui proses yang konsisten.

Keterkaitan antara dorongan berprestasi dan konsep keberuntungan dalam kasus The Crocodile River juga memberikan perspektif baru bagi saya. Tokoh Ruben digambarkan sebagai individu yang “beruntung”, namun keberuntungannya bukan sesuatu yang bersifat kebetulan. Dalam teori Robert Wiseman, keberuntungan justru merupakan hasil dari sikap dan kebiasaan tertentu. Empat faktor penentu keberuntungan. bergaul dengan orang sukses, fokus mengembangkan diri, berpikir positif terhadap musibah, dan kejelian dalam mengambil keputusan, menunjukkan bahwa keberuntungan dapat diciptakan.

Namun, secara personal, saya melihat sisi yang cukup kontroversial dalam sikap Ruben, khususnya keputusannya untuk tidak menolong Lorena. Dari sudut pandang psikologi dan etika sosial, keputusan tersebut bisa dipahami sebagai bentuk self-protection, tetapi juga menimbulkan pertanyaan moral. Apakah menjadi entrepreneur berarti harus selalu mengutamakan diri sendiri? Bagi saya, menjadi individu berprestasi dan “beruntung” seharusnya tetap disertai dengan empati dan tanggung jawab sosial, meskipun dalam batas yang sehat.

Praktik meditasi yang dilakukan Ruben juga menarik perhatian saya. Meditasi pada dasarnya membantu individu meningkatkan kesadaran diri dan kepekaan dalam mengambil keputusan. Dalam konteks mahasiswa dan calon entrepreneur, hal ini relevan dengan kebutuhan untuk berpikir jernih, tidak impulsif, dan mampu membaca peluang secara lebih mendalam. Keputusan yang tepat sering kali lahir dari proses refleksi, bukan reaksi spontan.

Secara keseluruhan, saya sepakat bahwa semangat berprestasi (n Aff) merupakan fondasi penting bagi seorang entrepreneur, dan keberuntungan bukanlah sesuatu yang datang begitu saja. Keduanya dapat dibentuk melalui kebiasaan, lingkungan, dan pola pikir yang tepat. Bagi saya sebagai mahasiswa, teori-teori ini menjadi pengingat bahwa proses pengembangan diri, baik melalui kompetisi, refleksi diri, maupun interaksi dengan lingkungan positif adalah investasi jangka panjang untuk masa depan, bukan hanya untuk menjadi sukses, tetapi juga menjadi pribadi yang lebih matang dan sadar arah hidup.

Daftar Pustaka

Harper, D. (1984). The Crocodile River. London: Routledge & Kegan Paul.

McClelland, D. C. (1961). The Achieving Society. Princeton, NJ: Van Nostrand.

McClelland, D. C. (1987). Human Motivation. Cambridge: Cambridge University Press.

Wiseman, R. (2003). The Luck Factor. London: Century.

0 komentar:

Posting Komentar