11.1.26

ESAI 9 - UJIAN AKHIR SEMESTER

 

UJIAN AKHIR SEMESTER

Mata Kuliah: Psikologi Inovasi

Dosen Pengampu: Dr. Dra. Arundati Shinta, M.A.




Nurul Faidah (23310410069)

Fakultas Psikologi

                                                    Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta 


Menurut saya, karakteristik paling menonjol dari seorang entrepreneur memang terletak pada dorongan berprestasi atau need for achievement (nAff). Dorongan ini membuat seseorang tidak sekadar ingin berhasil, tetapi ingin berhasil melalui usaha terbaiknya. Saya melihat bahwa nAff berkaitan erat dengan cara individu menetapkan tujuan hidupnya. Tujuan yang menantang namun masih sesuai dengan kemampuan akan memunculkan rasa percaya diri dan semangat untuk berusaha. Sebaliknya, tujuan yang terlalu mudah tidak memberikan kepuasan psikologis, sedangkan tujuan yang terlalu sulit justru dapat membuat individu menyerah bahkan sebelum mencoba.

Pandangan Gregor McDouglas mengenai nAff menurut saya relevan dengan kondisi saat ini, terutama bagi calon entrepreneur dan mahasiswa. Menariknya, nAff tidak dianggap sebagai sifat bawaan semata, tetapi dapat dilatih melalui kebiasaan berpikir positif dan kompetitif. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan bukan hanya milik orang-orang tertentu, melainkan dapat dibangun melalui proses. Menurut saya, latihan menulis refleksi, mengikuti kompetisi, dan berani mengevaluasi diri adalah bentuk nyata dari upaya melatih nAff dalam kehidupan sehari-hari.

Keterkaitan antara nAff dan keberuntungan terlihat jelas dalam kasus Ruben pada The Crocodile River (Harper, 1984). Ruben digambarkan sebagai individu yang perilakunya sesuai dengan teori keberuntungan Robert Wiseman. Jika dilihat lebih dalam, saya berpendapat bahwa keberuntungan Ruben bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba, melainkan hasil dari pilihan hidup yang ia buat secara sadar. Ruben memilih untuk bergaul dengan orang-orang yang produktif dan menjauh dari individu yang penuh masalah seperti Lorena. Dari sudut pandang pribadi saya, sikap ini dapat dipahami sebagai usaha menjaga fokus dan kestabilan diri.

Selain itu, Ruben juga menunjukkan faktor kedua keberuntungan Wiseman, yaitu rajin mengembangkan keterampilan diri. Ia memilih untuk fokus pada persoalannya sendiri dan tidak terlibat dalam urusan orang lain. Menurut saya, sikap ini mencerminkan kemampuan mengelola diri (self-regulation) yang baik. Ruben memahami batasannya dan tidak membiarkan energi psikologisnya terkuras oleh masalah eksternal yang tidak berkaitan langsung dengan tujuannya.

Faktor ketiga, yaitu kemampuan melihat sisi positif dari musibah, juga terlihat dari cara Ruben menghindari potensi masalah sebelum benar-benar terjadi. Ia melakukan pencegahan agar tidak terjebak dalam situasi yang berisiko. Saya melihat hal ini sebagai bentuk pemikiran antisipatif yang sering dimiliki oleh individu dengan nAff tinggi. Ruben tidak menunggu masalah datang, tetapi mengambil langkah agar hidupnya tetap terkendali.

Faktor keempat adalah kejelian dalam mengambil keputusan, yang digambarkan melalui kebiasaan Ruben bermeditasi pada dini hari. Menurut saya, meditasi ini bukan sekadar aktivitas spiritual, tetapi simbol dari refleksi diri yang mendalam. Dengan refleksi tersebut, Ruben mampu lebih peka dalam menentukan arah hidupnya dan mengambil keputusan yang paling tepat bagi dirinya.

Namun demikian, saya juga menilai bahwa perilaku Ruben tidak sepenuhnya bebas dari kritik. Menghindari orang bermasalah seperti Lorena memang dapat melindungi diri dari stres, tetapi jika dilakukan secara berlebihan, hal ini berpotensi mengurangi empati sosial. Menurut saya, teori keberuntungan Wiseman cenderung menekankan tanggung jawab individu secara berlebihan dan kurang mempertimbangkan nilai kepedulian sosial.

Secara keseluruhan, saya berpendapat bahwa keberuntungan bukanlah faktor kebetulan semata, melainkan hasil dari motivasi berprestasi, pengambilan keputusan yang sadar, dan kemampuan mengelola diri serta lingkungan. Ruben terlihat beruntung, tetapi keberuntungannya adalah hasil dari strategi hidup yang ia bangun sendiri.


0 komentar:

Posting Komentar