11.1.26

Esai-9 UAS Psikologi Inovasi Kelas A

 

Nama: Chevani Irvine

Nim: 25310420010

Mata Kuliah: UAS Psikologi Inovasi (kelas A)

Dosen pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta. MA.


Bidang entrepreneurship kerap dianggap sebagai suatu kesamaan antara kerja keras dan keberuntungan. Dari contoh soal tersebut membuat perspektif bahwa keberhasilan bukanlah suatu kebetulan, tetapi hasil dari konstruksi mental dan perilaku yang terukur. Analisis konsep Need For Achievement(n-Ach) dan teori keberuntungan Richard Wiseman, dimana seorang entrepreneur suskes adalah mereka yang mampu berambisi serta menavigasi realitas secara terencana.

konsep dorongan berprestasi atau Need for Achievement (sering disingkat n-Ach, bukan n-Aff yang biasanya merujuk pada Need for Affiliation) dipopulerkan oleh David McClelland dari Harvard University. Inti dari teori terletak pada pemilihan Tingkat tantangan, seorang entrepreneur tidak mencari jalan yang mudah tetapi juga tidak mengejar kemustahilan. Mereka aktif pada tahap perkembangan. Sehingga menciptakan rasa percaya diri yang objektif. Tantangan yang terkendali menjadikan motivasi dan akan memberikan kepuasan ketika berhasil di taklukan.

Dalam penelitiannya McClelland membuktikan bahwa n-Ach bukanlah sifat bawaan melainkan ketrampilan yang dapat dilatih. Seperti praktik menulis hal hal yang positif dan kompetitif merupakan bentuk stimulisi kognitif agar otak selalu berfokus pada solusi dan keunggulan. Dengan membiasakan diri dengan berpikir kognitif secara positif, sesorang secara tidak sadar sedang meningkatkan focus peluangnya.

Motivasi berprestasi dengan keberuntungan di dalam kasus Crocodile River melalui tokoh Ruben, ditegaskan bahwa keberuntungan adalah analisis perilaku. Didalam teori Richard Wiseman, orang yang beruntung menciptakan keberuntungannya sendiri melalui empat pilar utama. Keputusan Ruben membatasi interaksi dengan Lorena sebagai tokoh sumber masalah. Dalam dunia entrepreneur energi adalah sumber daya terbatas, bergaul dengan orang suskes bukanlah suatu masalah status, tetapi upaya  mempelajari ekosistem  yang mendukung pertumbuhan.

Tingkat kepekaan yang diasah Ruben melalui meditasi pada dini hari menunjukkan pentingnya kejernihan mental dalam pengambilan keputusan. Entrepreneur yang sukses sering kali memiliki kepekaan untuk melihat kesempatan di tengah gangguan  informasi. Meditasi atau refleksi mendalam membantu seseorang memisahkan antara distorsi emosional dan realitas peluang. Yang  sesuai dengan faktor keempat Wiseman, di mana kejelian memutuskan sesuatu sering kali datang dari ketenangan batin, bukan ketergesaan.

Namun, sebagai studi kasus, interpretasi terhadap perilaku Ruben harus diletakkan dalam konteks profesionalitas. Meskipun menghindari "orang bermasalah" dapat menjauhkan kita dari nasib buruk, seorang entrepreneur juga dituntut untuk memiliki tanggung jawab sosial. Keberuntungan yang berkelanjutan biasanya lahir dari keseimbangan antara kepentingan pribadi (n-Ach) dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sosial secara bijak.

Secara keseluruhan, konsep masalah ini  menunjukkan bahwa kewirausahaan adalah sebuah disiplin mental. Keberuntungan hanyalah nama lain dari kesiapan yang bertemu dengan peluang. Dengan melatih dorongan berprestasi melalui tulisan dan kompetisi, serta menerapkan pilar-pilar keberuntungan Wiseman, seperti pemilihan lingkar sosial, fokus pada pengembangan diri, ketangguhan mental, dan ketajaman intuisi, apa pun dapat mengonstruksi jalan hidup yang lebih sukses dan beruntung.

 

Daftar Pustaka

Harper, M. (1984). Small Business in the Third World: Guidelines for Practical Assistance. Wiley.

McClelland, D. C., & Winter, D. G. (1969). Motivating Economic Achievement. New York: Free Press.

Wiseman, R. (2003). The Luck Factor: The Scientific Study of the Lucky Mind. London: Century.

 

 

0 komentar:

Posting Komentar