11.1.26

ESSAI 9 - UJIAN AKHIR SEMESTER PSIKOLOGI INOVASI

 Tugas Essai 9    :    Ujian Akhir Semester

Mata Kuliah    :    Psikologi Inovasi

Dosen Pengampu    :    Dr.Dra. Arundati Shinta, MA



Raihan Arridho Multazam
(23310410098)

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


Dorongan berprestasi atau need for achievement (nAch) adalah ciri utama pengusaha sukses/enterpreneur. Dalam konteks kewirausahaan, Need for Achievement adalah motif yang mendorong seseorang untuk menjalankan aktivitas kewirausahaan. Wirausahawan memiliki kebutuhan akan Need for Achiement yang tinggi sehingga dapat mendorong mereka untuk berusaha keras memenuhi kebutuhan tersebut melalui kesuksesan dalam berbisnis. Berwirausaha merupakan proses yang kompleks karena selain memerlukan modal, pengetahuan dan ketekunan, untuk berwirausaha juga memerlukan pengabdian emosional. Pengabdian tersebut mengacu pada semangat, ketahanan, dan kepercayaan diri. Need for Achiement membuat pelaku berwirausaha mau bertindak demi mensukseskan bisnisnya. Beberapa penelitian menemukan bahwa Need for Achiement merupakan esensi penting yang mempengaruhi Minat berwirausaha dikalangan individu umum, khususnya pada mahasiswa (Kusumawijaya dalam (Anisa Siti Zahra, 2024).

Menurut Embi dalam (Wahyu Eko Saputro, 2023) need for achievement adalah faktor dari dalam diri seseorang yang telah lama diusulkan untuk menjadi faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha. Faktor ini memiliki asumsi bahwa keinginan untuk sukses merupakan ciri seorang yang memiliki need for achievement tinggi dan hasilnya   memiliki   kecenderungan untuk   menjadi   seorang   pengusaha   atau entrepreneur (Koh dalam (Wahyu Eko Saputro, 2023). Menurut Karabulut dalam (Wahyu Eko Saputro, 2023) need for achievement diartikan sebagaikeinginan dan ambisi yang dimiliki seseorang untuk meraih kesuksesan.  Menurut Karimi dalam (Wahyu Eko Saputro, 2023) Individu dengan need for achievement tinggi cenderung pekerja keras, gigih dan bertekad. Individu tersebut cenderung merasa lebih mampu, tampil lebih baik dan memiliki kemampuan yang lebih tinggi untuk menang dalam keadaan sulit daripada individu dengan need for achievementrendah. Nastiti dalam (Wahyu Eko Saputro, 2023) menyatakan bahwa seseorang dengan need for achievement tinggi memiliki minat yang tinggi dan memiliki kesungguhan dalam mencapai hal yang diinginkan.  Minat inilah yang dijadikan   dasar   acuan   keterkaitan   antara need   for   achievementdan   minat berwirausaha. Penelitian oleh Ermawati dkk dalam (Wahyu Eko Saputro, 2023) need for achievement mempunyai pengaruh sebesar 21,9% terhadap minat menjadi wirausaha.  Penelitian Karabulut dalam (Wahyu Eko Saputro, 2023)menyatakan bahwa need for achievement memiliki pengaruh positif kepadaminat berwirausaha karena seseorang yang memiliki need for achievement tinggi ingin membuktikan bahwa dirinya bisa menjadi wirausaha yang sukses.  Berbeda dengan penelitian Saral dalam (Wahyu Eko Saputro, 2023) need for achievement tidak berpengaruh kepada minat berwirausaha.

Pada pertanyaan entrepreneur harus hindari "orang bermasalah seperti Lorena" (faktor Wiseman), tapi menurut teori McClelland keseimbangan tiga kebutuhan: nAch (prestasi), nPower (kekuasaan), dan nAffiliation (afiliasi sosial). McClelland menyatakan bahwa kebutuhan akan kekuasaan sangat berhubungan   dengan   kebutuhan   untuk meraihsuatu   posisi kekuasan   atau kepemimpinan. Terakhir adalah kebutuhan untuk berafiliasi atau bersahabat (n-affil).  Kebutuhan ini merupakan hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain.  Individu yang mempunyai kebutuhan afilias yang tinggi   umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi (Sipakoly, 2019). Terlalu cuek dengan orang lain justru akan mengurangi (nAffiliation) yang penting seorang wirausaha untuk membangun dan membuat jaringan bisnisnya menjadi lebih besar dan luas

Solusinya untuk meningkatkan (nAffiliation) perbanyak mengikuti kegiatan komunitas profesional (seminar kampus, workshop kepenulisan, atau forum entrepreneur muda).


Daftar Pustaka

Anisa Siti Zahra, Y. N. (2024, November 3). PENGARUH KEPRIBADIAN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA: STUDI PADA INNOVATIVENESS, ENTREPRENEURIAL ALERTNESS, DAN NEED FOR ACHIEVEMENT PADA MAHASISWA ADMINISTRASI BISNIS UNIVERSITAS TELKOM. EKUILNOMI: Jurnal Ekonomi Pembangunan, 6, 710-718. doi:https://doi.org/10.36985/kft4vs68

Sipakoly, S. (2019, Desember 30). UPAYA MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN PADA MAHASISWA JURUSAN AKUNTANSI POLITEKNIK NEGERI AMBON DALAM PERSPEKTIF MOTIVASI DAVID MC CLELLAND. INTELEKTIVA : JURNAL EKONOMI,SOSIAL & HUMANIORA, 1(Vol 1 No 05 (2019): INTELEKTIVA : Jurnal Ekonomi, Sosial dan Humaniora E-ISSN 2686-5661), 1-7. Retrieved from https://www.jurnalintelektiva.com/index.php/jurnal/article/view/48/32

Wahyu Eko Saputro, B. W. (2023, Januari). PENGARUH PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN, NEED FOR ACHIEVEMENT, DAN INTERNAL LOCUS OF CONTROL TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA SISWA SMK NEGERI 1 SUKOHARJO. Oikos: Jurnal Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi, VII, 11-29. Retrieved from https://journal.unpas.ac.id/index.php/oikos/article/view/6229/2627

 


0 komentar:

Posting Komentar