TUGAS ESAI 9
UJIAN AKHIR SEMESTER
MATA KULIAH PSIKOLOGI INOVASI
Nama : Gladys Melisande Renata
Nim : 23310410015
Kelas : Reguler 23
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA
PROGRAM STUDI PSIKOLOGI
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
TAHUN 2026
Salah satu ciri paling menonjol dari seorang entrepreneur adalah dorongan kuat untuk berprestasi atau need for achievement (n Aff). Individu dengan karakter ini memiliki keinginan besar untuk mencapai hasil terbaik melalui usaha yang sungguh-sungguh. Mereka tidak bekerja secara asal, melainkan menetapkan tujuan yang jelas dan menantang sesuai dengan kemampuan diri. Tujuan yang tepat akan menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus motivasi untuk terus berkembang.
Permasalahan yang kerap terjadi adalah kesalahan dalam menentukan target hidup. Tujuan yang terlalu mudah membuat individu cepat puas dan kehilangan semangat karena tidak ada tantangan berarti. Sebaliknya, tujuan yang terlalu sulit sering kali menimbulkan kecemasan dan rasa tidak mampu, bahkan sebelum usaha dimulai. Akibatnya, potensi n Aff yang seharusnya dapat mendorong kesuksesan justru tidak berkembang. Kondisi ini sering dialami oleh individu yang belum memahami kapasitas dirinya secara realistis.
Gregor McDouglas menjelaskan bahwa dorongan berprestasi sebenarnya bukan sifat bawaan semata, melainkan dapat dilatih. Salah satu caranya adalah membiasakan diri menuliskan pikiran positif dan mengikuti aktivitas yang bersifat kompetitif. Proses ini melatih individu untuk terbiasa menghadapi tantangan dan mengevaluasi kemampuannya secara objektif. Dengan latihan yang konsisten, seseorang akan semakin berani menetapkan tujuan yang lebih tinggi namun tetap terjangkau.
Konsep ini tercermin dalam tokoh Ruben pada kisah The Crocodile River (Harper, 1984). Ruben menunjukkan perilaku yang sejalan dengan teori keberuntungan Robert Wiseman. Ia memilih untuk bergaul dengan lingkungan yang mendukung kemajuan dirinya dan tidak terjebak dalam permasalahan orang lain yang bersifat destruktif, seperti yang dialami Lorena. Sikap ini menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kerja keras, tetapi juga oleh kemampuan memilih lingkungan sosial yang tepat.
Dari sudut pandang psikologi, keputusan Ruben untuk tidak terlibat dalam masalah Lorena bukanlah tindakan egois. Ia justru menunjukkan kemampuan mengelola diri dan fokus pada tujuan hidupnya. Individu dengan n Aff tinggi umumnya mampu membedakan antara empati yang sehat dan keterlibatan emosional yang berlebihan. Terlalu larut dalam masalah orang lain dapat menguras energi mental dan menghambat pencapaian pribadi.
Selain itu, Ruben juga mampu melihat sisi positif dari potensi musibah yang ada. Ia memilih melakukan pencegahan daripada mengambil risiko yang tidak perlu. Hal ini mencerminkan faktor ketiga teori Wiseman, yaitu kemampuan memaknai kejadian negatif secara konstruktif. Kebiasaan Ruben bermeditasi di waktu dini hari juga menunjukkan upaya sadar untuk melatih kepekaan diri dalam mengambil keputusan penting. Dalam psikologi, refleksi diri semacam ini membantu individu menjadi lebih tenang, fokus, dan bijaksana.
Solusi yang dapat diambil dari pembahasan ini adalah pentingnya melatih dorongan berprestasi secara berkelanjutan. Individu perlu belajar menetapkan tujuan yang menantang namun realistis, membangun lingkungan yang positif, serta mengasah kemampuan refleksi diri. Dengan demikian, keberuntungan bukan lagi sesuatu yang kebetulan, melainkan hasil dari sikap, kebiasaan, dan keputusan yang terus dilatih secara sadar.
Daftar Pustaka :
Harper, R. (1984). The Crocodile River. London: Harper Publishing.
Wiseman, R. (2003). The Luck Factor. London: Random House.
McClelland, D. C. (1961). The Achieving Society. Princeton: Van Nostrand.

0 komentar:
Posting Komentar