ESSAI 7 - PSIKOLOGI INOVASI
PRESTASI MEMBANGGAKAN
Dr, Arundati Shinta, M.A
Tahun 2016 saat saya masih duduk di bangku kelas 5 SD, saya membuat satu
keputusan dengan alasan receh tapi sampai sekarang masih dapat saya banggakan. Saat
itu teman saya mngikuti beladiri taekwondo, dan setelah mereka 2 minggu
mengikuti, saya meminta pada orang tua saya yang ternyata juga mereka memnag
akan menawarkan saya untuk mengikuti taekwondo juga pada saat itu, karena
melihat temna teman saya yang mengikutinya.
Hari itu siang sepulang sekolah saya berbicara pada ibu saya di motor bahwa
teman teman saya banyak yang mengikuti kegiatan taekwondo, jadi saya juga ingin
mengikuti takewondo, dan ternyata ibu saya juga sudah sempat mengobrol dengan
ibu teman saya yang juga dia ikut taekwondo, dan orang tua saya mengizinkan,
tapi dengansyarat harus tetap bisa membagi waktu, karena pada saat itu juga
saya memenag sudah banyak mengikuti kegiatan baik di sekolah maupun luar
sekolah.
Hari berhari berlalu, sampai disatu hari Sabuem (pelatih) saya menawarkan
pada saya untuk mengikuti POPDA tingkat kabupaten, selesai latihan ibu saya
jemput dan pelatih saya berbicara juga pada ibu saya, ibu saya pun menyetujui. Sejak
hari itu jadwal latitan saya bertambha, yang biasanya hanya hanya hari senin
dan jumat sore saja, sekarang ditambah minggu pagi untuk latihan gabungan. Saat
hari H Popda saya beraangkat di antar orang tua saya, karna saat itu adalah
hari sabtu, jadi pagi harinya saya dan teman teman saya yang juga mengikuti POPDA
bersangkat ke sekolah dahulu untuk pamit pada wali kelas kami.tidak pernah menyangka
jika saya akan menang walau hanya tingkat kabupaten saja, tapi orang tua dan
wali kelas saya tetap bangga dan berpesan teruskan perjuangan ini.
Setelah popda tingkat kabupaten berlalu beberapa bulan kemudian Sabuem saya
berbicara lagi pada saya untuk mengikuti Karisidenan se-Jawa Bali, pulangnya
saya berbicara pada orang tua sayadab mereka mengizinkan. Sejak hari itu juga
latihan saya kembali di tambah pada hari minggu pagi. Saya dan tim berangkat bersama
pelatih kami menggunakan mobil beliau menuju solo, saat ampai di solo, kami
berhenti makan dan cek lokasi dahulu, setelah itu kami istirahat di hotel. Saat
itu pelatih saya sudah mewanti wanti untuk jangan dahulu minum es dahulu sebelum
selesai pertandingan.
Karena jadwal pertandingan keluar dan melihat jam berapa saya tanding, saya
memiliki kesempatan untuk jalan jalan dahulu di sekitar gor, saat itu saya
bertemu teman ibu saya yang teryata memang sedang mencari saya, karna kebetulan
anak beliau juga sedang mengikuti lomba juga, tapi kami memang beda kwarcab
atau tempat berlatih, saat itu banyak para pedagang yang menjual gumshield atau
pelindung mulut dan gigi, karna itu adalah pengalaman pertama saya mengikuti
lomba yang sangat profesional jadi orang tua saya meminta saya untuk membeli
gumshield tadi dengan di pinjamkan uang oleh teman ibu saya tadi, karna saat
itu tidak bisa keluar untuk mengambil uang di ATM, dan sabeum saya juga sedang
menemani teman saya lain yang akan bertanding.
Saat sudah dekat jam saya untuk tandi sabeum saya meminta saya untuk
ketempat perssiapan, untuk cek alat pengaman dan sedikit persiapan. Pertandingan
pun dimulai, karna itu adlah pengalaman pertama saya ikut tanding ynag di
tonton sangat banyak orang saya masih grogi di awal jadi beberapa aklai saya
kena serang, pertandingan terus berlanjut, sampai waktu habis, dan saat itu
saya kalah, karna memang saya masih sabuk hijau disitu yang terbilang cukup
baru, jadi saya kalah.
Saat saya keluar area pertandingan dan Kembali ke tempat persiapan sabeum
saya berkata tidak apa apa, kamu harus lebih giat latihan dan terus coba
banyak kesempatan lainnya, tapi saat kelas 8 SMP karna satu dan lain hal
akhirnya saya memilih untuk stop latihan terlebih dahulu, tapi ternyata sampai
hari ini saya belum ada kesempatan lagi untuk melanjutkan latihan.
LINK VIDEO : https://youtu.be/pYnDj6kbX6M?si=kEDIEsewID5vnksq


0 komentar:
Posting Komentar