Tugas
: Esai 4 Berperilaku Inovatif
Mata
kuliah : Psikologi Inovasi (buat kerajinan tgn)
Dosen
Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA
Fitri
Novia Rizka (23310410057)
Fakultas
Psikologi
Universitas
Proklamasi 45 Yogyakarta
Limbah plastik menjadi salah satu masalah terbesar secara global yang memerlukan solusi kreatif dan berkelanjutan. Hal ini selaras dengan data yang diperoleh dari World Bank (2020) melaporkan bahwa Indonesia menempati peringkat ke 5 sebagai negara penghasil sampah terbesar di dunia dengan timbunan sampah sebanyak 65,2 juta ton. Berdasarkan dari data tersebut, terakumulasikan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghasilkan timbunan sampah sebesar 1.454,94 ton/hari atau 531.052,46 ton/tahun (Pambudi, 2025).
Pertumbuhan
konsumsi plastik di berbagai sektor sering kali menyebabkan peningkatan limbah
plastik, termasuk galon air mineral. Sampah plastik yang dihasilkan tidak
terkelola dengan baik sehingga menjadi penyebab pencemaran lingkungan, baik
secara darat ataupun laut. Salah satu cara yang dapat diterapkan yaitu dengan
mendaur ulang kembali sampah tersebut menjadi sebuah produk kerajinan yang
bernilai jual tinggi. Berdasarkan dari beberapa penelitian menunjukkan
pemanfaatan limbah galon bekas dapat dilakukan dengan pendekatan teknik reduce,
reuse, dan recycle (Nurhalizah & Nirawati, 2023). Teknik ini bertujuan
untuk menghasilkan produk rumah tangga yang berguna seperti pot bunga,
keranjang buah, tempat sampah, toples, dll. Limbah galon yang sudah dibersihkan
dapat dipotong dan dianyam menjadi bentuk keranjang yang ekonomis dan estetis
dengan memberikan sentuhan warna serta pola yang menarik, sekaligus untuk mengurangi
volume pada limbah plastik di lingkungan (Hasanah, 2025).
Proses
mendaur ulang sampah menjadi sebuah kerajinan yang bernilai tinggi membutuhkan
tahapan secara tersktruktur. Teknik pembuatan tersebut meliputi pemotongan
galon menjadi lembaran dan strip, kemudian dilakukan anyaman yang kuat
menggunakan tali atau plastik tambahan, disusul proses finishing dengan
pemberian cat ramah lingkungan yang juga meningkatkan daya tahan dan keindahan
produk. Desain keranjang disesuaikan agar tidak hanya berfungsi sebagai wadah
belanja tetapi juga menarik secara visual, sehingga akan menjadikannya produk
yang diminati oleh konsumen (Sudarno, 2021).
Meskipun
kerajinan menjadi salah satu solusi yang saat ini dapat ditawarkan dalam
mengurangi sampah plastik, akan tetapi mengubah sampah menjadi sebuah kerajinan
tidaklah mudah. Diperlukan adanya penguasaan teknik dalam memodifikasi produk
sehingga produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang kuat dan tahan lama (Nurhalizah
dan Nirawati, 2023). Dalam hal ini, pengelola kerajinan akan mengalami
tantangan yang cukup besar apabila pelaku kerajinan tidak memiliki kemampuan
kreativitas serta keterampilan dalam memodifikasi produk sampah. Selain itu,
beberapa masyarakat enggan untuk mendaur ulang sampah dikarenakan masih
maraknya stigma yang mengatakan bahwa sampah merupakan produk yang tidak
higenis, tidak menarik, dan tidak tahan lama. Tantangan semacam inilah yang
diperlukan untuk pelaku pengrajin dengan memberikan pelatihan khusus bagi pelaku pengrajin sampah
agar dapat menciptakan inovasi kerajinan yang shanya mengurangi pencemaran
sampah plastik tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif bagi pengrajin
lokal. Pelatihan dan sosialisasi pembuatan kerajinan dari galon bekas berperan
penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah dan
kemandirian ekonomi berbasis limbah (Hasanah, 2025).
Harapannya
dari adanya kegiatan modifikasi limbah plastik menjadi produk bernilai tinggi
akan memberikan manfaat serta mendorong msayarakat untuk tidak hanya sekadar
menilai sampah plastik sebagai produk yang kumuh dan tidak berharga tetapi juga
mengubah sudut pandang masyarakat dalam menilai sampah sehingga hal ini dapat
mengurangi masyarakat untuk menciptakan sampah plastik dengan mengubah sampah
serta meminimalisir penggunaan sampah plastik di lingkungan kita sehari-hari.
Ilustrasi foto

https://www.instagram.com/p/DTXVwVXk865/?igsh=aTF0cGpzZmU1bWVy
Daftar pustaka
Hasanah,
A. N. (2025). Pemanfaatan Galon Bekas sebagai Wadah Sampah. Jurnal Senama.
Nurhalizah,
L., & Nirawati, L. (2023). Menciptakan Usaha Baru Melalui Pelatihan
Pembuatan Tempat Sampah dan Pot Bunga Dari Galon Bekas. Jurnal Pengabdian
Masyarakat Sains dan Teknologi.
Pambudi,
P. A. (2025). Menuju Transformasi Pengelolaan Sampah di Yogyakarta: Solusi
Berkelanjutan Melalui Kolaborasi Multi-Stakeholder. Pangripta Sembada:
Jurnal Perencanaan Pembangunan, 2(1), 17-32.
Sudarno,
(2021). Pengolahan Sampah Plastik dengan Daur Ulang. Journal of Environmental
Science.
0 komentar:
Posting Komentar