11.1.26

Essai 4 Berperilaku Inovatif (Fitri_Reguler A)

 

Tugas : Esai 4 Berperilaku Inovatif

Mata kuliah : Psikologi Inovasi (buat kerajinan tgn)

Dosen Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA

Fitri Novia Rizka (23310410057)

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

 

            Limbah plastik menjadi salah satu masalah terbesar secara global yang memerlukan solusi kreatif dan berkelanjutan. Hal ini selaras dengan data yang diperoleh dari World Bank (2020) melaporkan bahwa Indonesia menempati peringkat ke 5 sebagai negara penghasil sampah terbesar di dunia dengan timbunan sampah sebanyak 65,2 juta ton. Berdasarkan dari data tersebut, terakumulasikan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghasilkan timbunan sampah sebesar 1.454,94 ton/hari atau 531.052,46 ton/tahun (Pambudi, 2025).

Pertumbuhan konsumsi plastik di berbagai sektor sering kali menyebabkan peningkatan limbah plastik, termasuk galon air mineral. Sampah plastik yang dihasilkan tidak terkelola dengan baik sehingga menjadi penyebab pencemaran lingkungan, baik secara darat ataupun laut. Salah satu cara yang dapat diterapkan yaitu dengan mendaur ulang kembali sampah tersebut menjadi sebuah produk kerajinan yang bernilai jual tinggi. Berdasarkan dari beberapa penelitian menunjukkan pemanfaatan limbah galon bekas dapat dilakukan dengan pendekatan teknik reduce, reuse, dan recycle (Nurhalizah & Nirawati, 2023). Teknik ini bertujuan untuk menghasilkan produk rumah tangga yang berguna seperti pot bunga, keranjang buah, tempat sampah, toples, dll. Limbah galon yang sudah dibersihkan dapat dipotong dan dianyam menjadi bentuk keranjang yang ekonomis dan estetis dengan memberikan sentuhan warna serta pola yang menarik, sekaligus untuk mengurangi volume pada limbah plastik di lingkungan (Hasanah, 2025).​

Proses mendaur ulang sampah menjadi sebuah kerajinan yang bernilai tinggi membutuhkan tahapan secara tersktruktur. Teknik pembuatan tersebut meliputi pemotongan galon menjadi lembaran dan strip, kemudian dilakukan anyaman yang kuat menggunakan tali atau plastik tambahan, disusul proses finishing dengan pemberian cat ramah lingkungan yang juga meningkatkan daya tahan dan keindahan produk. Desain keranjang disesuaikan agar tidak hanya berfungsi sebagai wadah belanja tetapi juga menarik secara visual, sehingga akan menjadikannya produk yang diminati oleh konsumen (Sudarno, 2021).​

Meskipun kerajinan menjadi salah satu solusi yang saat ini dapat ditawarkan dalam mengurangi sampah plastik, akan tetapi mengubah sampah menjadi sebuah kerajinan tidaklah mudah. Diperlukan adanya penguasaan teknik dalam memodifikasi produk sehingga produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang kuat dan tahan lama (Nurhalizah dan Nirawati, 2023). Dalam hal ini, pengelola kerajinan akan mengalami tantangan yang cukup besar apabila pelaku kerajinan tidak memiliki kemampuan kreativitas serta keterampilan dalam memodifikasi produk sampah. Selain itu, beberapa masyarakat enggan untuk mendaur ulang sampah dikarenakan masih maraknya stigma yang mengatakan bahwa sampah merupakan produk yang tidak higenis, tidak menarik, dan tidak tahan lama. Tantangan semacam inilah yang diperlukan untuk pelaku pengrajin dengan memberikan  pelatihan khusus bagi pelaku pengrajin sampah agar dapat menciptakan inovasi kerajinan yang shanya mengurangi pencemaran sampah plastik tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif bagi pengrajin lokal. Pelatihan dan sosialisasi pembuatan kerajinan dari galon bekas berperan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah dan kemandirian ekonomi berbasis limbah (Hasanah, 2025).​

Harapannya dari adanya kegiatan modifikasi limbah plastik menjadi produk bernilai tinggi akan memberikan manfaat serta mendorong msayarakat untuk tidak hanya sekadar menilai sampah plastik sebagai produk yang kumuh dan tidak berharga tetapi juga mengubah sudut pandang masyarakat dalam menilai sampah sehingga hal ini dapat mengurangi masyarakat untuk menciptakan sampah plastik dengan mengubah sampah serta meminimalisir penggunaan sampah plastik di lingkungan kita sehari-hari.

 

Ilustrasi foto




https://www.instagram.com/p/DTXVwVXk865/?igsh=aTF0cGpzZmU1bWVy


Daftar pustaka

Hasanah, A. N. (2025). Pemanfaatan Galon Bekas sebagai Wadah Sampah. Jurnal Senama.

Nurhalizah, L., & Nirawati, L. (2023). Menciptakan Usaha Baru Melalui Pelatihan Pembuatan Tempat Sampah dan Pot Bunga Dari Galon Bekas. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi.

Pambudi, P. A. (2025). Menuju Transformasi Pengelolaan Sampah di Yogyakarta: Solusi Berkelanjutan Melalui Kolaborasi Multi-Stakeholder. Pangripta Sembada: Jurnal Perencanaan Pembangunan2(1), 17-32.

Sudarno, (2021). Pengolahan Sampah Plastik dengan Daur Ulang. Journal of Environmental Science.

 




0 komentar:

Posting Komentar