11.1.26

Esai UAS (Fitri_Reguler A)

Esai Ujian Akhir Semester Kelas Reguler A

Mata kuliah : Psikologi Inovasi

Dosen Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA

Fitri Novia Rizka (23310410057)

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta 



 

           Berdasarkan permasalahan dari kasus tersebut, yakni karakteristik dari seorang entrepreneur yang memiliki keinginan kuat untuk berprestasi atau need for achievement. Individu yang memiliki nAch yang tinggi akan termotivasi secara instrinsik dalam mencapai tujuan yang menantang namun sesuai dengan kemampuannya. Pendekatan ini selaras dengan Martinez et al (2020) dalam (Azzahra, dkk, 2025), menyatakan bahwa Need For Achievement merupakah usaha yang dilakukan oleh individu untuk mencapai kesuksesan mereka sehingga mereka merasa kompeten dan lebih percaya diri dalam menghadapi berbagai macam jenis situasi yang terjadi. Dalam konteks kewirausahaan, individu dengan need for achievement tinggi cenderung memiliki mastery goal orientation yang mendorong  mereka  untuk  terus berkembang  dan  menghadapi  tantangan  sebagai  peluang  pembelajaran Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Gregor McDougals dari Harvard University yang sedang melakukan penelitian distertasi di India dan ia menjelaskan bahwa dorongan akan berprestasi dapat dilatih secara konsisten. Dalam hal ini, penting sekali bagi seorang untuk menetapkan tujuan yang sesuai dengan kemampuannya, sehingga berbagai macam pencapaian akan membuat mereka merasa tidak cukup puas meskipun pencapaian tersebut telah berhasil dicapai. Semakin sering individu tersebut berlatih, maka semakin berkembang pula kemampuannya. Jadi seseorang akan termotivasi secara internal apabila tantangan tersebut sesuai dengan kemampuannya.

Berdasarkan dengan konsep dari George McDouglas dari Harvard university, menurutnya, nAff sebenarnya bisa dilatih dengan kebutuhan dari masing-masing individu. Caranya yaitu sering-sering menulis berbagai hal positif dan bersifat kompetitif pada setiap hal. Selanjutnya, dorongan berprestasi itulah yang akan mendorong seseorang untuk terus berprestasi sehingga individu itu akan merasa lebih beruntung dibandingkan dengan orang lain. Hal ini tercermin dalam kasus the crocodile river (Harper, 1984) pada tokoh yang bernama ruben. Adapun factor penentu keberuntungan sendiri menurut Wiseman yaitu :

Memperluas keberuntungan dengan mencari relasi dan terbuka terhadap berbagai jenis pengalaman baru. Jika dalam soal, ruben dikatakan tidak berkenan untuk berteman dengan Lorena yang dikatakan sebagai seseorang yang bermasalah maka tindakan yang telah dilakukan oleh ruben menunjukkan bahwa ia hanya ingin berada dalam lingkaran ruang lingkup orang yang sukses, sehingga ruben menunjukkan sikap yang tidak sesuai dengan factor keberuntungan menurut Wismen. Kemudian, factor lainnya yaitu focus pada persoalannya sendiri. Hal itu dibuktikan  bahwa ruben tidak ingin mencampuri persoalan Lorena karena ia menganggap bahwa hal itu akan memicu berbagai masalah baru. Akan tetapi, jika ditinjau dari sisi toeri keberuntungan, hal ini tidak dibenarkan karena secara tidak langsung kita sebagai makhluk sosial tidak memberikan sisi untuk berempati dengan lingkungan sekitar dan cenderung bersikap cuek terhadap orang lain. kemudian factor lainnya yaitu melatih kejelian dalam mmebuat keputusan. Dalam hal ini, ditunjukkan oleh sikap ruben yang sering bermeditasi pada tengah malam dengan tujuan untuk mengasah kepekaannya terhadap keputusan hidupnya. Langkah yang dapat diterapkan oleh ruben yaitu dengan merefresh pikiran terlebih dahulu agar keputusan yang diambil tidak tergesa-gesa dan menghasilkan keputusan yang bijak dan sesuai dengan keinginannya.

Sebagai bagian dari solusi, individu seperti ruben perlu untuk menyeimbangkan antara kebutuhan diri sendiri yang selaras dengan teori keberuntungan menurut Wisemen dengan mempertahankan dorongan untuk berprestasi menurut McClelland. Hal pertama yang harus diterapkan oleh ruben yaitu memperluas kebutuhan akan peluang baru. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membangun hubungan secara selektif dengan Lorena tanpa memandang latar belakang seseorang. Kemudian, keluar dari zona nyaman dengan tetap memberikan bantuan terhadap orang lain secara terstruktur, sehingga ruben dapat melatih empatinya terhadap orang lain tanpa merasa terbebani, mengingat ruben sering kali memilih teman dengan tujuan ingin menghindari konflik dengan orang lain.

 

Daftar Pustaka

Azzahra, H., Nabila, S., & Khotimah, T. M. C. (2025). MOTIVASI DAN KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN: KAJIAN BERDASARKAN TEORI MASLOW DAN MCCLELLAND. Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling14(1), 61-70.

Harper, M. (1984). Entrepreneur for the poor. London: Intermediate Technology Publications in association with GTZ (German Agency for Technical Co-operation).

Wiseman, R. (2003). The luck factor: The four essential principles. New York: Hyperion.


0 komentar:

Posting Komentar