Esai Ujian Akhir Semester Kelas Reguler A
Mata
kuliah : Psikologi Inovasi
Dosen
Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA
Fitri
Novia Rizka (23310410057)
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Berdasarkan permasalahan dari kasus tersebut, yakni
karakteristik dari seorang entrepreneur yang memiliki keinginan kuat untuk
berprestasi atau need for achievement. Individu yang memiliki nAch yang tinggi
akan termotivasi secara instrinsik dalam mencapai tujuan yang menantang namun
sesuai dengan kemampuannya. Pendekatan ini selaras dengan Martinez et al (2020)
dalam (Azzahra, dkk, 2025), menyatakan bahwa Need For Achievement
merupakah usaha yang dilakukan oleh individu untuk mencapai kesuksesan mereka
sehingga mereka merasa kompeten dan lebih percaya diri dalam menghadapi
berbagai macam jenis situasi yang terjadi. Dalam konteks kewirausahaan,
individu dengan need for achievement tinggi cenderung memiliki mastery
goal orientation yang mendorong
mereka untuk terus berkembang dan
menghadapi tantangan sebagai
peluang pembelajaran Hal ini
sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Gregor McDougals dari Harvard
University yang sedang melakukan penelitian distertasi di India dan ia menjelaskan
bahwa dorongan akan berprestasi dapat dilatih secara konsisten. Dalam hal ini, penting
sekali bagi seorang untuk menetapkan tujuan yang sesuai dengan kemampuannya,
sehingga berbagai macam pencapaian akan membuat mereka merasa tidak cukup puas meskipun
pencapaian tersebut telah berhasil dicapai. Semakin sering individu tersebut
berlatih, maka semakin berkembang pula kemampuannya. Jadi seseorang akan
termotivasi secara internal apabila tantangan tersebut sesuai dengan
kemampuannya.
Berdasarkan
dengan konsep dari George McDouglas dari Harvard university, menurutnya, nAff
sebenarnya bisa dilatih dengan kebutuhan dari masing-masing individu. Caranya
yaitu sering-sering menulis berbagai hal positif dan bersifat kompetitif pada setiap
hal. Selanjutnya, dorongan berprestasi itulah yang akan mendorong seseorang
untuk terus berprestasi sehingga individu itu akan merasa lebih beruntung dibandingkan
dengan orang lain. Hal ini tercermin dalam kasus the crocodile river (Harper,
1984) pada tokoh yang bernama ruben. Adapun factor penentu keberuntungan
sendiri menurut Wiseman yaitu :
Memperluas
keberuntungan dengan mencari relasi dan terbuka terhadap berbagai jenis
pengalaman baru. Jika dalam soal, ruben dikatakan tidak berkenan untuk berteman
dengan Lorena yang dikatakan sebagai seseorang yang bermasalah maka tindakan
yang telah dilakukan oleh ruben menunjukkan bahwa ia hanya ingin berada dalam
lingkaran ruang lingkup orang yang sukses, sehingga ruben menunjukkan sikap
yang tidak sesuai dengan factor keberuntungan menurut Wismen. Kemudian, factor lainnya
yaitu focus pada persoalannya sendiri. Hal itu dibuktikan bahwa ruben tidak ingin mencampuri persoalan Lorena
karena ia menganggap bahwa hal itu akan memicu berbagai masalah baru. Akan tetapi,
jika ditinjau dari sisi toeri keberuntungan, hal ini tidak dibenarkan karena
secara tidak langsung kita sebagai makhluk sosial tidak memberikan sisi untuk
berempati dengan lingkungan sekitar dan cenderung bersikap cuek terhadap orang
lain. kemudian factor lainnya yaitu melatih kejelian dalam mmebuat keputusan. Dalam
hal ini, ditunjukkan oleh sikap ruben yang sering bermeditasi pada tengah malam
dengan tujuan untuk mengasah kepekaannya terhadap keputusan hidupnya. Langkah yang
dapat diterapkan oleh ruben yaitu dengan merefresh pikiran terlebih dahulu agar
keputusan yang diambil tidak tergesa-gesa dan menghasilkan keputusan yang bijak
dan sesuai dengan keinginannya.
Sebagai
bagian dari solusi, individu seperti ruben perlu untuk menyeimbangkan antara
kebutuhan diri sendiri yang selaras dengan teori keberuntungan menurut Wisemen
dengan mempertahankan dorongan untuk berprestasi menurut McClelland. Hal
pertama yang harus diterapkan oleh ruben yaitu memperluas kebutuhan akan
peluang baru. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membangun hubungan secara
selektif dengan Lorena tanpa memandang latar belakang seseorang. Kemudian,
keluar dari zona nyaman dengan tetap memberikan bantuan terhadap orang lain
secara terstruktur, sehingga ruben dapat melatih empatinya terhadap orang lain
tanpa merasa terbebani, mengingat ruben sering kali memilih teman dengan tujuan
ingin menghindari konflik dengan orang lain.
Daftar Pustaka
Azzahra,
H., Nabila, S., & Khotimah, T. M. C. (2025). MOTIVASI DAN KARAKTERISTIK
KEWIRAUSAHAAN: KAJIAN BERDASARKAN TEORI MASLOW DAN MCCLELLAND. Liberosis:
Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling, 14(1), 61-70.
Harper,
M. (1984). Entrepreneur for the poor. London: Intermediate Technology
Publications in association with GTZ (German Agency for Technical
Co-operation).
Wiseman,
R. (2003). The luck factor: The four essential principles. New York: Hyperion.
0 komentar:
Posting Komentar