Esai
prestasi 7 Volun Rangkul
Mata
kuliah : Psikologi Inovasi
Dosen
Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA
Fitri
Novia Rizka (23310410057)
Fakultas
Psikologi
Universitas
Proklamasi 45 Yogyakarta
Di
tengah perkembangan yang semakin hari kian semakin cepat, peran orang tua
sebagai pendidik pertama dan utama di dalam keluarga menjadi sangat krusial.
Namun, tidak semua orang tua siap dan bersedia untuk memiliki pengetahuan dan
keterampilan yang memadai dalam mengasuh anak. Berbagai jenis tantangan dalam
pengasuhan semakin hari menjadi sangat kompleks. Oleh karena itu, diperlukan
adanya pendekatan yang sesuai agar mampu menjalankan peran pengasuhan secara
optimal. Salah satu inisiatif yang saya lakukan saat ini yaitu mengikuti
kegiatan relawan RANGKUL yang berada di bawah naungan organisasi Keluarga Kita.
Rangkul
merupakan singkatan dari “Relawan Keluarga Kita”. Ia merupakan salah satu
komunitas yang bergerak dalam bidang sosial, yang bertujuan untuk memberdayakan
orang tua melalui Pendidikan pengasuhan yang berbasis ilmu, kesehatan,
suportif, dan berdaya bagi keluarga mereka. Gerakan ini lahir karena kesadaran dari
berbagai pihak yang menyatakan bahwa banyak orang tua yang menghadapi berbagai
masalah dalam pengasuhan anak. Jika ditinjau dari visi dan misi rangkul yaitu untuk
mendorong orangtua berdaya untuk orangtua lain dengan terus menjadi sumber
belajar yang efektif dan berbagi praktik baik pengasuhan untuk mendukung tumbuh
kembang sang anak. Seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh rangkul dilakukan
secara hybrid yaitu kombinasi antara pertemuan daring (onling) dan luring
(Offline). Hal ini bertujuan untuk mengjangkau seluruh peserta dari berbagai
latar belakang baik secara geografis maupun sosial ekonomi. Salah satu kegiatan
offline yang saya ikuti selama 1 bulan 1 kali yaitu tepat pada hari sabtu,
tanggal 25 oktober 2025 pukul 09.00-12.00 Wib.
Menurut
kamus besar bahasa indonesia, pola asuh berarti corak, model, system, cara
kerja, ataupun bentuk struktur yang tetap. Sedangkan kata asuh berarti
mendidik, membimbing, memimpin, melatih satu badan ataupun Lembaga. Lalu
mengapa pelatihan parenting penting untuk dipelajari meskipun belum menikah?
Dalam konteks ini, ketidaksiapan pola asuh tidak hanya sekadar mempengaruhi
kesejahteraan anak dalam jangka waktu yang pendek, tetapi juga akan berpotensi
untuk menciptakan rantai masalah dalam jangka waktu yang panjang. Baik masalah
secara psikososial di masa depan, ataupun masalah kesehatan mental, seperti
kelekatan yang buruk, dan kesulitan dalam membangun hubungan interpersonal
(Safitri, 2025). Oleh karena itu, parenting penting untuk diajarkan sebelum
menikah agar fenomena ketidaksiapan seseorang menjadi orang tua tidak menjadi
sumbangsi yang besar bagi individu dalam mempengaruhi karakter yang akan
dihasilkan oleh sang anak (Sari, dkk, 2020).
Harapannya
dengan adanya kegiatan ini, rangkul tidak hanya sekadar memberikan ilmu serta
Latihan tetapi juga membuktikan secara langsung bahwa pengasuhan bukanlah
tanggung jawab secara individu semata, melainkan tanggung jawab secara kolektif
yang ada di dalam keluarga tersebut. Dengan menggunakan pendekatan yang
edukatif, inklusitf, dan berkelanjutan, rangkul tidak hanya menjadi media untuk
belajar tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana relawan dapat berkontribusi
langsung dalam membangun keluarga yang tangguh, sehat, dan kuat dalam
bermasyarakat. Melalui perkumpulan aktif dari orang tua dan relawan, saya
sebagai relawan yang menyaksikan secara langsung berbagai kegiatan seperti pelatihan,
lokakarya, training, maupun kegiatan lainnya membuat saya tersadar bahwa kita
sebagai generasi Z yang sudah peduli terhadap kesehatan mental tidak hanya
menganggap bahwa pengasuhan sebagai pembentukan Pendidikan karakter pada
individu tetapi juga memperkuat fondasi secara sosial bagi generasi kita yang
akan datang di seluruh indonesia (Siregar, dkk, 2025). Menjadi seorang
volunteer bukanlah hal yang mudah. Akan tetapi, disana kita mampu berdedikasi langsung
secara nyata terhadap masyarakat dengan tindakan yang nyata.
Ilustrasi Foto
Daftar Pustaka
Sari,
P. P., Rahman, T., & Mulyadi, S. (2020). Pola asuh orang tua terhadap
perkembangan emosional anak usia dini. Jurnal paud agapedia, 4(1), 157-170.
Siregar,
L. M., Siregar, N. F., & Lubis, A. P. (2025). Pelatihan Parenting Islami
untuk Orang tua dalam Membentuk Keluarga Sakinah di Lingkungan IV Pasar
Kelurahan Pasar Sibuahun. Natijah: Jurnal Pengabdian Pendidikan Islam, 2(1),
9-15.
Safitri,
A., Napisah, S., & Rahman, D. A. (2025). EARLY MARRIAGE AND PARENTING
READINESS: A REVIEW OF THE LITERATURE REVIEW FROM A GUIDANCE AND COUNSELING
PERSPECTIVE. Psychology, Guidance and Counseling, 1(1), 1-25.
0 komentar:
Posting Komentar