11.1.26

Esai Prestasi 8 (Fitri_Reguler A)

 

Esai prestasi 8 Volun Trash Hero Yogyakarta

Mata kuliah : Psikologi Inovasi

Dosen Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA

Fitri Novia Rizka (23310410057)

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

 

            Permasalahan sampah di Indonesia terus mengalami peningkatan seiring bertambahnya jumlah penduduk dan pola konsumsi masyarakat. Menurut Surono dan Ismanto (2016) menyatakan bahwa berdasarkan data dari sebuah riset organisasi nonpemerintahan “Greengeration”, menyebutkan  bahwa setiap tahun di indonesia rata-rata setiap orang dapat menghasilkan sekitar 700 kantong plastik per tahun. Berdasarkan dari asumsi Kementrian Lingkungan Hidup (KLH), setiap hari penduduk indonesia menghasilkan 0,8 kilogram sampah per orang atau secara total sebanyak 189 ribu ton sampah per hari. Dari jumlah tersebut, 15 persen didominasi sampah plastik atau sejumlah 28,4 ribu ton sampah plastik per hari (Yusari dan Purwohandoyo, 2024).

Berdasarkan data diatas, menunjukkan bahwa sampah plastik menjadi salah satu penyumbang terbesar pencemaran lingkungan, terutama di Kawasan perkotaan. Di Yogyakarta, volume sampah harian mencapai ratusan ton dan sebagaian besar sampah belum dikelola secara optimal. Kondisi ini akan menimbulkan berbagai dampak, mulai dari pencemaran tanah dan air, gangguan kesehatan, bahkan menurunnya kualitas di ruang publik. Fenomena tersebut menegaskan pentingnya gerakan masyarakat yang berfokus pada edukasi serta aksi nyata, salah satunya melalui aksi dari komunitas Trash Hero Jogjakarta. Kegiatan trash hero, merupakan sebuah gerakan global, yang digerakan dan dikelola oleh relawan dengan tujuan untuk membangun kesadaran bersama tentang pentingnya membatasi, mengurangi serta mengelola sampah, terutama sampah plastik. Trash hero didirikan di Thailand pada tahun 2013 dan mempunyai sekitar 100 chapter yang tersebar di seluruh dunia melalui jaringan relawan lokal di berbagai daerah. Induk dari organisasi ini terdaftar di Swiss dengan nama Trash Hero World, yang merupakan sebuah organisasi nirlaba.

Pada kesempatan ini, saya bertugas secara langsung menjadi bagian relawan dari Trash Hero chapter Yogyakarta. Trash Hero Yogyakarta berdiri pada tanggal 7 Agustus 2022 dan diinisiasi oleh M. Habib Syaifullah, Agnesia Nurmaliza, dan teman-teman dari Yayasan bintang Kidul. Aksi Cleanup pertama Trash Hero Yogyakarta di lakukan di Alun-alun Kidul pada tanggal 7 Agustus 2022 dengan diikuti oleh 13 relawan. Clean up di Alun-Alun Kidul menjadi kegiatan rutin mingguan yang dilakukan sampai sekarang. Visi Trash Hero Yogyakarta adalah terwujudnya bumi yang bersih, sehat dan bebas dari polusi plastik. Sedangkan misi Trash Hero Yogyakarta adalah mengakhiri ketergantungan terhadap plastik sekali pakai, membangun konsensus tentang gaya hidup ramah lingkungan dengan sistem zero waste, mendorong terbentuknya circular ekonomi di masyarakat, dan membangun kesadaran kolektif di masyarakat tentang pentingnya menyelesaikan masalah sampah sejak dari rumah.

            Kegiatan sering dilakukan setiap akhir pekan pada hari Minggu dengan para relawan berkumpul di Alun-Alun Kidul (Alkid) sebagai titik utama pelaksanaan aksi bersih-bersih. Kegiatan ini dimulai dengan briefing singkat mengenai area pembersihan, pembagian kelompok, serta pembagian peralatan seperti sarung tangan, alat penjepit sampah, dan kantong pemilahan sampah. Para relawan kemudian menyusuri area sekitar alkid, termasuk jalur pedestrian, area permainan, serta sudut-sudut yang sering menjadi tempat penumpukkan sampah.

Jenis sampah yang paling banyak ditemukan adalah plastik sekali pakai, puntung rokok, kemasan makanan, dan botol minuman. Meskipun terlihat sederhana, kegiatan ini memberikan gambaran secara nyata tentang perilaku masyarakat dalam membuang sampah sembarangan. Dalam waktu kurang dari dua jam, para relawan berhasil mengumpulkan puluhan kilogram sampah yang kemudian dipilah berdasarkan kategori organik, anorganik, dan residu. Aksi ini tidak hanya membersihkan ruang publik, tetapi juga menjadi bentuk edukasi langsung bagi pengunjung Alkid yang menyaksikan kegiatan tersebut.

Setelah kegiatan bersih-bersih selesai, para relawan mengikuti sesi sharing session yang dipandu oleh fasilitator Trash Hero Jogjakarta. Pada sesi ini, peserta diajak untuk memahami akar permasalahan sampah dari perspektif perilaku, kebijakan, dan sistem pengelolaan. Diskusi ini mencakup isu konsumsi berlebihan, minimnya fasilitas pemilahan sampah, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap dampak jangka panjang sampah plastik.

Para relawan juga berbagi pengalaman pribadi mengenai tantangan yang mereka temui selama aksi bersih-bersih, termasuk jenis sampah yang paling dominan dan perilaku masyarakat yang masih kurang peduli. Sesi ini menjadi ruang refleksi bersama bahwa perubahan tidak hanya dimulai dari kebijakan besar, tetapi juga dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Melalui diskusi ini, peserta semakin memahami bahwa edukasi dan keteladanan merupakan kunci dalam mengubah kebiasaan masyarakat.

Kegiatan Trash Hero Jogjakarta memberikan pengalaman berharga bagi para relawan dalam memahami kompleksitas persoalan sampah sekaligus mengambil bagian dalam solusi nyata. Aksi bersih-bersih di Alkid bukan hanya tentang mengumpulkan sampah, tetapi juga tentang membangun kesadaran kolektif bahwa lingkungan yang bersih adalah tanggung jawab bersama. Melalui sesi diskusi, relawan memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya pengurangan sampah dari sumbernya dan peran individu dalam menciptakan perubahan. Sebagai relawan, kegiatan ini menumbuhkan rasa kepedulian, solidaritas, dan komitmen untuk terus berkontribusi dalam menjaga lingkungan. Pengalaman ini menjadi pengingat bahwa setiap tindakan kecil yang dilakukan dengan kesadaran dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan. Gerakan seperti Trash Hero Jogjakarta membuktikan bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana, namun dilakukan dengan konsisten dan penuh keikhlasan.


Ilustrasi foto


Daftar Pustaka

Yusari, T., & Purwohandoyo, J. (2024). Potensi timbulan sampah plastik di Kota Yogyakarta tahun 2035. Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, Dan Praktek Dalam Bidang Pendidikan Dan Ilmu Geografi25(2), 1.

 

0 komentar:

Posting Komentar