Mata Kuliah : Psikologi Inovasi
Tugas : Esai 9 Ujian Akhir Semester
Dosen Pengampu : Dr., Dra. Arundati Shinta MA
Arti Muizzah Aisyawati (23310410038)
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45
Di dalam soal dijelaskan bahwa seorang enterpreneur memiliki semangat untuk berprestasi atau nAff. Need for achievement ini yang mendorong individu untuk mencapai tujuannya. Ketika individu memiliki tujuan yang terlalu mudah untuk diraih maka ia akan merasa kurang bersemangat karena tidak tertantang. Kemudian, ketika tujuan yang ingin diraihnya terlalu jauh dari kemampuannya maka ia akan merasa tidak percaya diri atau bahkan putus asa. Oleh karena itu dalam hal ini entrepreneur perlu memastikan bahwa tujuan yang ingin dicapainya bisa menantang kemampuannya dengan realistis. Dalam soal disebutkan bahwa konsep ini dikemukakan oleh Gregor McDougals dari Harvard University ketika melakukan penelitian disertasi di India dan dijelaskan bahwa dorongan berprestasi tersebut dapat dilatih.
Dalam kajian motivasi yang lebih luas, dorongan untuk berprestasi ini juga sering dibahas bersama kebutuhan psikologis lainnya yang mempengaruhi perilaku individu. Dalam Azzahra dkk. (2025) menyebutkan bahwa tiga kebutuhan psikologis utama yang mendorong seseorang untuk berwirausaha yaitu need for achievement, need for affiliation, Dan need for power (Nailan, dkk dalam Azzahra dkk. 2025). Kebutuhan untuk berprestasi atau need for achievement biasa disingkat nAch, need for affiliation disingkat nAff, dan need for power disingkat nPow (Ridho, 2020). Kebutuhan untuk berprestasi ini menjadi dorongan penting bagi wirausahawan di mana need for achievement ini disimpulkan sebagai keinginan kuat dalam diri yang bertujuan mencapai target sesuai dengan usaha yang sebaik-baiknya dilakukan.
Di soal dikatakan bahwa dorongan berprestasi ini mendorong individu pada keberuntungan. Hal ini dijelaskan dalam bentuk cerita di mana Ruben yang merupakan individu yang sangat cocok dalam konsep keberuntungan ini. Faktor penentu keberuntungan sendiri menurut Wiseman dalam Mudrika (2021) yaitu:
- Memperbesar keberuntungan dengan bersikap terbuka terhadap pengalaman baru. Pada soal Ruben dikatakan Ruben tidak berteman dengan Lorena yang disebut sebagai orang bermasalah. Tindakan Ruben menunjukkan bahwa ia hanya ingin berada di lingkungan orang sukses, sehingga hal ini menjadi kurang sesuai dengan faktor yang dapat meningkatkan keberuntungan individu menurut Wiseman.
- Membuat keputusan dengan mendengar intuisi. Dijelaskan bahwa individu perlu melakukan olah keterampilan, Ruben sendiri memilih fokus pada persoalannya sendiri dan tidak mau ikut campur urusan orang lain. Sikap yang dimiliki Ruben ini membantu menghindari dirinya dari konflik tetapi, jika tindakan ini terus dilakukan hingga Ruben tidak peduli dengan sosialnya maka tindakan ini menjadi kurang tepat.
- Mengharapkan keberuntungan positif. Dikatakan bahwa Ruben melakukan tindakan pencegahan hal negatif dengan cara enggak menolong Lorena yang disebut sebagai orang bermasalah dapat dilihat sebagai upaya Ruben untuk mengelola diri agar tetap berada di jalur yang positif. Namun, tindakan tidak menolong orang lain tidak bisa sepenuhnya dibenarkan karena konsep keberuntungan sendiri bukan membuat individu kehilangan empati terhadap lingkungannya.
- Tidak menyerah untuk mengubah kondisi menjadi lebih baik. Dalam soal Ruben dikatakan sering bermeditasi tengah malam untuk mengasah kepekaannya dalam melihat jalan hidupnya. Langkah yang dilakukan Ruben bisa dikatakan sebagai upaya untuk menenangkan pikiran sehingga ketika ia akan mengambil keputusan, maka akan menghasilkan keputusan yang matang.
Azzahra, H., Nabila, S.,
& Khotimah, T. M. C. (2025). Motivasi dan karakteristik kewirausahaan:
Kajian Berdasarkan Teori Maslow dan McClelland. Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling. 14(1).
Mudrika, N. (2021). Live Like a Lion, Fight Like a Champion
Ciptakan Keberuntungan dengan Kekuatanmu Sendiri. Anak Hebat Indonesia:
Yogyakarta.
Ridho, M. (2020). Teori
Motivasi McClelland dan implementasinya dalam pembelajaran PAI. PALAPA : Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu
Pendidikan.8(1), 1-16.

0 komentar:
Posting Komentar