Tugas Esai 9 : Ujian Akhir Semester
Mata Kuliah : Psikologi Inovasi
Dosen Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA
David A. Laurent / 23310410017
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
2026
Need for Achievement sebagai Penggerak Inovasi dan Keberuntungan Entrepreneur
Karakteristik yang paling menonjol dari seorang entrepreneur yakni dorongan untuk berprestasi atau need for achievement (n Aff). Dorongan tersebut membuat individu terdorong untuk menetapkan tujuan, berusaha mencapainya dengan maksimal, serta tidak mudah puas pada hasil yang biasa saja. Dalam psikologi inovasi, n Aff menjadi elemen penting karena inovasi lahir dari keberanian menghadapi tantangan, bukan dari kondisi yang serba nyaman.
Permasalahan yang sering terjadi, khususnya pada mahasiswa dan calon entrepreneur, adalah ketidaktepatan dalam menetapkan tujuan. Ada individu yang menetapkan target terlalu rendah sehingga tidak menantang kemampuan diri, tetapi ada pula yang menetapkan target terlalu tinggi hingga memicu stres dan rasa putus asa. Saya pernah mengalami kondisi tersebut ketika menjalani peran sebagai mahasiswa psikologi, duta, sekaligus merintis usaha. Ketika target usaha dan akademik tidak seimbang dengan kemampuan dan waktu yang dimiliki, motivasi justru menurun dan kreativitas menjadi terhambat. Hal tersebut menunjukkan bahwa n Aff perlu dikelola secara realistis supaya dapat mendorong inovasi, bukan menekan individu.
Gregor McDouglas menjelaskan bahwa n Aff bukanlah sifat bawaan semata, melainkan dapat dilatih. Salah satu cara melatihnya yaitu dengan membiasakan diri berpikir positif, kompetitif, dan berorientasi pada pencapaian. Pengalaman mengikuti kompetisi, lomba, serta terlibat aktif dalam kegiatan kampus secara tidak langsung melatih saya untuk menetapkan tujuan, menerima evaluasi, dan terus melakukan perbaikan. Proses tersebut membentuk pola pikir inovatif, di mana tantangan dipandang sebagai peluang untuk berkembang.
Konsep n Aff juga berkaitan erat dengan teori keberuntungan yang dikemukakan oleh Robert Wiseman. Dalam kasus The Crocodile River, tokoh Ruben digambarkan sebagai individu yang “beruntung” karena pola perilaku yang ia bangun. Ruben memilih bergaul dengan individu yang produktif, fokus mengembangkan keterampilan diri, mampu melihat sisi positif dari potensi masalah, serta melatih kepekaan dalam mengambil keputusan penting. Dalam praktik kehidupan nyata, prinsip ini relevan bagi seorang entrepreneur, karena keberuntungan sering kali merupakan hasil dari keputusan yang konsisten dan lingkungan yang mendukung.
Namun demikian, sikap Ruben yang menjauh dari Lorena juga perlu dikritisi. Fokus pada pengembangan diri memang penting, tetapi jika dilakukan secara berlebihan dapat mengurangi empati dan kepedulian sosial. Sebagai mahasiswa psikologi dan duta, saya memandang bahwa inovasi ideal seharusnya tidak hanya berorientasi pada keberhasilan pribadi, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial. Menolong orang lain tetap perlu dilakukan dengan batasan yang sehat agar tidak menghambat tujuan utama.
Sebagai solusi, pengembangan n Aff perlu diimbangi dengan kesadaran sosial dan kemampuan refleksi diri. Entrepreneur inovatif adalah individu yang mampu menetapkan tujuan menantang, melatih kejelian dalam mengambil keputusan, serta tetap menjaga nilai empati. Dengan keseimbangan tersebut, keberhasilan dan keberuntungan tidak hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Daftar Pustaka
Harper, M. (1984). Entrepreneur for the Poor. London: Intermediate Technology Publications.
Wiseman, R. (2003). The Luck Factor: The Four Essential Principles. New York: Hyperion.

0 komentar:
Posting Komentar