11.1.26

Esai-9 Ujian Akhir Semester Psikologi Inovasi Kelas SP&SJ

 

ESAI-9 PSIKOLOGI INOVASI

Ujian Akhir Psikologi Inovasi

Dosen Pembimbing: Dr., Dra. Arundati Shinta, MA.

 

 

 


 

Mariyatun

23310410074

 

 

 

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45

YOGYAKARTA



Entrepreneur merupakan sebuah pekerjaan yang penuh dengan tantangan dan risiko.

Entrepreneur adalah seseorang yang memiliki jiwa wirausaha dan mampu mengembangkan suatu ide menjadi jalan sukses.

Keberanian mengambil sebuah resiko adalah karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang entrepreneur untuk membantu menggapai pencapaian dan kesuksesan. Keberhasilan di anggap sebagai buah dari kerja keras dan kecerdasan. Namun dalam kacamata psikologi, elemen yang jauh lebih fundamental untuk mencapai keberhasilan adalah dorongan internal yang kuat untuk berprestasi atau yang dikenal dengan istilah n-Ach (Need for achievement). Individu mempunyai dorongan yang kuat dari dalam diri mereka sendiri untuk melakukan yang terbaik semaksimal yang mereka bisa untuk mencapai tujuan atau mencapai target yang telah mereka tetapkan. Akan ada kepuasan yang dirasakan ketika berhasil meraih atau menaklukkan tantangan dengan terukur.

Mereka akan menetapkan target yang tinggi namun terukur.Target yang terlalu mudah tidak akan memberikan rasa pencapaian karena akan dengan mudah dicapai, sebaliknya mereka juga tidak mau mengambil resiko yang mustahil. Mereka menetapkan target sedikit diatas kemampuan saat ini namun masih memungkinkan untuk mencapainya. Hal inilah yang membuat mereka membangun kepercayaan diri bahwa dengan usaha yang tepat dan terukur akan bisa mencapai tujuan tersebut.

Dorongan untuk terus berprestasi ini berbanding lurus dengan apa yang disebut sebagai keberuntungan.

Keberuntungan bukanlah sesuatu yang jatuh dari langit melainkan hasil dari pola pikir dan perilaku yang konsisten. Selama ini banyak orang beranggapan bahwa keberuntungan diperolah secara kebetulan. Sesuatu yang mereka dapatkan dengan tiba-tiba tanpa melakukan usaha.

Keberuntungan Ruben tidak didapatkan secara cuma-cuma dan kebetulan, melainkan hasil dari perilaku yang konsisten yang dilakukannya. Keberuntungan dapat dirancang dengan melakukan berberapa faktor berikut yaitu, Faktor pertama yang dilakukan Ruben adalah dengan tidak melibatkan diri terhadap orang yang bermasalah seperti Lorena.Ruben mencoba menjaga energi dan fokusnya tetap di jalur kesuksesan. Berteman dengan orang-orang sukses akan menjaga dia tetap berada dalam lingkaran positif. Faktor kedua yang dilakukan Ruben adalah tetap fokus pada pengembangan diri dan penyelesaian masalah pribadi akan menciptakan kompetensi yang kuat. Energi yang dikeluarkan digunakan untuk mencari solusi dan memajukan hidupnya bukan digunakan untuk mengurus drama kehidupan Lorena. Faktor ketiga, Ruben melihat sisi positif dari masalah yang menimpanya. Kemampuan melihat peluang dibalik kesulitan dengan melakukan upaya-upaya yang bertujuan untuk menurunkan resiko dan dampak yang timbul. Ia juga melakukan langkah-langkah pencegahan akan pengaruh negative supaya tidak menganggu kehidupannya, dengan mengambil langkah yang tepat dengan enggan menolong Lorena yang hidupnya penuh dengan masalah. Dan faktor keempat yaitu dengan melatih kejelian dalam membuat keputusan yang paling tepat. Dalam kasus tersebut Ruben diceritakan sering bermeditasi pada tengah malam (sekitar jam 3 dini hari), mengasah kepekaannya dalam melihat jalan hidupnya. Praktik refleksi atau meditasi, seperti yang dilakukan Ruben pada dini hari akan mengasah ketajaman pengambilan keputusan sebuah elemen krusial dalam dunia bisnis yang penuh ketidakpastian.

Karakter wirausaha bukanlah bakat lahir melainkan sebuah setingan atau setelan pada acara kerja otak yang bisa dibuat oleh manusia. Bagaimana individu menetapkan pola kerja otak sehingga bisa menghasilkan karakter wirausaha. Kita bisa melakukan rekayasa mental agar lebih peka terhadap peluang ada timbul. Jadi untuk mendapatkan keberuntungan kita bisa melakukan langkah – langkah terukur dan kosisten dan bukan menunggu keajaiban jatuh dari langit.



Daftar pustaka

Covey, S. R. (1989). The 7 Habits of Highly Effective People. New York: Free Press. (Relevan untuk konsep Circle of Influence yang menjelaskan mengapa fokus pada diri sendiri seperti Ruben dapat meningkatkan efektivitas).

McClelland, D. C. (1987). Human Motivation. Cambridge University Press. (Penjelasan mendalam mengenai n-Ach, n-Pow, dan n-Aff).




0 komentar:

Posting Komentar