Mata Kuliah : Psikologi Inovasi
Tugas
: Esai 6 Lakukan Perubahan Diri
Dosen
Pengampu : Dr., Dra. Arundati Shinta MA
Arti
Muizzah Aisyawati (23310410038)
Fakultas
Psikologi
Universitas
Proklamasi 45
Perubahan diri sendiri bukan hal yang mudah untuk dilakukan karena membutuhkan proses yang diiringi dengan konsistensi dalam menjalankan perubahan tersebut hingga nanti akhirnya perubahan tersebut dapat menjadi kebiasaan baru yang positif. Pada awalnya saya merasa berat untuk menjalani kegiatan baru yang
sebelumnya belum saya lakukan secara rutin. Meskipun menyadari pentingnya
olahraga, kebiasaan tersebut sering terkendala dengan berbagai alasan yang pada
akhirnya membuat saya menunda untuk melakukan hal tersebut.
Dalam
psikologi inovasi, perilaku inovatif dipahami sebagai suatu proses yang
melibatkan pengembangan dan penerapan ide secara bertahap hingga memberikan dampak
nyata. De Jong dan Den Hartog dalam Santoso dan Izzati (2023) menyatakan bahwa
perilaku inovatif mencakup upaya menginisiasi serta mengimplementasikan ide
baru yang bermanfaat. Dalam konteks perubahan diri, inovasi tidak selalu
berbentuk produk atau prosedur organisasi, melainkan dapat diwujudkan melalui
penerapan cara baru dalam mengelola kebiasaan pribadi secara konsisten dan
terukur.
Perubahan
perilaku ini tidak instan melainkan merupakan hasil dari hasil
dari segala macam
pengalaman serta interaksi
seseorang dengan lingkungan
yang terwujud dalam
bentuk pengetahuan, sikap
dan tindakan yang
merupakan respon atau
reaksi seseorang individu terhadap rangsangan
yang berasal dari
dalam maupun dari
luar dirinya (Sarwono dalam Rahma
dkk, 2019). Dalam konteks perubahan
diri, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh pemahaman akan manfaat suatu
kebiasaan, tetapi juga oleh kemampuan individu untuk merespons hambatan yang
muncul selama proses tersebut. Oleh karena itu perubahan ini dipahami sebagai
proses bertahap yang membutuhkan konsistensi agar dapat berkembang menjadi
kebiasaan baru.
Berdasarkan
pemahaman tersebut saya mencoba mencari bentuk kegiatan sederhana yang dapat
diamati secara rutin, tidak memakan biaya, dan tidak memberikan tekanan fisik
berlebih sehingga dapat dijalankan secara rutin sembari berinteraksi dengan
lingkungan sekitar. Dari berbagai pilihan saya memilih kegiatan berjalan kaki.
Kegiatan ini dimulai pada minggu terakhir bulan September 2025 dan berlanjut
hingga minggu ke 10. Target minimal waktu yang ditempuh adalah 60 menit. Selain
mendapatkan manfaat fisik, olahraga ini juga membantu saya mengenali lingkungan
yang ada disekeliling saya sehingga saya akhirnya mengetahui banyak rute alternative
yang dapat digunakan dan menambah variasi rute yang dilalui.
|
M |
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
|
W |
60 |
63 |
66 |
70 |
72 |
76 |
78 |
80 |
82 |
98 |
|
J |
3,15 |
3,19 |
3,45 |
4,01 |
4,18 |
4,76 |
4,81 |
4,94 |
5,06 |
6,04 |
M : Minggu ke n
W : Waktu dalam Menit
Berdasarkan
data pelaksanaan kegiatan jalan kaki selama sepuluh minggu, terlihat adanya
peningkatan yang konsisten baik dari segi durasi maupun jarak tempuh. Pada
minggu pertama, durasi jalan kaki tercatat selama 60 menit dengan jarak tempuh
3,15 km. Sementara itu, pada minggu ke-10 durasi meningkat menjadi 98 menit
dengan jarak tempuh mencapai 6,04 km. Peningkatan ini menunjukkan adanya nilai
tambah yang terukur pada setiap minggu, yang mencerminkan proses adaptasi serta
meningkatnya komitmen dalam menjalankan perubahan perilaku secara bertahap.
Selama
menjalani kegiatan ini terdapat suka dan duka yang menjadi tantangan. Manfaat
yang dirasakan didapatkan dari kegiatan ini yaitu interaksi dengan lingkungan,
mengetahui rute baru, serta mencoba konsisten dalam menjalani kegiatan ini tiap
minggunya. Tantang yang muncul pun beragam mulai dari rasa lelah, capek, merasa
tidak sempat melakukan pada hari yang ditentukan, dan juga cuaca yang tidak
menentu. Melalui kegiatan ini saya menyadari bahwa perubahan tidak hanya
peningkatan fisik saja tetapi juga sikap disiplin dan kemampuan menyesuaikan
diri. Hal ini sejalan dengan pandangan Manurung, dkk. (2020) yang mengatakan
bahwa perubahan tidak sekedar penambahan ilmu pengetahuan tetapi membentuk kecakapan,
keterampilan, sikap, pengertian, harga diri, minat, watak, dan penyesuaian
diri.
Lampiran:
Daftar Pustaka:
Manurung, A. S., Halim, A., & Rosyid, A. (2020).
Pengaruh Kemampuan Berpikir Kreatif untuk Meningkatkan hasil Belajar
Matematika di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 4(4), 1291-1301.
Rahma, H., Wahyuni, S., Trisno, J., Martinius, &
Noveriza, R. (2019). Perilaku Petani dalam Menerapkan Teknologi BP3T (Bakteri
Perakaran Pemacu Pertumbuhan Tanaman) Pupuk Kandang untuk Tanaman Kakao di
Kabupaten Limapuluh Kota. Jurnal Penyuluhan, 15(2), 204-216.
Santoso, S. D., & Izzati, U. A. (2023). Hubungan
antara Pemberdayaan Psikologis dengan Perilaku Inovatif pada Guru di Sekolah
Menengah Kejuruan. Character : Jurnal Penelitian Psikologi, 10(2),
800-820.

.jpeg)


0 komentar:
Posting Komentar