11.1.26

Esai 6 Lakukan Perubahan Diri 10 Minggu

                                                         Mata Kuliah : Psikologi Inovasi

Tugas : Esai 6 Lakukan Perubahan Diri

Dosen Pengampu : Dr., Dra. Arundati Shinta MA



Arti Muizzah Aisyawati (23310410038)

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45 

    Perubahan diri sendiri bukan hal yang mudah untuk dilakukan karena membutuhkan proses yang diiringi dengan konsistensi dalam menjalankan perubahan tersebut hingga nanti akhirnya perubahan tersebut dapat menjadi kebiasaan baru yang positif. Pada awalnya saya merasa berat untuk menjalani kegiatan baru yang sebelumnya belum saya lakukan secara rutin. Meskipun menyadari pentingnya olahraga, kebiasaan tersebut sering terkendala dengan berbagai alasan yang pada akhirnya membuat saya menunda untuk melakukan hal tersebut.

    Dalam psikologi inovasi, perilaku inovatif dipahami sebagai suatu proses yang melibatkan pengembangan dan penerapan ide secara bertahap hingga memberikan dampak nyata. De Jong dan Den Hartog dalam Santoso dan Izzati (2023) menyatakan bahwa perilaku inovatif mencakup upaya menginisiasi serta mengimplementasikan ide baru yang bermanfaat. Dalam konteks perubahan diri, inovasi tidak selalu berbentuk produk atau prosedur organisasi, melainkan dapat diwujudkan melalui penerapan cara baru dalam mengelola kebiasaan pribadi secara konsisten dan terukur.

    Perubahan perilaku ini tidak instan melainkan merupakan hasil dari  hasil  dari  segala  macam  pengalaman  serta  interaksi  seseorang  dengan  lingkungan  yang  terwujud  dalam  bentuk  pengetahuan,  sikap  dan  tindakan  yang  merupakan  respon  atau  reaksi       seseorang       individu       terhadap       rangsangan  yang  berasal  dari  dalam  maupun  dari  luar  dirinya (Sarwono dalam Rahma dkk, 2019). Dalam konteks perubahan diri, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh pemahaman akan manfaat suatu kebiasaan, tetapi juga oleh kemampuan individu untuk merespons hambatan yang muncul selama proses tersebut. Oleh karena itu perubahan ini dipahami sebagai proses bertahap yang membutuhkan konsistensi agar dapat berkembang menjadi kebiasaan baru.

    Berdasarkan pemahaman tersebut saya mencoba mencari bentuk kegiatan sederhana yang dapat diamati secara rutin, tidak memakan biaya, dan tidak memberikan tekanan fisik berlebih sehingga dapat dijalankan secara rutin sembari berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Dari berbagai pilihan saya memilih kegiatan berjalan kaki. Kegiatan ini dimulai pada minggu terakhir bulan September 2025 dan berlanjut hingga minggu ke 10. Target minimal waktu yang ditempuh adalah 60 menit. Selain mendapatkan manfaat fisik, olahraga ini juga membantu saya mengenali lingkungan yang ada disekeliling saya sehingga saya akhirnya mengetahui banyak rute alternative yang dapat digunakan dan menambah variasi rute yang dilalui.

 

M

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

W

60

63

66

70

72

76

78

80

82

98

J

3,15

3,19

3,45

4,01

4,18

4,76

4,81

4,94

5,06

6,04

 Keterangan:

M : Minggu ke n

W : Waktu dalam Menit

J   : Jarak dalam KM 

    Berdasarkan data pelaksanaan kegiatan jalan kaki selama sepuluh minggu, terlihat adanya peningkatan yang konsisten baik dari segi durasi maupun jarak tempuh. Pada minggu pertama, durasi jalan kaki tercatat selama 60 menit dengan jarak tempuh 3,15 km. Sementara itu, pada minggu ke-10 durasi meningkat menjadi 98 menit dengan jarak tempuh mencapai 6,04 km. Peningkatan ini menunjukkan adanya nilai tambah yang terukur pada setiap minggu, yang mencerminkan proses adaptasi serta meningkatnya komitmen dalam menjalankan perubahan perilaku secara bertahap.

    Selama menjalani kegiatan ini terdapat suka dan duka yang menjadi tantangan. Manfaat yang dirasakan didapatkan dari kegiatan ini yaitu interaksi dengan lingkungan, mengetahui rute baru, serta mencoba konsisten dalam menjalani kegiatan ini tiap minggunya. Tantang yang muncul pun beragam mulai dari rasa lelah, capek, merasa tidak sempat melakukan pada hari yang ditentukan, dan juga cuaca yang tidak menentu. Melalui kegiatan ini saya menyadari bahwa perubahan tidak hanya peningkatan fisik saja tetapi juga sikap disiplin dan kemampuan menyesuaikan diri. Hal ini sejalan dengan pandangan Manurung, dkk. (2020) yang mengatakan bahwa perubahan tidak sekedar penambahan ilmu pengetahuan tetapi membentuk kecakapan, keterampilan, sikap, pengertian, harga diri, minat, watak, dan penyesuaian diri.

 Lampiran:

 




Daftar Pustaka:

Manurung, A. S., Halim, A., & Rosyid, A. (2020). Pengaruh Kemampuan Berpikir Kreatif untuk Meningkatkan hasil Belajar Matematika di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 4(4), 1291-1301.

Rahma, H., Wahyuni, S., Trisno, J., Martinius, & Noveriza, R. (2019). Perilaku Petani dalam Menerapkan Teknologi BP3T (Bakteri Perakaran Pemacu Pertumbuhan Tanaman) Pupuk Kandang untuk Tanaman Kakao di Kabupaten Limapuluh Kota. Jurnal Penyuluhan, 15(2), 204-216.

Santoso, S. D., & Izzati, U. A. (2023). Hubungan antara Pemberdayaan Psikologis dengan Perilaku Inovatif pada Guru di Sekolah Menengah Kejuruan. Character : Jurnal Penelitian Psikologi, 10(2), 800-820.

0 komentar:

Posting Komentar