12.1.26

UAS PSIKOLOGI INOVASI

Nama : Muhammad Anas Rusdianto
NIM.  : 23310410036
Kelas  : Karyawan SP





Karakter utama yang membedakan seorang entrepreneur dari orang biasa adalah dorongan kuat untuk berprestasi, yang dikenal sebagai need for achievement (n Aff). Dorongan ini mendorong seseorang untuk menetapkan tujuan yang menantang namun tetap realistis sesuai kemampuan. Mereka yang memiliki n Aff yang baik tidak mencari tujuan yang terlalu mudah—yang tidak memberikan tantangan—tetapi juga tidak menetapkan target yang terlalu tinggi hingga membuat mereka merasa putus asa. Jadi, kunci untuk memotivasi diri adalah menemukan keseimbangan antara tantangan dan kemampuan.

Gregor McDouglas, dalam penelitiannya, menjelaskan bahwa n Aff bukanlah sesuatu yang bawaan, tapi bisa dilatih. Salah satu cara untuk melatihnya adalah dengan berpikir positif dan bersikap kompetitif, seperti terlibat dalam berbagai kompetisi baik akademik maupun non-akademik. Proses ini melatih individu untuk berani menghadapi tantangan, menerima kegagalan, dan terus berusaha memperbaiki diri. Bagi mahasiswa, latihan ini sangat penting untuk membentuk mental tangguh yang diperlukan dalam dunia kerja dan kewirausahaan.

Selain itu, konsep dorongan berprestasi ini juga berhubungan dengan teori keberuntungan yang dikemukakan oleh Robert Wiseman. Menurut Wiseman, keberuntungan bukanlah sekadar kebetulan, tapi hasil dari pola pikir dan perilaku tertentu. Dalam kisah Ruben yang diangkat dalam kasus The Crocodile River, dia menunjukkan perilaku yang mencerminkan individu dengan n Aff tinggi dan memenuhi empat faktor keberuntungan menurut Wiseman.

Masalah utama yang muncul dari kasus ini adalah kecenderungan individu terjebak dalam masalah orang lain, yang bisa menghambat perkembangan diri. Tokoh Lorena adalah contoh individu dengan banyak masalah yang berpotensi menyeret orang lain ke dalam kesulitan. Banyak orang gagal bukan karena tidak mampu, tetapi karena salah dalam memilih lingkungan dan terlalu terlibat dalam urusan yang tidak produktif.

Untuk mengatasi masalah ini, sikap Ruben dapat dijadikan teladan. Pertama, ia memilih bergaul dengan orang-orang yang memiliki tujuan hidup yang jelas dan produktif. Kedua, ia fokus pada pengembangan keterampilannya tanpa terganggu oleh masalah orang lain. Ketiga, ia mampu melihat sisi positif dari setiap musibah dan melakukan pencegahan dini terhadap risiko. Keempat, ia melatih kepekaan dalam mengambil keputusan melalui refleksi dan meditasi. Ini menunjukkan bahwa keberuntungan sebenarnya bisa diciptakan melalui kesadaran diri dan disiplin mental.

Saya percaya bahwa konsep n Aff dan teori keberuntungan Wiseman sangat relevan untuk mahasiswa dan calon entrepreneur saat ini. Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kemampuan dalam mengelola tujuan, memilih lingkungan, dan cara berpikir. Individu yang bisa melatih dorongan berprestasi serta mengambil keputusan yang bijak akan lebih siap menghadapi tantangan hidup dan menciptakan peluang keberhasilan yang berkelanjutan.

0 komentar:

Posting Komentar