11.1.26

UAS PSIKOLOGI INOVASI- KELAS A

 UJIAN AKHIR SEMESTER PSIKOLOGI INOVASI

PSIKOLOGI INOVASI KELAS A

Dr, Arundati Shinta. M.A


Tsalitsah Nadia Qunaita 
25310420003
Psikologi Inovasi
Kelas A
Fakultas psikologi


Seorang enterpreneurship itu bukan hanya soal punya modal, tapi juga mempunyai mentalitas yang bagus. Salah satu ciri paling menonjol nya adalah need for achievment atau semangat untuk berprestasi. Semangat berprestasi ini dorongan diri sendiri untuk melakukan sesuatu yang sebaik mungkin demi mencapai sebuah target yang menantang tapi juga realistis. Kalau target yang kita lalui terlalu motonon lama kelamaaan kita akan bosan, tapi jika terlalu sulit juga kita akan mudah putus asa. Konsep ini dapat dilatih melalui latihan menulis afirmasi untuk diri sendiri contoh nya.

Di era inovasi digital Indonesia sekarang, banyak sekali calon entrepreneur gagal karena kurang semangat berprestasi atau need for achievement (nAch). Mereka pilih tujuan terlalu mudah bosan  atau terlalu sulit jadi putus asa,, sehingga inovasi terhenti begitu saja. Kasus Ruben dalam The Crocodile River (Harper, 1984) tunjukkan bagaimana nAch ciptakan “keberuntungan” via perilaku adaptif, tapi teori ini undang kritik kontekstual di Yogyakarta di mana faktor eksternal seperti akses modal UMKM sering hambat.

Dorongan nAch dapat menuntun keberuntungan, seperti pada Ruben dalam “The Crocodile River” (Harper, 1984), yang menerapkan empat prinsip Richard Wiseman: bergaul dengan orang sukses, mengasah keterampilan mandiri, melihat positif dari musibah untuk mencegah kemungkinan kemungkinan resiko yang akan terjadi, dan meditasi untuk keputusan tepat. Ruben berhasil karena fokus pada dirinya, mengabaikan Lorena si tokoh bermasalah, mencerminkan bagaimana nAch menciptakan keberuntungan melalui perilaku proaktif. Wiseman (2003) menekankan bahwa keberuntungan bukan acak, melainkan hasil pola pikir dan tindakan yang selaras dengan nAch.

Masalah yang sering muncul adalah banyak orang terjebak dalam lingkaran orang bermasalah atau terlalu sibuk mengurusi urusan orang lain yang tidak produktif. Contohnya dalam kasus The Crocodile River, tokoh Lorena merepresentasikan gangguan yang bisa menghambat kemajuan. Jika kita terlalu fokus menolong orang yang penuh masalah tanpa batas yang jelas, energi dan waktu kita untuk berinovasi akan habis. Solusinya adalah meniru sikap tokoh Ruben yang fokus pada persoalan dirinya sendiri dan berani mengambil keputusan tegas.

Teori ini kuat dalam menjelaskan sukses entrepreneur, tapi mengabaikan faktor eksternal seperti akses modal atau diskriminasi struktural di Indonesia, di mana nAch saja tak cukup tanpa dukungan sosial. Latihan nAch efektif, tapi kasus Ruben terlalu sederhana; realitas entrepreneur sering melibatkan risiko kolektif, bukan isolasi total. 

Hubungan antara semangat berprestasi dan teori keberuntungan Wiseman sangatlah kuat. Seseorang yang ingin berprestasi akan secara otomatis mencari lingkungan yang mendukung orang sukses dan terus mengasah kemampuannya. Mereka tidak melihat kegagalan sebagai akhir, melainkan sebagai batu loncatan melihat dari sisi positif dari musibah. Ketika semua faktor ini digabungkan, maka apa yang orang lain sebut sebagai keberuntungan sebenarnya adalah hasil dari kesiapan mental dan ketepatan tindakan kita.

Inovasi diri dimulai dari keberanian untuk menetapkan tujuan yang menantang dan disiplin untuk menjauhkan diri dari hal-hal negatif yang tidak perlu. Keberuntungan akan datang kepada mereka yang siap, mereka yang rajin melatih diri, dan mereka yang memiliki ketajaman dalam mengambil keputusan. Seperti kata pepatah, semakin keras kita bekerja dan berlatih, maka kita akan menjadi semakin beruntung.

 


Daftar Pustaka

          Harper, M. (1984). Entrepreneur for the Poor. London: Intermediate Technology Publications.

          Wiseman, R. (2003). The Luck Factor: The Four Essential Principles. New York: Hyperion. 



0 komentar:

Posting Komentar