Mata Kuliah : Psikologi Inovasi
Tugas Esai 9
Ujian Akhir Semester
Dosen Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, M.A.
Gregor McDouglas memilki teori bahwa karakter paling menonjol dari seorang entrepreneur adalah dorongan kuat untuk berprestasi (naff), yaitu keinginan internal untuk melakukan sesuatu dengan sebaik mungkin demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Individu dengan dorongan berprestasi tinggi tidak bekerja secara asal-asalan, tetapi selalu berorientasi pada hasil dan kualitas pencapaian.
McDouglas juga menekankan bahwa tujuan yang ditetapkan harus seimbang dengan kemampuan individu. Jika tujuan terlalu mudah, individu akan kehilangan semangat karena tidak merasa tertantang. Sebaliknya, jika tujuan terlalu sulit dan jauh melampaui kemampuan, individu cenderung merasa putus asa bahkan sebelum memulai. Oleh karena itu, entrepreneur yang efektif adalah mereka yang mampu menetapkan target menantang tetapi realistis, sehingga memunculkan rasa percaya diri, ketekunan, dan kepuasan ketika tujuan tersebut tercapai.
Mcdouglas juga percaya bahwa dorongan berprestasi bukanlah bakat bawaan semata, tetapi dapat dilatih. Salah satu caranya adalah dengan membiasakan diri menulis dan memikirkan hal-hal positif, bersikap kompetitif secara sehat, serta melibatkan diri dalam aktivitas yang mendorong pencapaian, seperti mengikuti lomba atau tantangan akademik maupun nonakademik. Latihan ini akan membentuk pola pikir berprestasi dan keberanian menghadapi tantangan.
Sementara menurut Robert Wiseman, keberuntungan bukan semata-mata soal nasib, tetapi dibentuk oleh empat faktor utama, yaitu keterbukaan terhadap peluang, kepekaan terhadap intuisi, sikap optimis, dan kemampuan belajar dari pengalaman buruk. Individu yang beruntung biasanya aktif menjalin relasi dan berani mencoba hal baru, sehingga lebih mudah menemukan kesempatan. Mereka juga peka dalam mengambil keputusan, mampu melihat sisi positif dari setiap situasi, serta menjadikan kegagalan sebagai pelajaran. Keempat faktor ini saling berkaitan dan membentuk pola pikir yang membantu seseorang menciptakan keberuntungan dalam hidupnya.
Menurut saya dorongan berprestasi dan keberuntungan sebenarnya saling melengkapi. Hal tersebut memberi gambaran bahwa kesuksesan entrepreneur lahir dari perpaduan antara dorongan berprestasi yang kuat dan pola pikir yang adaptif. Dengan menetapkan tujuan yang tepat, bersikap terbuka pada peluang, serta mampu bangkit dari kegagalan, seorang entrepreneur tidak hanya membangun usaha, tetapi juga membentuk mental yang siap menghadapi tantangan jangka panjang.
Pada kasus the crocodile river, menurut saya ruben dapat dikatakan memiliki karakteristik seorang entrepreneur. Dari sisi dorongan berprestasi, Ruben menunjukkan kemampuan menetapkan tujuan dan fokus pada apa yang ingin ia capai dalam hidupnya. Ia tidak bertindak sembarangan dan cenderung berhati-hati dalam mengambil langkah, yang menunjukkan bahwa ia memilih tantangan yang sesuai dengan kemampuannya.
Selain itu Jika dilihat dari teori Robert Wiseman, perilaku Ruben juga selaras dengan empat faktor penentu keberuntungan. Ia selektif dalam pergaulan dan lebih memilih fokus pada pengembangan diri dibanding terlibat dalam masalah orang lain. Ruben mampu melihat potensi risiko dari situasi yang dihadapinya dan mengambil keputusan untuk menghindari hal-hal negatif, yang menunjukkan kejelian dalam membaca keadaan. Selain itu, kebiasaannya melakukan refleksi dan meditasi menggambarkan upaya melatih kepekaan dan intuisi dalam menentukan langkah hidupnya.
Namun jika dilihat dari etika sosial sikap Ruben bisa terasa kurang empatik. Keputusannya untuk menjauh dari Lorena yang sedang bermasalah dapat dipahami sebagai bentuk menjaga diri, tetapi di sisi lain juga menunjukkan minimnya rasa solidaritas. Tapi dari sisi etika individual dan profesional, sikap Ruben cukup dapat dibenarkan. Ia berusaha menjaga dirinya dari situasi yang berisiko, fokus pada tujuan hidupnya, serta tidak ingin terlibat dalam masalah orang lain yang berpotensi merugikan dirinya. Dalam konteks kewirausahaan, sikap ini mencerminkan prinsip kehati-hatian, pengelolaan risiko, dan tanggung jawab atas pilihan sendiri.
Daftar Pustaka :
Harper, M. (1984). Entrepreneur for the poor. London: Intermediate Technology Publications in association with GTZ (German Agency for Technical Co-operation).
Wiseman, R. (2003). The luck factor: The four essential principles. New York: Hyperion.
Ancok, D. (2012). Psikologi kepemimpinan dan inovasi. Jurnal Psikologi, 39(1), 1–12.
0 komentar:
Posting Komentar