Mata Kuliah : Psikologi Inovasi
Tugas Esai 5
Cerita Saya dalam Mengikuti Lomba
Dosen Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, M.A.
Dalam memgembangakan diri kita, kita harus memiliki semangat untuk terus mencoba dan tidak takut gagal. Salah satu hal yang bisa kita lakukan melatih hal tersebut adalah dengan mengikuti lomba. Mengikuti lomba sering kali dipersepsikan hanya sebagai usaha untuk mendapatkan juara atau penghargaan. Padahal, nilai utama dari lomba justru terletak pada proses yang dijalani. Melalui lomba kita memiliki kesempatan untuk mengenali kemampuan diri, melatih keberanian, serta mencoba menghadapi tantangan yang mungkin belum pernah dialami sebelumnya.
Proses persiapan dan pelaksanaan lomba juga memberikan banyak pembelajaran penting dalam pembentukan karakter. Kita dituntut untuk belajar disiplin, mengatur waktu, serta bertanggung jawab terhadap usaha yang dilakukan. Ketika hasil yang diperoleh belum sesuai harapan, pengalaman tersebut dapat menjadi sarana refleksi diri dan pembelajaran berharga. Dari situ, Kita dapat belajar menerima kegagalan dengan lapang dada dan menjadikannya sebagai motivasi untuk berkembang lebih baik.
Oleh karena itu mengikuti lomba bukan hanya tentang hasil akhir yang dicapai, melainkan tentang perjalanan belajar yang menyertainya. Lomba menjadi sarana untuk mengasah kemampuan, membangun mental yang kuat, serta meningkatkan kepercayaan diri. Pada esai ini saya akan menceritakan salah satu lomba yang pernah saya ikuti, bagaimana prosesnya, dan hal apa yang bisa saya ambil dari lomba tersebut.
Salah satu lomba yang pernah saya ikuti adalah lomba badminton. Dulu saat masih SMP saya cukup menggemari olahraga badminton, hingga akhirnya orang tua saya memasukan saya ke les badminton. Dalam seminggu saya berlatih sebanyak 4 hari, dengan durasi 1-2 jam setiap harinya. Pada minggu – minggu awal saya merasa sangat keleahan dan ingin berhenti, tetapi keseruan yang saya rasakan setiap menguasai teknik baru membuat saya tetap bertahan.
Suatu hari pelatih badminton saya memberi tahu bahwa akan diadakan lomba badminton tingkat daerah untuk anak SMP di kota saya. Saya adalah pribadi yang cukup kompetitif mendengar lomba tersebut terlintas pikiran di kepala saya untuk mengikutinya. Saya merasa lomba tersebut dapat menjadi ajang pembuktian untuk mengetes kemampuan saya. Akhirnya dengan sedikit keraguan saya memberanikan diri untuk ikut mendaftar lomba tersebut.
Pada Hari perlombaan seluruh keluarga saya mengantarkan saya ke gor pertandingan lomba itu diadakan. Ketika sampai perasaan tegang langsung menyelimuti seluruh badan saya, ditambah kehadiran seluruh keluarga saya menambah beban ketegangan yang saya rasakan.
Saat pertandingan pertama saya dimulai, saya berhasil menekan ketegangan saya dan memenangkan pertandingan pertama saya.
Setelah menang perasaan tengang tersebut perlahan memudar, hingga akhirnya rasa lapar karena belum sempat sarapan muncul. Karena lapar saya pun pergi ke area kantin dan menyantap indomie dengan nikmat, keluarga saya pun menemani serta menyemangati dan mengapresiasi saya karena telah berhasi memenangkan pertandingan pertama. Setelah makan nama saya pun dipanggil untuk melanjutkan pertandingan kedua.
Di pertandingan kedua perut saya terasa tidak enak, mungkin karena saya makan terlaalu banyak dan tidak ada jeda waktu yang lama untuk mencernanya. Hingga akhirnya di tengah pertandingan saya merasa sangat mual dan begegas berlari ke kamar mandi untuk muntah. Saya pun meninggalkan lapangan tanpa ijin dan didiskualifikasi. Pertandingan pun dianggap dimenangkan oleh lawan saya. Akhirnya seluruh keluarga saya pergi menghampiri saya dan menenangkan serta memberi semangat karena walaupun didiskualifikasi saya tetap berani untuk mengkuti lombat badminton tersebut.
Disini pun saya menyadari bahwa pengalaman tersebut jauh lebih berharga daripada sekadar hasil yang diperoleh. Saya mendapatkan kepercayaan diri baru, belajar menerima kekalahan, dan merasakan kepuasan karena telah berani mencoba. Walapun sekarang saya sudah jarang bermain badminton, tapi hal yang saya dapat dari perlombaan itu masih saya gunakan sampai sekarang. Saya belajar bahwa untuk berkembang kita harus meiliki semangat untuk terus mencoba dan tidak takut gagal.
0 komentar:
Posting Komentar