11.1.26

Essai 5 - Partisipasi Lomba

 

Mata Kuliah: Psikologi Inovasi
Tugas: Esai 5 – Partisipasi Lomba
Nama Mahasiswa: Ibnu Rafie Junaidi (24310420059)
Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A
Bulan & Tahun: Januari 2026


Partisipasi Lomba sebagai Aplikasi Psikologi Inovasi dalam Kehidupan Nyata

Partisipasi dalam lomba merupakan salah satu bentuk penerapan Psikologi Inovasi, khususnya dalam merancang keberuntungan dan melatih kesiapan diri menghadapi tantangan. Melalui lomba, individu didorong untuk keluar dari zona nyaman, berani mencoba hal baru, serta mengembangkan potensi diri secara nyata. Dalam mata kuliah Psikologi Inovasi ini, saya mengikuti dua bentuk kompetisi, yaitu lomba lari MLABAR 5K dan challenge R&D menu di perusahaan tempat saya bekerja.

Lomba pertama yang saya ikuti adalah MLABAR 5K yang diselenggarakan oleh Breezysipz bekerja sama dengan Musang Running Team pada tanggal 29 November 2025. Lomba ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga sarana membangun gaya hidup sehat, relasi sosial, dan ketangguhan mental. Dalam persiapannya, saya melakukan latihan lari secara bertahap, mengatur waktu istirahat, serta menyesuaikan pola aktivitas harian agar mampu menyelesaikan jarak 5 kilometer. Tantangan utama yang saya rasakan adalah melawan rasa lelah dan dorongan untuk berhenti di tengah lintasan. Namun, melalui lomba ini saya belajar tentang resiliensi, disiplin, dan konsistensi, yaitu kemampuan untuk tetap bertahan dan menyelesaikan tujuan meskipun berada dalam kondisi yang tidak nyaman. Hal ini selaras dengan Psikologi Inovasi yang menekankan keberanian mengambil risiko dan kesiapan berubah demi pengembangan diri.

Lomba kedua yang saya ikuti adalah challenge R&D menu di perusahaan. Dalam challenge ini, saya dituntut untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam mengembangkan ide menu baru yang memiliki nilai jual. Proses yang saya jalani meliputi pencarian ide, uji coba bahan, penyesuaian rasa, serta evaluasi terhadap hasil yang diperoleh. Tantangan yang muncul antara lain keterbatasan bahan dan tuntutan agar menu tetap relevan dengan kebutuhan konsumen. Dari kegiatan ini, saya belajar bahwa inovasi tidak selalu harus bersifat besar, tetapi dapat dimulai dari perbaikan kecil yang dilakukan secara konsisten dan terencana.

Kedua lomba tersebut memberikan pengalaman berharga dalam merancang keberuntungan melalui usaha, latihan, dan keberanian mencoba. Partisipasi lomba membantu saya menjadi lebih adaptif, tangguh, dan terbuka terhadap perubahan. Dengan demikian, lomba bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi tentang proses pembelajaran dan pembentukan sikap inovatif yang berguna bagi kehidupan akademik maupun dunia kerja.

Daftar Pustaka

Adams, J. S. (1965). Inequity in social exchange. Advances in Experimental Social Psychology, 2, 267–299.

Heraclitus. (513 SM). Fragments.

Robbins, S. P. (1998). Organizational behavior. New Jersey: Prentice Hall.

Schmidt, S. A., & Sujansky, J. G. (1999). Training games for managing change. New York: McGraw-Hill.

Surbhi, S. (2018). Difference between creativity and innovation. Retrieved from https://keydifferences.com/difference-between-creativity-and-innovation.html

0 komentar:

Posting Komentar