Esai Prestasi
Membangun Kesadaran Kesehatan Mental Remaja melalui Sosialisasi di Sekolah
Nama : Seprandi Saputra
Nim : 25310420004
Mata Kuliah : Psikologi Inovasi
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Januari 2026
Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam perkembangan remaja, khususnya siswa Sekolah Menengah Atas yang berada pada fase penuh tekanan akademik, sosial, dan emosional. Namun, isu kesehatan mental masih sering dianggap tabu dan kurang mendapatkan perhatian di lingkungan sekolah. Berangkat dari kondisi tersebut, saya bersama beberapa rekan dalam satu kelompok melaksanakan kegiatan pelayanan masyarakat berupa sosialisasi tentang pentingnya menjaga kesehatan mental kepada siswa kelas XI di sebuah sekolah menengah.
Kegiatan ini dilaksanakan di SMA N 1 Banguntapan secara berkelompok pada Senin, 24 November 2025, dan dilakukan di dua kelas XI yang berbeda. Pelaksanaan di dua kelas bertujuan agar pesan yang disampaikan dapat menjangkau lebih banyak siswa serta memberikan gambaran yang lebih luas mengenai kondisi kesehatan mental remaja di lingkungan sekolah. Sebelum kegiatan berlangsung, kelompok kami melakukan persiapan bersama, mulai dari penyusunan materi, pembagian peran, hingga penentuan metode penyampaian yang disesuaikan dengan karakteristik siswa.
Dalam kegiatan ini, peran saya adalah sebagai pemateri utama sekaligus fasilitator diskusi. Saya bertugas menyampaikan materi mengenai pengertian kesehatan mental, faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan mental remaja, serta tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental yang sering dialami oleh siswa. Selain itu, saya juga memandu sesi diskusi interaktif, mendorong siswa untuk aktif bertanya, dan menciptakan suasana yang aman agar mereka merasa nyaman dalam menyampaikan pendapat maupun pengalaman pribadi.
Selama kegiatan berlangsung, kami menemukan bahwa banyak siswa sebenarnya mengalami tekanan emosional, seperti stres akademik, kecemasan terhadap masa depan, serta tekanan dari lingkungan sosial. Namun, sebagian dari mereka belum memiliki pemahaman yang cukup mengenai cara mengelola kondisi tersebut. Melalui sosialisasi ini, kami menekankan bahwa menjaga kesehatan mental dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, seperti mengenali emosi diri, menjaga pola komunikasi yang sehat, mengatur waktu belajar dan istirahat, serta berani meminta bantuan kepada guru, teman, atau orang dewasa yang dipercaya.
Kegiatan sosialisasi ini memberikan dampak positif, baik bagi siswa maupun bagi saya secara pribadi. Bagi siswa, kegiatan ini membantu membuka wawasan bahwa kesehatan mental adalah hal yang penting dan wajar untuk dibicarakan. Sementara bagi saya, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam melatih kerja sama tim, meningkatkan kepekaan sosial, serta mengembangkan kemampuan komunikasi dan empati. Melalui kegiatan pelayanan masyarakat ini, saya berharap kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya positif di lingkungan sekolah.
Lampiran Dokumentasi :

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

0 komentar:
Posting Komentar