Esai
prestasi 1 Volun bina siwi
Mata
kuliah : Psikologi Inovasi
Dosen
Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA
Fitri
Novia Rizka (23310410057)
Fakultas
Psikologi
Universitas
Proklamasi 45 Yogyakarta
Mengikuti
kegiatan kerelawanan bagi saya tidak hanya sekedar untuk memperoleh pengalaman baru,
melainkan juga sebagai proses pembelajaran mengenai nilai-nilai sosial,
kemampuan berinteraksi, serta keterampilan dalam beradaptasi di lingkungan baru.
Oleh karena itu, kegiatan kegiatan relawan tidak hanya berorientasi pada
pemberian kontribusi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana bagi para
relawan untuk menerima pelajaran hidup yang bertujuan untuk memperkaya
pemahaman tentang empati, kolaborasi, dan makna kebersamaan (Pairan dan
Abdullah, 2021). Salah satu keterlibatan saya dalam aktivitas kerelawanan yang
saya ikuti yaitu menjadi relawan di SLB Bina Siwi, sebuah sekolah luar biasa
yang berlokasi di Pajangan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini
dilaksanakan pada 2 september 2025 pada pukul 15.00-17.00 WIB, dan menjadi
sebuah pengalaman yang dapat memberikan wawasan baru terkait dinamika kehidupan
Pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus serta peran relawan dalam
mendukung proses pembelajaran inklusif.
Sebagai relawan, saya terlibat langsung dalam berbagai
aktivitas pendampingan, seperti membantu anak-anak dalam proses belajar
mengajar, bermain, bernyanyi, serta membuat kerajinan tangan. Salah satu momen
yang paling berkesan selama menjalankan kegiatan tersebut yaitu sesi unjuk
bakat. Meskipun terdapat beberapa anak yang memiliki keterbatasan fisik maupun
kognitif, tetapi semangat serta bakat yang mereka tampilkan menunjukkan adanya
potensi yang luar biasa sehingga secara tidak langsung saya merasa sangat terpukau
dengan kemampuan mereka. Interaksi sederhana ini yang berhasil memberikan
pemahaman kepada saya bahwa keeterbatasan tidak selalu menjadi hambatan bagi
seseorang untuk terus berkarya dan mengeksperikan diri mereka.
Selama
menjalankan peran sebagai seorang relawan, khususnya dalam mendampingi anak
penyadang disabilitas, saya menghadapi berbagai tantangan salah satunya salah
satunya kebutuhan akan tingkat kesabaran yang ekstra dalam proses pendampingan
anak inklusi. Tantangan tersebut tampak dalam kegiatan bermain bermain maupun
pembuatan kerajinan tangan. Di dalam kegiatan tersebut, anak-anak memerlukan
pendekatan yang adaptif. Oleh karena itu, guru serta relawan dituntut untuk
merancang strategi serta solusi kreatif bagi anak-anak agar anak-anak tetap
merasa senang serta terlibat secara aktif selama kegiatan berlangsung dan
terhindar dari rasa bosan maupun perilaku tantrum (Oktaviani dan Harsiwi,
2024).
Kegiatan
kerelawanan ini juga diisi dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan, seperti
pertunjukkan pencak silat, dance, bernyanyi, pertunjukkan music, permainan
kelompok dalam skala kecil, serta pembagian bingkisan dari para relawan kepada anak-anak
SLB. Di SLB Bina Siwi, peran saya tidak hanya sebatas menjadi seorang relawan, tetapi
juga sebagai pembelajar yanng memperoleh pemahaman mengenai pentingnya empati,
kesasabaran, dan ketulusan dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus. Melalui
interaksi dengan mereka, saya belajar untuk melihat dunia dengan perspektif
yang lebih lembut dan hati yang lebih terbuka
Setelah
selesai seluruh rangkaian kegiatan, acara ditutup dengan doa bersama dan makan
bersama dengan seluruh relawan dan para guru yang ada di SLB Bina Siwi. Dalam
sesi diskusi informal, beberapa guru berbagi pengalaman mereka terkait dinamika
mengajar di sekolah tersebut, mulai dari keberagaman karakter serta kebutuhan
kesabaran ekstra selama proses pembelajaran. Harapan saya, semoga semakin
banyak individu yang tergerak hatinya untuk berpartisipasi aktif menjadi
relawan. Sekecil apa pun kontribusi yang bisa kita berikan, hal tersebut akan
memiliki potensi untuk menjadi cahaya bagi mereka yang membutuhkan.
Ilustrasi gambar :
Daftar
Pustaka
Oktaviani,
F., & Harsiwi, N. E. (2024). Tantangan pembelajaran anak berkebutuhan
khusus di kelas inklusi SDN Gebang 1. Journal of Special Education
Lectura, 2(1), 24-30.
Pairan,
P., & Abdullah, S. A. (2021). Pengembangan komunitas dalam mewujudkan
lingkungan ramah anak berkebutuhan khusus. EMPATI J. Ilmu Kesejaht. Sos, 9(2),
116-122.
Nugraha,
T., Mustika, I., Rohmalina, R., & Furqon, F. F. N. (2025). Pendidikan
Inklusi Melalui Pelatihan Komunikasi Adaptif bagi Relawan dan Pengajar
Komunitas Anak Berkebutuhan Khusus. Jurnal Pengabdian Profesi, 1(1),
20-25.

0 komentar:
Posting Komentar