11.1.26

Esai 6 - Perubahan Diri

 Mata Kuliah: Psikologi Inovasi

Tugas: Esai 6 – Melakukan Perubahan Diri

Dosen Pengampu: Dr. Dra. Arundati Shinta, M.A.



SITI RAFIDA (23310410088)

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Januari 2026


Mahasiswa dihadapkan pada tuntutan akademik dan aktivitas sehari-hari yang cukup padat, sehingga menjaga kebugaran tubuh sering kali kurang menjadi perhatian. Kondisi tersebut saya alami, ditandai dengan stamina yang rendah dan suasana hati yang kurang stabil. Hal ini mendorong saya untuk melakukan perubahan diri melalui aktivitas fisik sederhana yang dilakukan secara bertahap, terukur, dan konsisten. Bentuk perubahan yang saya pilih adalah kegiatan joging yang dilaksanakan selama sepuluh minggu.

Joging dipilih karena mudah dilakukan, tidak memerlukan alat khusus, serta dapat disesuaikan dengan kemampuan individu. Selain memberikan manfaat fisik, joging juga memiliki dampak terhadap kondisi psikologis. Nugroho dan Handayani (2023) menjelaskan bahwa aktivitas joging yang dilakukan secara rutin dapat meningkatkan kebugaran jasmani dan membantu menurunkan tingkat stres. Oleh karena itu, joging menjadi pilihan aktivitas fisik yang relevan untuk diterapkan oleh mahasiswa sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh. Kegiatan joging dilakukan minimal satu kali setiap minggu dengan durasi awal 60 menit dan jarak tempuh sekitar 3 kilometer. Selanjutnya, durasi dan jarak ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 85 menit dengan jarak lebih dari 5 kilometer pada minggu kesepuluh. Setiap pelaksanaan joging dicatat sebagai indikator perubahan yang terukur. Pencatatan ini membantu dalam memantau perkembangan kemampuan fisik serta menjaga konsistensi pelaksanaan kegiatan dari minggu ke minggu.

Selama pelaksanaan kegiatan, terdapat peningkatan kemampuan fisik yang terlihat dari bertambahnya durasi dan jarak tempuh joging. Selain itu, aktivitas ini juga berkontribusi dalam menjaga kondisi psikologis, seperti mengurangi ketegangan setelah aktivitas akademik dan membantu kestabilan suasana hati. Hal tersebut sejalan dengan Rahman dan Sari (2021) yang menyatakan bahwa olahraga aerobik berintensitas ringan hingga sedang dapat mendukung kesehatan mental mahasiswa melalui peningkatan hormon endorfin.

Dalam pelaksanaan kegiatan jogging ini  tidak terlepas dari beberapa kendala, seperti kondisi cuaca yang kurang mendukung serta kelelahan fisik pada tahap awal. Kendala tersebut menjadi tantangan dalam mempertahankan konsistensi kegiatan. Namun, melalui pengaturan waktu, penyesuaian intensitas, serta komitmen pribadi, kegiatan joging tetap dapat dilaksanakan sesuai rencana. Proses ini menunjukkan pentingnya disiplin diri dalam membangun kebiasaan sehat. Selain berdampak pada kebugaran, kegiatan joging juga memberikan pengalaman dalam mengelola kebiasaan dan tanggung jawab terhadap diri sendiri. Rutinitas ini membantu membentuk pola hidup yang lebih teratur dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah kesibukan akademik. Dengan demikian, joging tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas fisik, tetapi juga sebagai sarana pendukung perubahan perilaku yang positif.

Berdasarkan kegiatan joging selama sepuluh minggu ini, sangat menunjukkan bahwa aktivitas fisik sederhana dapat diterapkan oleh mahasiswa apabila dilakukan secara terencana dan konsisten. Joging dapat dijadikan alternatif olahraga ringan yang mudah diakses dan berpotensi memberikan manfaat jangka panjang bagi kebugaran fisik dan kesejahteraan psikologis mahasiswa.

 

Laporan Kemajuan Kegiatan Joging

M

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

W

66

70

72

76

81

84

85

89

93

94

J

3.20

3.45

3.70

3.71

4.00

4,30

4.70

5.30

5.90

6,26

 

Keterangan :

M : Minggu ke-n

W : Waktu dalam menit

J : Jarak dalam kilometer

 

 

 

Daftar Pustaka

Nugroho, A. S., & Handayani, T. (2023). Pengaruh aktivitas joging terhadap kebugaran jasmani dan tingkat stres mahasiswa. Jurnal Keolahragaan, 11(1), 25–34.

Rahman, F., & Sari, M. (2021). Olahraga aerobik dan kesehatan mental mahasiswa. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 9(1), 33–41.


Lampiran :









0 komentar:

Posting Komentar