Mata
kuliah : Psikologi Inovasi
Tugas
: Esai 6 Perubahan Diri (Olahraga)
Dosen
Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA
Fitri
Novia Rizka (23310410057)
Fakultas
Psikologi
Universitas
Proklamasi 45 Yogyakarta
Di
era modern seperti saat ini, berbagai macam perkembangan serta perubahan
teknologi telah mengubah gaya hidup seseorang, khususnya pada aktivitas secara
fisik. Banyak orang lebih memilih menghabiskan waktunya dengan dunia maya dibandingkan
harus melakukan kegiatan fisik, sehingga secara perlahan aktivitas fisik mulai
ditinggalkan. Salah satu bentuk aktivitas fisik yang kini langka dilakukan oleh
Generasi Z yaitu olahraga. Kegiatan olaharaga sederhana seperti jogging ataupun
lari-lari kecil, semakin hari semakin langka dilakukan oleh seseorang dan
berdalih dengan alasan sibuk. Di sisi lain, jogging tidak hanya sekedar
aktivitas fisik sederhana tetapi juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga
kebugaran jasmani apabila sering dilakukan secara rutin (Prasetya dan
Primajati, 2023).
Menurut
Hartono (2010) dalam (Kila, 2025) menyatakan bahwa Jogging merupakan aktivitas
berlari dengan kecepatan di bawah 6 mil/jam, atau sama dengan 9,7 km/jam.
Aktivitas tersebut sama saja dengan berlari sejauh 1 km yang ditempuh dalam
waktu 6,2 menit dengan kecepatan berlari di atas 9,7 km/jam. Jogging merupakan salah
satu olahraga sederhana yang tidak memerlukan fasilitas khusus ataupun biaya
besar dalam melakukannya, hanya saja dibutuhkan komitmen yang kuat dalam
menjalaninya. Oleh karena itu, jogging memiliki keunggulan dalam meningkatkan
efektivitas tubuh. Adapun data yang menyatakan bahwa jogging atau lari interval
intensitas tinggi (HIT) yang dilakukan selama 10 minggu secara konsisten dapat
meningkatkan luas serat otot quadriceps hingga 11% dengan menghambat protein
yang mengganggu pertumbuhan otot dan menurunkan pemecahan protein. Selain itu,
jogging dapat mengurangi ekspresi gen katabolic seperti FOXO3a dan myostatin
hingga 49% yang mendukung pertumbuhan otot hingga usia lansia. Secara umum,
jogging dapat meningkatkan ketahanan tubuh secara keseluruhan khusunya pada
otot kaki (Konopka dan Harber, 2014). Dalam praktiknya, jogging biasanya
dilakukan pada pagi hari ataupun sore hari dikala udara masih terasa segar. Sebelum
melaksanakan jogging, hendaknya memulai dengan pemanasan ringan untuk
menghindari cidera pada sendi otot, kemudian awali jogging dengan berlari kecil
dengan kecepatan stabil sesuaikan dengan kemampuan tubuh.
Pada
kesempatan yang besar ini, saya berkesempatan untuk melakukan kegiatan olahraga
rutin yang sering saya lakukan 3 kali dalam satu minggu selama 11 minggu. Kegiatan
semacam ini memberikan saya pandangan untuk membangun kebiasaan agar lebih
disiplin serta konsisten pada apapun pilihan yang telah saya pilih. Kegiatan
tersebut juga memberikan beberapa manfaat utama dari yaitu meningkatkan
kebugaran jantung dan paru-paru, melancarkan peredaran darah, serta membantu
menjaga berat badan ideal. Selain itu, joging juga berperan dalam mengurangi
stres, karena ritme gerakan dan suasana alam sekitar dapat memberikan efek
relaksasi. Dengan konsistensi, joging menjadi sarana pembentukan gaya hidup
sehat yang berkelanjutan.
Pelaksanaan
kegiatan joging sebaiknya diatur secara terencana. Misalnya dengan membuat
jadwal penentuan waktu, rute, serta target jarak atau durasi yang perlu
disesuaikan dengan kondisi fisik dari setiap masing-masing individu. selain
itu, lakukan beberapa kegiatan seperti evaluasi secara berkala dengan tujuan untuk
melihat seberapa efektif dari setiap progress perkembangan kegiatan tersebut
terhadap fisik seseorang. Dengan demikian, joging tidak hanya menjadi aktivitas
rutin, tetapi juga menjadi bagian dari proses belajar untuk mengenali tubuh,
melatih disiplin, dan membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan jasmani.
Lampiran foto
Laporan kemajuan kegiatan
jogging
|
M |
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
|
W |
60 |
75 |
90 |
100 |
110 |
120 |
135 |
138 |
140 |
145 |
150 |
|
J |
5 |
6 |
10 |
15 |
20 |
25 |
30 |
35 |
40 |
45 |
50 |
Catatan :
M : Minggu ke-n
W : Waktu dalam menit
J : Jarak dalam kilometer
Grafik laporan kemajuan
kegiatan jogging
Daftar Pustaka
Klla,
Y. W. K. (2025). THE EFFECT OF JOGGING PHYSICAL ACTIVITY ON BLOOD PRESSURE
CONDTIONS IN STUDENTS WITH HYPERTENSION AT FIKK UNM. JURNAL ILARA;
Jurnal Hasil Penelitian, Aplikasi Teori, Analisa, Dan Pembahasan Kepustakaan
tentang Keolahragaan, 16(3), 111-117.
Konopka,
A. R., & Harber, M. P. (2014). Skeletal muscle hypertrophy after aerobic
exercise training. Exercise and sport sciences reviews, 42(2),
53-61.
Kusuma,
A. I., Putra, I. B., & Utamayasa, I. G. D. (2023). Efektifitas Teknologi
Sensor Alat Olahraga Neuro Dance pada Simulator dengan Menggunakan Smart Watch
terhadap Heart Rate, Tekanan Darah dan Pencegahan Resiko Obesitas. Jurnal
Pendidikan Kesehatan Rekreasi, 9(2), 217-224.
Prasetya,
A. T., & Primajati, I. H. I. (2023). Manfaat Olahraga Jogging Bagi
Kesehatan Remaja Khususnya Mahasiswa. Pubmedia Jurnal Pendidikan
Olahraga, 1(2), 7-7.
0 komentar:
Posting Komentar