Esai 6 - Melakukan Perubahan diri
Mata Kuliah : Psikologi Inovasi
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M. A.
Ayu Safira (25310420002)
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Januari 2026
Perubahan diri merupakan proses bertahap yang tidak bisa instan, dan butuh adanya kesadaran diri, komitmen, serta konsisten. Setiap individu memiliki cara yang berbeda dalam melakukan perubahan, tergantung pada kondisi fisik, mental, dan kesiapan. Salah satu bentuk perubahan diri yang saya lakukan adalah olahraga jalan santai yang dilakukan satu kali dalam seminggu selama sepuluh minggu. Jalan santai dipilih karena merupakan aktivitas yang sederhana dan sesuai dengan kondisi tubuh saya. Selain itu, jalan santai memiliki risiko cedera yang rendah, tidak membutuhkan peralatan khusus, aman, serta lebih mudah dijalankan secara konsisten namun tetap memberikan manfaat bagi kesehatan. Olahraga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental. Aktivitas fisik ringan seperti jalan santai terbukti mampu meningkatkan kebugaran jasmani, memperbaiki suasana hati, serta membantu menurunkan tingkat stres apabila dilakukan secara rutin (Yusi et al., 2023). Dalam perspektif psikologi inovasi, perubahan diri melalui olahraga dapat dipahami sebagai bentuk eksperimen sederhana yang dilakukan individu untuk menemukan pola hidup baru yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Pada minggu pertama, tepatnya tanggal 11 Oktober 2025, saya mulai melakukan jalan santai selama kurang lebih satu jam pada akhir pekan di sore hari. Pada fase awal ini, aktivitas terasa cukup berat karena tubuh belum terbiasa berolahraga. Saya mudah merasa lelah, mengalami nyeri pada bagian perut, kaki terasa pegal, napas menjadi tidak teratur, jantung berdebar, serta muncul keinginan untuk berhenti sebelum waktu yang telah direncanakan. Meskipun demikian, tekad awal dan keinginan untuk melakukan perubahan menjadi faktor utama yang membuat saya tetap melanjutkan kegiatan ini. Memasuki minggu kedua dan ketiga, kondisi yang dirasakan masih relatif sama dengan minggu pertama. Tantangan yang dihadapi tidak hanya berasal dari kondisi fisik, tetapi juga dari aspek mental. Rasa malas, keinginan untuk beristirahat lebih lama, serta padatnya aktivitas akademik sering kali menjadi alasan untuk menunda olahraga. Namun, pada tahap ini saya berusaha tetap menjaga konsistensi sebagai bagian dari komitmen terhadap perubahan diri.
Pada minggu keempat hingga keenam, tubuh mulai menunjukkan proses adaptasi. Jalan santai tidak lagi terasa seberat sebelumnya, napas menjadi lebih teratur, dan rasa pegal berkurang. Selain perubahan fisik, saya juga merasakan dampak positif secara psikologis, seperti suasana hati yang lebih baik, pikiran yang lebih segar, serta penurunan tingkat stres akademik. Pada fase ini, olahraga tidak lagi dipandang sebagai kewajiban, melainkan mulai menjadi kebutuhan pribadi. Minggu ketujuh hingga kesembilan mulai stabil. Aktivitas jalan santai tetap dilakukan dengan durasi yang relatif sama, namun rute yang ditempuh dibuat bervariasi untuk menghindari rasa bosan. Variasi ini merupakan bagian dari proses inovatif, yaitu melakukan penyesuaian kecil agar perubahan yang dilakukan dapat bertahan dalam jangka panjang. Pada minggu kesepuluh, saya melakukan refleksi terhadap seluruh proses yang telah dijalani. Meskipun perubahan yang diperoleh terlihat sederhana, seperti meningkatnya stamina dan kedisiplinan diri, dampaknya cukup berarti terhadap pola hidup saya. Mata kuliah inovasi berperan sebagai pemicu motivasi eksternal yang memperkuat niat internal untuk berubah.
Dari pengalaman ini, saya menyadari bahwa perubahan diri tidak selalu harus bersifat besar atau drastis, tetapi dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Secara keseluruhan, perubahan diri melalui kegiatan jalan santai selama sepuluh minggu tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga membentuk pola pikir yang lebih inovatif. Proses mencoba, menyesuaikan, dan mempertahankan kebiasaan baru mencerminkan prinsip psikologi inovasi, yaitu kemampuan individu untuk beradaptasi dan merancang perubahan yang sesuai dengan kebutuhan diri. Dengan demikian, perubahan diri menjadi fondasi penting bagi berkembangnya perilaku inovatif dalam kehidupan sehari-hari.
|
M |
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
|
W |
60 |
61 |
65 |
68 |
72 |
77 |
80 |
84 |
87 |
89 |
|
J |
3,5 |
3,6 |
3,8 |
4,0 |
4,2 |
4,5 |
4,7 |
4,9 |
5,1 |
5,2 |
Daftar Pustaka :
Yusi, F., Ramadhan, A., & Putri, D. A. (2023). Pengaruh aktivitas fisik ringan terhadap kebugaran jasmani dan kesehatan mental mahasiswa. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, 5(2), 112–120.


0 komentar:
Posting Komentar