Esay 2 - Wawancara tentang disonansi kognitif
Psikologi Inovasi
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A
Lebih dalam lagi, disonansi ini merembet ke pikiran. Setelah latihan, ia merasa "aneh" menyalakan rokok di parkiran. Seperti membangun rumah siang hari, lalu mencopot batangnya malam hari." Namun, olahraga justru jadi "izin" merokok. "Sudah lari 5 km, boleh lah sebatang," menurutnya. Ini self-reward yang ironis, mengurangi rasa bersalah. Ia tolak mitos "olahraga buang racun rokok" secara logis namun paru-paru tak "dicuci" keringat tapi secara psikologis, ia ingin percaya metabolisme cepatnya "efisien buang nikotin." Disonansi mencapai puncak berhenti merokok jauh lebih sulit daripada berhenti olahraga, karena nikotin ciptakan ketergantungan kimia dan kebiasaan tangan otomatis. Olahraga awalnya diharap ganti rokok, tapi malah jadi pasangan satu untuk disiplin, satu untuk relaksasi.
Lingkungan justru memperkuat disonansi. Di kelompok futsal, rokok diterima sehabis pertandingan,sebagai lingkaran hisap bersama. Temannya sering menggoda "Sprint ganas, tapi paru berasap, kapan bocor?" Berubah menjadi lelucon akrab. Di grup lari, ia menutupi,untuk menghormati coach yang fanatik kebugaran. Akibatnya? Ia anggap diri lebih dihargai sebagai "perokok bugar" daripada perokok lesu sebuah cap sosial "bergengsi," kedisiplinan jasmani untuk menyelamatkan sebuah reputasi. Ini menguatkan disonansi kelompok yang memberi pengakuan, meski stamina drop nanti, rokok menjadi prioritas pertama, karena olahraga menurutnya adalah aset yang baik hingga usia lanjut."
Pada akhirnya, disonansi ini bukan sekadar kontradiksi pribadi, tapi cermin luas fenomena "active smoker." Ia beri pesan tegas: "Jangan jadikan olahraga alasan melegalkan rokok. Kita negosiasi berbahaya dengan tubuh. Sadari batasmu, tetaplah bergerak setidaknya beri tubuh kesempatan melawan." Kisahnya mengingatkan bahwa disonansi kognitif bisa bertahan lama melalui rasionalisasi, tapi tubuh tak bisa dibohongi selamanya. Bagi ribuan seperti dia, pertanyaan kini kapan ketidaknyamanan ini menjadi sebuah perubahan?
Referensi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar