19.4.26

ESSAY 1: MERINGKAS JURNAL MOTIVASI-Cholifahtun Pratista-23310410120

 

ESSAY 1: MERINGKAS JURNAL MOTIVASI

PSIKOLOGI INOVASI

Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta, MA.

 

 

Nama: Cholifahtun Pratista Dewi

NIM: 23310410120

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

2026

 

Jurnal Gerakan Ekofeminisme Dalam Bidang Pengelolaan Sampah ini membahas tentang fenomena sosial yang berkaitan dengan perempuan dan bagaimana komunitas perempuan dapat menjadi sarana pemberdayaan. Fokus utama penelitian ini adalah melihat adanya “deviasi positif”, yaitu perilaku atau kondisi yang menyimpang dari kebiasaan umum tetapi justru menghasilkan dampak yang baik. Berbeda dengan deviasi negatif yang biasanya merugikan, deviasi positif menunjukkan bahwa ada individu atau kelompok yang mampu menemukan solusi lebih baik dalam menghadapi masalah sosial.

Penelitian ini berangkat dari permasalahan umum yang sering terjadi di masyarakat, khususnya terkait ketimpangan dan keterbatasan peran perempuan. Dalam kondisi tertentu, perempuan seringkali mengalami hambatan baik dari segi sosial, ekonomi, maupun budaya. Namun, melalui komunitas yang terbentuk, perempuan dapat saling mendukung dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini cenderung bersifat kualitatif, dengan pendekatan deskriptif untuk memahami fenomena yang terjadi di lapangan. Peneliti mengamati bagaimana komunitas perempuan berperan dalam menciptakan perubahan, baik pada tingkat individu maupun kelompok. Fokusnya bukan hanya pada masalah, tetapi juga pada solusi yang muncul dari dalam komunitas itu sendiri.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas perempuan memiliki peran penting dalam meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri anggotanya. Melalui interaksi sosial, berbagi pengalaman, serta dukungan emosional, perempuan menjadi lebih mampu menghadapi tantangan hidup. Selain itu, komunitas juga berfungsi sebagai ruang belajar informal yang membantu anggotanya mengembangkan keterampilan baru.

Konsep deviasi positif dalam penelitian ini menjadi poin penting, karena menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu harus datang dari kebijakan besar atau intervensi formal. Justru, perubahan bisa dimulai dari individu atau kelompok kecil yang memiliki cara berbeda dalam menyelesaikan masalah. Hal ini memberikan perspektif baru bahwa solusi lokal seringkali lebih efektif karena sesuai dengan konteks sosial yang ada.

Kesimpulannya, jurnal ini menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan dapat dilakukan melalui pendekatan komunitas dengan memanfaatkan potensi internal yang ada. Deviasi positif menjadi strategi yang relevan untuk menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat dan pihak terkait untuk mendukung keberadaan komunitas perempuan sebagai agen perubahan.

 

Daftar Pustaka

http://kupasiana.psikologiup45.com/2022/10/meringkas-jurnal_19.html

0 komentar:

Posting Komentar