Mata Kuliah: Psikologi Inovasi
Ujian Akhir Semester kelas A
Dosen Pengampu: Dr. Dra. Arundati Shinta, M.A.
SITI RAFIDA (23310410088)
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Januari 2026
Konsep need for
achievement (nAch) yang dikemukakan Gregor McDouglas menempatkan
entrepreneur sebagai individu yang digerakkan oleh dorongan berprestasi melalui
tujuan yang menantang namun realistis. Secara teoritis, gagasan ini kuat karena
menolak dua ekstrem, yaitu tujuan yang terlalu mudah yang mematikan motivasi,
serta tujuan yang terlalu sulit yang melahirkan keputusasaan. Namun, persoalan
muncul ketika nAch dipadukan secara langsung dengan konsep “keberuntungan”
sebagaimana digambarkan dalam kasus Ruben pada The Crocodile River. Di
titik inilah diperlukan pembacaan kritis agar teori tidak berubah menjadi
legitimasi sikap individualistik yang problematik.
Permasalahan utama dalam
narasi Ruben bukan terletak pada tingginya nAch, melainkan pada cara
keberuntungan dipersepsikan sebagai hasil dari penghindaran sosial. Ruben
digambarkan berhasil karena menjauh dari Lorena sosok penuh masalah dan fokus
pada pengembangan dirinya sendiri. Jika dibaca sepintas, tindakan ini tampak
rasional dan selaras dengan faktor keberuntungan Robert Wiseman. Namun, secara
konseptual, narasi tersebut menyimpan risiko dehumanisasi yaitu manusia
lain direduksi menjadi variabel pengganggu yang harus dieliminasi demi
keberhasilan personal.
Literatur kewirausahaan
mutakhir menunjukkan bahwa nAch memang berkontribusi signifikan terhadap
performa entrepreneur, tetapi efek positifnya bergantung pada konteks sosial
dan kualitas relasi yang dibangun (Raza et al., 2023). Entrepreneur yang hanya
berfokus pada efisiensi diri tanpa mempertimbangkan dimensi sosial justru
berisiko mengalami kegagalan jangka panjang akibat rendahnya kepercayaan dan
dukungan lingkungan. Dengan demikian, keberuntungan tidak dapat dipahami
semata-mata sebagai hasil seleksi sosial yang keras, melainkan sebagai
konsekuensi dari kemampuan menavigasi relasi secara adaptif.
Faktor ketiga dan keempat
dalam teori Wiseman kemampuan melihat sisi positif musibah dan kejelian dalam
mengambil Keputusan sebenarnya merupakan aspek paling relevan bagi entrepreneur
modern. Praktik refleksi mendalam, termasuk meditasi sebagaimana dilakukan
Ruben, terbukti meningkatkan kualitas pengambilan keputusan strategis melalui
penguatan kesadaran diri dan pengendalian impuls (Santos & Liguori, 2020).
Namun, kejelian ini menjadi timpang ketika dilepaskan dari tanggung jawab
moral. Keputusan yang “tepat” secara personal belum tentu “benar” secara
sosial.
Solusi atas ketegangan
ini terletak pada rekonstruksi makna keberuntungan. Entrepreneur perlu melatih
nAch sebagai kapasitas psikologis melalui kompetisi sehat, refleksi diri, dan
pengasahan tujuan tanpa menjadikannya alat pembenaran untuk menutup diri dari
kompleksitas sosial. Studi terbaru menunjukkan bahwa entrepreneur dengan nAch
tinggi yang disertai orientasi prososial justru memiliki ketahanan usaha dan
legitimasi sosial yang lebih kuat (Hsu et al., 2022). Dengan kata lain,
keberuntungan bukan hasil menghindari manusia bermasalah, melainkan kemampuan
mengelola ketidakpastian manusia secara dewasa.
Sehingga konsep nAch
McDouglas dan teori keberuntungan Wiseman tetap relevan, tetapi hanya jika
dibaca secara kritis dan kontekstual. Ruben bukan contoh keberuntungan yang
sempurna, melainkan ilustrasi tentang batas rasionalitas dalam mengejar
prestasi. Entrepreneur sejati tidak hanya mampu memilih jalan yang
menguntungkan dirinya, tetapi juga sanggup mempertanggungjawabkan pilihannya
secara etis. Di situlah keberuntungan berubah dari sekadar nasib baik menjadi
hasil kedewasaan psikologis.
Daftar Pustaka
Hsu,
D. K., Wiklund, J., & Cotton, R. D. (2022). Success, failure, and
entrepreneurial reentry: The role of motivation and prosocial orientation. Journal
of Business Venturing, 37(4), 106224.
Raza,
S., Minai, M. S., & Hashim, N. A. (2023). Psychological capital and
entrepreneurial performance: The mediating role of achievement motivation. Frontiers
in Psychology, 14, 1189456.
Santos,
S. C., & Liguori, E. W. (2020). Entrepreneurial mindfulness and decision
making. Entrepreneurship Research Journal, 10(3).
Wiseman,
R. (2003). The luck factor: The four essential principles. New York:
Hyperion.

0 komentar:
Posting Komentar