11.1.26

Esai Prestasi 9 (Fitri_Reguler A)

 

Esai prestasi 9 volun Senyum Anak Nusantara (SAN)

Mata kuliah : Psikologi Inovasi

Dosen Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA

Fitri Novia Rizka (23310410057)

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

 

            Keterlibatan relawan dalam pendidikan nonformal semakin hari kian meningkat bersamaan dengan kebutuhan akses belajar bagi anak-anak dari berbagai latar belakang sosial. Kegiatan sosial, tidak hanya sebagai pengantar seseorang dalam menjalin kerja sama serta relasi dengan orang lain tetapi juga melatih jiwa kepemimpinan serta tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain. Relawan tidak hanya sebagai seseorang yang rela melakukan berbagai kegiatan sosial secara sukarela namun juga seseorang yang mengabdikan dirinya untuk membantu memperluas jaringan dalam organisasi tersebut.

            Organisasi senyum anak Nusantara (san) merupakan salah satu komunitas yang berfokus pada pemberdayaan Pendidikan anak-anak SD hingga SMA melalui kegiatan belajar berbasis komunitas. Model Pendidikan seperti ini sejalan dengan konsep community based education (BE), yang menekankan pentingnya partisipasi langsung dari masyarakat dalam proses Pendidikan untuk memperluas akses, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan memperkuat kohesi secara sosial (Putri, dkk, 2023).

            Pendidikan selalu menjadi salah satu focus utama dalam sebuah komunitas di indonesia karena sebaagai salah satu respon terhadap keterbatasn system pendidikan secara formal yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Menurut Lasadara et.al (2024) menyatakan bahwa tujuan dari CBE dapat mendemokratisasi pendidikan melalui keterlibatan secara aktif dari berbagai masyarakat, relawan, dan lembaga local dalam proses pembelajaran. Dengan menerapkan pendekatan ini, akan memungkinkan terjangkaunya pendidikan secara formal yang lebih kontekstual, fleksibel, serta relevan dengan kebutuhan dari setiap peserta didik. Selain itu, menurut putri dan prihatin (2023), menunjukkan bahwa kegiatan kerelawanan dapat meningkatkan capability development relawan, terutama dalam aspek geologi, psikologi, komunikaasi, dan empati. Hal ini penting karena pengajar tidak hanya berperan sebagai seorang penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang akan membangun lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Kegiatan relawan yang saya lakukan kali ini yaitu, sebagai relawan pengajar di Senyum Anak Nusantara (SAN) chapter Jogjakarta. Kegiatan semacam ini telah saya jalankan selama kurang lebih dalam kurun waktu 2 tahun.Kegiatan relawan pengajar di bawah naungan Senyum Anak Nusantara (SAN) merupakan salah satu bentuk nyata dari adanya implementasi Pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitass pembelajaran anak-anak SD hingga SMA di berbagai pelosok negeri. Keterlibatan aktif dari relawan terbukti memperkuat aspek akademik, sosial, dan emosional dari peserta didik sekaligus meningkatkan kapasitas dari setiap relawan sebagai agen dari perubahan sosial (Hidayah, 2025). Dengan demikian, SAN tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak. Tetapi juga berkontribusi aktif pada Pembangunan masyarakat yang lebih berdaya.


Ilustrasi foto

 

Daftar Pustaka

    Hidayah, D. N., & Anshori, I. (2025). Wepose: Community Cares for Disadvantaged Children in Surabaya to Support The 4th SGD of Quality Education. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi6(3). 

    Lasadara, L., Zamroni, Z., & Tamam, B. (2024, December). CONCEPT OF IMPLEMENTING CBE (COMMUNITY BASED EDUCATION) IN INDONESIA. In PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY (Vol. 2, No. 2, pp. 1477-1485).

Putri, K. I., & Prihatin, S. D. (2023). Volunteer Capability Development in Community Empowerment Activities of Indonesian Youth. MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial6(1), 163-187.

0 komentar:

Posting Komentar