Esai
prestasi 9 volun Senyum Anak Nusantara (SAN)
Mata
kuliah : Psikologi Inovasi
Dosen
Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA
Fitri
Novia Rizka (23310410057)
Fakultas
Psikologi
Universitas
Proklamasi 45 Yogyakarta
Keterlibatan relawan dalam pendidikan nonformal semakin
hari kian meningkat bersamaan dengan kebutuhan akses belajar bagi anak-anak
dari berbagai latar belakang sosial. Kegiatan sosial, tidak hanya sebagai
pengantar seseorang dalam menjalin kerja sama serta relasi dengan orang lain
tetapi juga melatih jiwa kepemimpinan serta tanggung jawab terhadap diri
sendiri dan orang lain. Relawan tidak hanya sebagai seseorang yang rela
melakukan berbagai kegiatan sosial secara sukarela namun juga seseorang yang
mengabdikan dirinya untuk membantu memperluas jaringan dalam organisasi
tersebut.
Organisasi senyum anak Nusantara (san) merupakan salah
satu komunitas yang berfokus pada pemberdayaan Pendidikan anak-anak SD hingga
SMA melalui kegiatan belajar berbasis komunitas. Model Pendidikan seperti ini
sejalan dengan konsep community based education (BE), yang menekankan
pentingnya partisipasi langsung dari masyarakat dalam proses Pendidikan untuk
memperluas akses, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan memperkuat kohesi
secara sosial (Putri, dkk, 2023).
Pendidikan selalu menjadi salah satu focus utama dalam sebuah komunitas di indonesia karena sebaagai salah satu respon terhadap keterbatasn system pendidikan secara formal yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Menurut Lasadara et.al (2024) menyatakan bahwa tujuan dari CBE dapat mendemokratisasi pendidikan melalui keterlibatan secara aktif dari berbagai masyarakat, relawan, dan lembaga local dalam proses pembelajaran. Dengan menerapkan pendekatan ini, akan memungkinkan terjangkaunya pendidikan secara formal yang lebih kontekstual, fleksibel, serta relevan dengan kebutuhan dari setiap peserta didik. Selain itu, menurut putri dan prihatin (2023), menunjukkan bahwa kegiatan kerelawanan dapat meningkatkan capability development relawan, terutama dalam aspek geologi, psikologi, komunikaasi, dan empati. Hal ini penting karena pengajar tidak hanya berperan sebagai seorang penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang akan membangun lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Kegiatan relawan yang saya lakukan kali ini yaitu, sebagai relawan pengajar di Senyum Anak Nusantara (SAN) chapter Jogjakarta. Kegiatan semacam ini telah saya jalankan selama kurang lebih dalam kurun waktu 2 tahun.Kegiatan relawan pengajar di bawah naungan Senyum Anak Nusantara (SAN) merupakan salah satu bentuk nyata dari adanya implementasi Pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitass pembelajaran anak-anak SD hingga SMA di berbagai pelosok negeri. Keterlibatan aktif dari relawan terbukti memperkuat aspek akademik, sosial, dan emosional dari peserta didik sekaligus meningkatkan kapasitas dari setiap relawan sebagai agen dari perubahan sosial (Hidayah, 2025). Dengan demikian, SAN tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak. Tetapi juga berkontribusi aktif pada Pembangunan masyarakat yang lebih berdaya.
Ilustrasi foto
Daftar Pustaka
Lasadara, L., Zamroni, Z., & Tamam, B. (2024, December). CONCEPT OF IMPLEMENTING CBE (COMMUNITY BASED EDUCATION) IN INDONESIA. In PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY (Vol. 2, No. 2, pp. 1477-1485).
Putri,
K. I., & Prihatin, S. D. (2023). Volunteer Capability Development in
Community Empowerment Activities of Indonesian Youth. MUHARRIK: Jurnal
Dakwah dan Sosial, 6(1), 163-187.
0 komentar:
Posting Komentar