11.1.26

Esai Perubahan Diri selama 10 Minggu Psikologi Inovasi Jessica Maria

Esai Perubahan Diri selama 10 Minggu

Psikologi Inovasi Kelas A

Jessica Maria 24310420063

Dosen Pengampu: Dr. Dra. Arundati Shinta M., A.

Oktober 2025


Perubahan diri individu, diperlukan agar mereka dapat berkembang dalam berbagai aspek, seperti pengetahuan, keterampilan, atau kesehatan. Pada kesempatan yang timbul karena saya mengikuti kelas Psikologi Inovasi ini yaitu melakukan perubahan diri dengan cara berolahraga. Olah raga yang saya pilih adalah lompat tali atau skipping. Saya memilih olahraga ini dibanding jenis yang lain karena, lebih mudah untuk dilakukan.  Alasannya, mudah karena tidak harus pergi keluar rumah, tidak membutuhkan tempat yang begitu lebar, dan dapat dilakukan di dalam atau luar ruangan. Tidak seperti jogging yang harus pergi keluar rumah. Selain karena mudah, skipping membakar kalori lebih banyak dibanding jogging jika berada pada kategori intensitas sedang. Jadi, saya memilihnya juga karena ingin menurunkan berat badan dengan membakar kalori. Kegiatan olahraga saya mulai pada 14 Oktober 2025 dengan durasi 60 menit. Selama 60 menit saya tidak melompat non-stop, melainkan setiap setelah 5 menit saya berhenti melompat dan mengatur nafas sejenak sebelum lanjut melompat lagi. Saya hanya dapat melakukan olahraga ini ketika sore hari setelah pulang kuliah atau pagi hari sebelum kuliah. Tetapi olahraga pagi saya lakukan hanya kalau jadwal kelas saya hari itu dimulai siang hari. Sudah lama sekali sejak terakhir kali saya skipping. Jadi, saya awalnya cukup khawatir kalau tidak sanggup dan ada otot saya yang tertarik. Tetapi karena saya ingin merubah diri menjadi lebih baik dari segi kesehatan dan berniat untuk menjadikannya sebuah kebiasaan, jadi tetap saya lakukan. 

Hari pertama skipping cukup berat karena harus menyesuaikan diri, padahal sudah pemanasan sebelumnya. Tetapi tetap bersemangat untuk melakukannya, agar berat badan saya tidak semakin bertambah. Selama skipping dalam waktu 10 minggu, ada hari ketika saya tidak mampu skipping lebih dari 60 menit, karena sudah kelelahan. Hal itu sangat tergantung pada kekuatan saya yang dipengaruhi seberapa banyak energi yang saya habiskan untuk mengerjakan tugas kuliah. Setelah cukup rutin melakukan skipping saya mulai terbiasa dan cukup optimis berat badan akan turun. Tetapi, di minggu ke lima saya mengalami penurunan performa. Oleh karena itu, selama 10 minggu melaksanakan perubahan diri melalui skipping kurang berjalan dengan optimal. Walaupun demikian saya, senang karena dapat berolahraga di tengah kesibukan kuliah, yang biasanya jadi alasan saya untuk mengundur berolahraga. 





Keterangan:
M = Minggu ke-n
W = Waktu skipping
L = Jumlah lompatan













Daftar Pustaka

Setiawati, A. N. I. (2024, April 17). Lari vs Lompat Tali, Mana yang Lebih Banyak Bakar Kalori? Hello Sehat. https://hellosehat.com/kebugaran/kardio/skipping-vs-running-mana-yang-lebih-baik/


0 komentar:

Posting Komentar