ESAI 9 UAS
Konsep Need for Achievement (nAch) dan Keberuntungan dalam Entrepreneurship
PSIKOLOGI INOVASI
DOSEN PENGAMPU : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA.
Rosita
22310410108
PROGRAM STUDI PSIKOLOGI
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA
2026
Dalam dunia entrepreneurship, semangat untuk berprestasi atau yang dikenal sebagai need for achievement (nAch) merupakan karakteristik utama yang membedakan seorang wirausahawan sukses. Konsep ini, seperti yang dikemukakan oleh Gregor Mc Douglass, yang menekankan pentingnya menetapkan tujuan yang seimbang dengan kemampuan individu agar tetap termotivasi.
Minat berwirausaha juga dapat dipengaruhi oleh kebutuhan untuk mendapatkan sebuah penghargaan yang bisa disebut juga Need for Achievement. Need for Achievement dapat menjadi sebuah aspek yang mempengaruhi minat dalam hal berwirausaha. Kebutuhan untuk mendapatkan sebuah penghargaan adalah psikologis yang kuat sebagai pendorong di belakang tindakan manusia yang telah lama diusulkan sebagai faktor mempengaruhi perilaku wirausaha (McClelland dalam Setiawan RA, dkk, 1996).
Ada beberapa permasalahan yang sering dihadapi oleh individu dalam mengembangkan nAch dan mencapai keberuntungan. Yang Pertama, yaitu banyak orang kesulitan menetapkan tujuan yang tepat. Jika tujuan terlalu mudah, motivasi menurun karena kurangnya tantangan dan sebaliknya, jika terlalu sulit, maka individu bisa putus asa sebelum memulai. Hal ini sering terjadi pada individu yang ingin memulai wirausaha yang belum memiliki pengalaman, sehingga individu tersebut ragu untuk memulai bisnis. Kedua, nAch tidak selalu muncul secara alami, banyak orang kurang terdorong untuk berprestasi karena lingkungan atau pengalaman masa lalu yang negatif. Ketiga, dalam konteks keberuntungan seperti yang dijelaskan Wiseman, faktor seperti bergaul dengan orang sukses, olah keterampilan, melihat sisi positif dari musibah, dan melatih kejelian mengambil keputusan sering diabaikan. Misalnya, seperti Ruben yang menghindari orang bermasalah seperti Lorena, namun dalam kehidupan nyata, orang sering terjebak dalam hubungan negatif yang menghambat kemajuan. Akibatnya, individu mungkin gagal mencapai tujuan dan merasa hidupnya kurang beruntung, padahal dengan latihan yang tepat, hal ini bisa diubah.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, ada beberapa solusi yang dapat diterapkan. Pertama, latihan nAch melalui kegiatan sehari-hari seperti menulis hal-hal positif dan kompetitif, serta berpartisipasi dalam kompetisi, seperti yang telah dilakukan dalam tugas psikologi inovasi. Ini bisa dimulai dengan membuat jurnal harian di mana individu mencatat pencapaian kecil dan tantangan yang berhasil diatasi, sehingga membangun kepercayaan diri. Kedua, menetapkan tujuan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) yang disesuaikan dengan kemampuan pribadi. Misalnya, bagi pemula, mulai dari tujuan kecil seperti membaca buku entrepreneurship seminggu sekali atau mengikuti seminar seminar tentang entrepreneurship. Ketiga, terapkan faktor keberuntungan Wiseman: bergaul dengan mentor atau komunitas sukses, fokus pada pengembangan diri melalui kursus online atau workshop, belajar melihat peluang di balik kegagalan (seperti Ruben yang bermeditasi untuk membuat keputusan bijak), dan hindari pengaruh negatif dengan menetapkan batasan dalam hubungan sosial.
Dalam penelitian “Pengaruh Need for Achievement and Innovativeness terhadap Entrepreneurial Intention yang dimediasi Entrepreneurial Attitude” yang dilakukan oleh Ainur Rahim Setiawan dan kawan-kawan, menyatakan bahwa need for Achievement Berpengaruh langsung secara positif dan signifikan terhadap Entrepreneurial Attitude, Jika seseorang memiliki dorongan dan keinginan yang kuat, maka dapat membantu aktivitas dan sikap berentrepreneur.
Dengan demikian, nAch merupakan pondasi penting bagi entrepreneur, dan dengan latihan serta penerapan teori keberuntungan Wiseman, individu dapat mengubah hidupnya menjadi lebih bermakna. Meskipun ada tantangan seperti dalam menetapkan tujuan dan menghindari pengaruh negatif. Solusi seperti latihan dan relasi yang tepat dapat membantu. Setiap orang memiliki potensi untuk menjadi entrepreneur sukses, asal konsisten dan terbuka terhadap pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Setiawan, R. A., F. Danardana. M, & Djoko.D.K. (2021). Pengaruh Need for Achievement and Innovativeness terhadap Entrepreneurial Intention yang dimediasi Entrepreneurial Attitude. Jurnal Pendidikan, 6(6), 961-968.
Utomo.W.K, Rizqon.H.S, & Havis.A. (2021). Islamic Entrepreneurship. Jakarta: Edu Pustaka.
Kusuma, Yuriadi. (2010). Creative Problem Solving. Solo: Rumah Pengetahuan.
0 komentar:
Posting Komentar