11.1.26

Esai 4 - Perilaku Inovatif

 Mata Kuliah: Psikologi Inovasi

Tugas: Esai Prestasi 1

Dosen Pengampu: Dr. Dra. Arundati Shinta, M.A.


SITI RAFIDA (23310410088)

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Januari 2026


Sampah anorganik merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang terus meningkat seiring dengan tingginya aktivitas konsumsi masyarakat. Jenis sampah ini berasal dari bahan nonhayati yang membutuhkan waktu lama untuk terurai secara alami. Apabila tidak dikelola dengan baik, sampah anorganik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, menurunkan kualitas estetika lingkungan, serta berpotensi menimbulkan dampak kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan upaya kreatif dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah, salah satunya melalui pemanfaatan kembali sampah menjadi produk bernilai guna.

Salah satu bentuk upaya tersebut adalah perilaku inovatif dalam mengolah sampah anorganik menjadi produk kerajinan. Perilaku inovatif dipahami sebagai kemampuan individu dalam menghasilkan, mengembangkan, serta mengimplementasikan ide-ide baru yang bermanfaat dalam menyelesaikan suatu permasalahan (Janssen, 2000 dalam Suryani, dkk., 2020). Inovasi tidak selalu identik dengan teknologi canggih, melainkan dapat diwujudkan melalui kreativitas sederhana yang berangkat dari kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

Kerajinan yang saya buat berupa gantungan kunci atau hiasan tas bergaya dream catcher dengan memanfaatkan bahan bekas seperti ring gantungan, benang sisa, kain bekas, manik-manik, serta bulu ayam yang sudah tidak terpakai. Pemilihan bahan ini didasarkan pada pertimbangan ketersediaannya yang mudah ditemukan dan sering kali dianggap tidak memiliki nilai guna. Padahal, dengan pengolahan yang tepat, bahan-bahan tersebut dapat diubah menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai estetika dan fungsional.

Proses pembuatan diawali dengan melilit ring gantungan menggunakan benang atau kain bekas hingga tertutup rapi. Selanjutnya, benang dirangkai membentuk pola jaring di bagian tengah ring sebagai ciri khas dream catcher. Pada bagian bawah, ditambahkan hiasan berupa manik-manik dan bulu bekas untuk memperkuat nilai visual produk. Proses ini membutuhkan ketelitian, kesabaran, serta kemampuan mengombinasikan warna dan bentuk agar menghasilkan tampilan yang menarik.

Kegiatan ini mencerminkan penerapan prinsip reuse dan recycle dalam pengelolaan sampah. Pemanfaatan kembali bahan bekas sejalan dengan konsep ekonomi sirkular yang menekankan pengurangan limbah melalui pemanjangan siklus hidup produk dan efisiensi penggunaan sumber daya (Adelin, dkk., 2024). Sehingga kerajinan yang dihasilkan tidak hanya berfungsi sebagai aksesori, tetapi juga menjadi wujud kepedulian terhadap lingkungan.

Produk gantungan kunci ini dipasarkan dengan harga Rp5.000 per buah sebagai bentuk penerapan nilai ekonomi dari kreativitas berbasis lingkungan. Penetapan harga tersebut mempertimbangkan biaya produksi yang rendah serta tujuan agar produk dapat dijangkau oleh berbagai kalangan. Melalui kegiatan ini, saya memperoleh pengalaman bahwa perilaku inovatif dapat tumbuh dari kepedulian terhadap permasalahan lingkungan dan diwujudkan melalui tindakan sederhana yang berdampak positif. Selain berkontribusi dalam pengurangan sampah, kegiatan ini juga melatih kreativitas, kemandirian, dan kesadaran akan pentingnya peran individu dalam menjaga kelestarian lingkungan.


Link Video Promosi : https://youtube.com/shorts/xYj8ekwWaUc?feature=share

 

Daftar Pustaka

Adelin, R., Putri, A. M., & Pratama, D. (2024). Ekonomi sirkular sebagai strategi pengelolaan sampah anorganik berkelanjutan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22(1), 45–54.

Suryani, A., Wibowo, M. E., & Sugiyo. (2020). Perilaku inovatif ditinjau dari kreativitas dan efikasi diri. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 9(2), 110–118.


Lampiran :





0 komentar:

Posting Komentar