Mata Kuliah: Psikologi Inovasi
Tugas: Esai Prestasi 1
Dosen Pengampu: Dr. Dra. Arundati Shinta, M.A.
SITI RAFIDA (23310410088)
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Januari 2026
Sampah anorganik
merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang terus meningkat seiring
dengan tingginya aktivitas konsumsi masyarakat. Jenis sampah ini berasal dari
bahan nonhayati yang membutuhkan waktu lama untuk terurai secara alami. Apabila
tidak dikelola dengan baik, sampah anorganik dapat menimbulkan pencemaran
lingkungan, menurunkan kualitas estetika lingkungan, serta berpotensi
menimbulkan dampak kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan upaya kreatif dan
berkelanjutan dalam pengelolaan sampah, salah satunya melalui pemanfaatan
kembali sampah menjadi produk bernilai guna.
Salah satu bentuk upaya
tersebut adalah perilaku inovatif dalam mengolah sampah anorganik menjadi
produk kerajinan. Perilaku inovatif dipahami sebagai kemampuan individu dalam
menghasilkan, mengembangkan, serta mengimplementasikan ide-ide baru yang bermanfaat
dalam menyelesaikan suatu permasalahan (Janssen, 2000 dalam Suryani, dkk.,
2020). Inovasi tidak selalu identik dengan teknologi canggih, melainkan dapat
diwujudkan melalui kreativitas sederhana yang berangkat dari kepekaan terhadap
lingkungan sekitar.
Kerajinan yang saya buat
berupa gantungan kunci atau hiasan tas bergaya dream catcher dengan
memanfaatkan bahan bekas seperti ring gantungan, benang sisa, kain bekas,
manik-manik, serta bulu ayam yang sudah tidak terpakai. Pemilihan bahan ini
didasarkan pada pertimbangan ketersediaannya yang mudah ditemukan dan sering
kali dianggap tidak memiliki nilai guna. Padahal, dengan pengolahan yang tepat,
bahan-bahan tersebut dapat diubah menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai
estetika dan fungsional.
Proses pembuatan diawali
dengan melilit ring gantungan menggunakan benang atau kain bekas hingga
tertutup rapi. Selanjutnya, benang dirangkai membentuk pola jaring di bagian
tengah ring sebagai ciri khas dream catcher. Pada bagian bawah,
ditambahkan hiasan berupa manik-manik dan bulu bekas untuk memperkuat nilai
visual produk. Proses ini membutuhkan ketelitian, kesabaran, serta kemampuan
mengombinasikan warna dan bentuk agar menghasilkan tampilan yang menarik.
Kegiatan ini mencerminkan
penerapan prinsip reuse dan recycle dalam pengelolaan sampah.
Pemanfaatan kembali bahan bekas sejalan dengan konsep ekonomi sirkular yang
menekankan pengurangan limbah melalui pemanjangan siklus hidup produk dan
efisiensi penggunaan sumber daya (Adelin, dkk., 2024). Sehingga kerajinan yang
dihasilkan tidak hanya berfungsi sebagai aksesori, tetapi juga menjadi wujud
kepedulian terhadap lingkungan.
Produk gantungan kunci
ini dipasarkan dengan harga Rp5.000 per buah sebagai bentuk penerapan nilai
ekonomi dari kreativitas berbasis lingkungan. Penetapan harga tersebut
mempertimbangkan biaya produksi yang rendah serta tujuan agar produk dapat
dijangkau oleh berbagai kalangan. Melalui kegiatan ini, saya memperoleh
pengalaman bahwa perilaku inovatif dapat tumbuh dari kepedulian terhadap
permasalahan lingkungan dan diwujudkan melalui tindakan sederhana yang
berdampak positif. Selain berkontribusi dalam pengurangan sampah, kegiatan ini
juga melatih kreativitas, kemandirian, dan kesadaran akan pentingnya peran
individu dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Link Video Promosi : https://youtube.com/shorts/xYj8ekwWaUc?feature=share
Daftar Pustaka
Adelin,
R., Putri, A. M., & Pratama, D. (2024). Ekonomi sirkular sebagai strategi
pengelolaan sampah anorganik berkelanjutan. Jurnal Ilmu Lingkungan,
22(1), 45–54.
Suryani,
A., Wibowo, M. E., & Sugiyo. (2020). Perilaku inovatif ditinjau dari
kreativitas dan efikasi diri. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 9(2),
110–118.
Lampiran :



0 komentar:
Posting Komentar