ESAI-2 PSIKOLOGI INOVASI
WAWANCARA DISONANSI KOGNITIF
Dosen Pembimbing: Dr., Dra. Arundati Shinta, MA.
Mariyatun
23310410074
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA
Disonansi
kognitif dapat didefinisikan sebagai perasaan tidak nyaman atau ketegangan
mental yang dialami seseorang saat tindakan yang dilakukan tidak sesuai dengan
nilai atau keyakinan pribadi yang dimilikinya. Ketika pikiran, nilai, sikap,
atau perilaku yang saling tidak konsisten atau bertentangan satu sama lain.
Disonansi dapat muncul
dari berbagai situasi,misalnya:
- Keyakinan A secara logis bertentangan dengan Keyakinan
B.
- Perilaku bertentangan dengan norma atau nilai budaya
yang diyakini.
- Perilaku atau sikap bertentangan dengan apa yang
diterima secara umum.
- Keyakinan baru bertentangan dengan pengalaman pribadi
di masa lalu.
Salah satu contoh yang
banyak kita temui adalah kasus perokok. Mereka punya kesadaran bahwa merokok
itu berbahaya untuk kesehatan namun mereka tetap melakukannya.
Untuk mencari pembenaran
akan perilaku merokok mereka terkadang memberikan alasan seperti "Bapak
saya sampai sekarang merokok dan baik-baik saja," atau "Merokok
membantu saya menghilangkan stres,"
Sering kita menemukan
atau bahkan kita sendiri mengalami ciri-ciri gangguan disonansi kognitif namun
kita jarang menyadarinya.
Berikut
adalah ciri-ciri seseorang mengalami disonansi kognitif, antara lain:
· Merasa tidak nyaman saat harus membuat
keputusan
· Perasaan bersalah atas keputusan yang pernah
dibuat
· Malu atau menyembunyikan hasil dari keputusan
yang pernah diambil
· Pembenaran atau rasionalisasi perilaku
· Melakukan sesuatu karena tekanan sosial, bukan
karena keinginan pribadi
Wawancara
1. Pertanyaan: Sejak kapan anda mulai merokok?
Jawab: di umur 14 tahun sudah mulai merokok, kelas 2 SMP.
2. Pertanyaan: Bagaimana pendapat anda tentang resiko kesehatan
terkait kebiasaan merokok?
Jawab: Sebenarnya secara kesehatan saya mengerti, tapi banyak
orang berpikir merokok juga mati, tidak merokok juga mati.
3. Pertanyaan: Ketika anda sedang merokok, apakah pernah terlintas
iklan atau konten-konten mengenai bahaya merokok?
Jawab: Sebenarnya terlintas, untuk berhenti merokok, sayang dengan
kesehatan tapi mau berhenti sulit karena sudah tergantung nikotin. Kalautidak
merokok rasanya aneh apalagi kalau habis makan.
4. Pertanyaan: Bagaimana perasaan anda ketika merokok?
Jawab: Pastinya happy. Ada rasa terpuaskan
5. Pertanyaan: Apakah istri anda sering menasehati untuk berhenti
merokok?
Jawab: Ya sering tapi untuk langsung berhenti sulit, harus
pelan-pelan.
6. Pertanyaan: Apakah anda punya rencana untuk berhenti merokok?
Jawab: Ya ada
7. Pertanyaan: Apa yang menjadi alasan anda untuk berhenti merokok
Jawab: Ya demi kesehatan tapi terkadang berpikir merokok juga gak
papa ini
8. Pertanyaan: Apakah anda pernah berpikir bahwa merokok ada
manfaatnya?
Jawab: Tidak ada manfaatnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar