24.11.25

ESAI-2 Psikologi Inovasi Wawancara Disonansi Koqnitif

 

ESAI-2 PSIKOLOGI INOVASI

WAWANCARA DISONANSI KOGNITIF

Dosen Pembimbing: Dr., Dra. Arundati Shinta, MA.

 

 

 






 

Mariyatun

23310410074

 

 

 

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45

YOGYAKARTA

 

 

 

 

Disonansi kognitif dapat didefinisikan sebagai perasaan tidak nyaman atau ketegangan mental yang dialami seseorang saat tindakan yang dilakukan tidak sesuai dengan nilai atau keyakinan pribadi yang dimilikinya. Ketika pikiran, nilai, sikap, atau perilaku yang saling tidak konsisten atau bertentangan satu sama lain.

Disonansi dapat muncul dari berbagai situasi,misalnya:

  • Keyakinan A secara logis bertentangan dengan Keyakinan B.
  • Perilaku bertentangan dengan norma atau nilai budaya yang diyakini.
  • Perilaku atau sikap bertentangan dengan apa yang diterima secara umum.
  • Keyakinan baru bertentangan dengan pengalaman pribadi di masa lalu.

Salah satu contoh yang banyak kita temui adalah kasus perokok. Mereka punya kesadaran bahwa merokok itu berbahaya untuk kesehatan namun mereka tetap melakukannya.

Untuk mencari pembenaran akan perilaku merokok mereka terkadang memberikan alasan seperti "Bapak saya sampai sekarang merokok dan baik-baik saja," atau "Merokok membantu saya menghilangkan stres,"

Sering kita menemukan atau bahkan kita sendiri mengalami ciri-ciri gangguan disonansi kognitif namun kita jarang menyadarinya.

Berikut adalah ciri-ciri seseorang mengalami disonansi kognitif, antara lain:

·         Merasa tidak nyaman saat harus membuat keputusan

·         Perasaan bersalah atas keputusan yang pernah dibuat

·         Malu atau menyembunyikan hasil dari keputusan yang pernah diambil

·         Pembenaran atau rasionalisasi perilaku

·         Melakukan sesuatu karena tekanan sosial, bukan karena keinginan pribadi

 

 

Wawancara

 

1.      Pertanyaan: Sejak kapan anda mulai merokok?

Jawab: di umur 14 tahun sudah mulai merokok, kelas 2 SMP.

2.      Pertanyaan: Bagaimana pendapat anda tentang resiko kesehatan terkait kebiasaan merokok?

Jawab: Sebenarnya secara kesehatan saya mengerti, tapi banyak orang berpikir merokok juga mati, tidak merokok juga mati.

3.      Pertanyaan: Ketika anda sedang merokok, apakah pernah terlintas iklan atau konten-konten mengenai bahaya merokok?

Jawab: Sebenarnya terlintas, untuk berhenti merokok, sayang dengan kesehatan tapi mau berhenti sulit karena sudah tergantung nikotin. Kalautidak merokok rasanya aneh apalagi kalau habis makan.

4.      Pertanyaan: Bagaimana perasaan anda ketika merokok?

Jawab: Pastinya happy. Ada rasa terpuaskan

5.      Pertanyaan: Apakah istri anda sering menasehati untuk berhenti merokok?

Jawab: Ya sering tapi untuk langsung berhenti sulit, harus pelan-pelan.

6.      Pertanyaan: Apakah anda punya rencana untuk berhenti merokok?

Jawab: Ya ada

7.      Pertanyaan: Apa yang menjadi alasan anda untuk berhenti merokok

Jawab: Ya demi kesehatan tapi terkadang berpikir merokok juga gak papa ini

8.      Pertanyaan: Apakah anda pernah berpikir bahwa merokok ada manfaatnya?

Jawab: Tidak ada manfaatnya.

 

https://www.klikdokter.com/psikologi/kesehatan-mental/apa-itu-disonansi-kognitif?srsltid=AfmBOooKBPq7XCfcakL24JS2UVe5IfYjPT7Rzcew59X7pNKEBRXD2-oE

https://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=1694069&val=1488&title=Disonansi%20Kognitif%20Perokok%20Aktif%20di%20Indon

 

 

 


0 komentar:

Posting Komentar